• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Deteksi Dini dan Vaksinasi Efektif Cegah Hepatitis B hingga 95 Persen

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 30 Juli 2025 - 07:21
in Gaya Hidup
Vaksinasi

Petugas medis menyuntikkan vaksin hepatitis A pada seorang siswa saat pemberian vaksinasi hepatitis A dan PCV13 di Balaikota Bogor, Jawa Barat, Rabu (30/4/2025). . ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/Spt.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dokter spesialis penyakit dalam dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, FRSPH, FINASIM mengatakan penyakit infeksi virus Hepatitis B bisa secara efektif dicegah melalui deteksi dini dan vaksinasi untuk menekan angka penularan mencapai lebih dari 95 persen.

“Vaksin hepatitis B merupakan cara pencegahan paling efektif. Efektivitasnya mencapai lebih dari 95 persen, dan dapat melindungi tubuh hingga puluhan tahun,” ucap dr. Dirga dalam keterangan pers yang diterima, Senin.

BacaJuga:

Anggota Girl Group Ini Viral karena Meraba Payudara Anggota Lain di Depan Kamera

Daewoong Soroti Rendahnya Capaian Target LDL pada Pasien Diabetes di PIT PERKENI 2026

Exciting Adventures on Australia’s Coral Coast, From Swimming to Sailing

Dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu mengatakan hepatitis B merupakan infeksi virus yang menyerang hati dan dapat bersifat akut maupun kronis. Dalam jangka panjang, infeksi kronis ini berisiko menimbulkan kerusakan hati permanen seperti sirosis, bahkan kanker hati.

Hepatitis B bisa menular melalui berbagai jalur, yaitu melalui darah, cairan tubuh, hubungan seksual tanpa pengaman, penggunaan jarum suntik bersama, hingga peralatan pribadi seperti pisau cukur dan alat perawatan kuku yang tidak steril.

Menurut World Health Organization (WHO), lebih dari 2 miliar orang di dunia terinfeksi Hepatitis B dan kasus di Indonesia pun masih menjadi masalah kesehatan yang besar yang menyebabkan sekitar 60.000 kematian setiap tahunnya.

Dirga menekankan bahwa virus ini tidak memandang usia atau status sosial karena semua orang bisa terinfeksi, termasuk anak-anak, dewasa, bahkan tenaga medis yang masuk dalam kelompok rentan berisiko tertular dari pasien Hepatitis B.

“Deteksi dini tidak hanya memberi kepastian, tetapi juga memungkinkan penanganan lebih cepat sebelum virus berkembang menjadi kerusakan hati permanen,” papar dr. Dirga.

Dirga menjelaskan, deteksi dini dilakukan melalui pemeriksaan darah (HBsAg dan Anti-HBs) terutama bagi masyarakat yang berada dalam kelompok berisiko tinggi seperti tenaga medis, pengguna alat tajam bersama, atau individu dengan riwayat transfusi darah.

Dirga menjelaskan bahwa vaksin Hepatitis B dewasa diberikan dalam tiga dosis, yaitu pada bulan ke-0, ke-1, dan ke-6. Dosis yang tidak lengkap akan mengurangi efektivitas perlindungan.

Dia menyarankan setiap orang mencatat riwayat vaksinasi secara baik dan tidak menunda penyelesaian dosis hingga tuntas.

Di sisi lain, penularan dapat terjadi pada bayi, yakni dari ibu ke bayi dengan transmisi vertikal.

Dokter Spesialis Anak, dr. Melia Yunita, M.Sc, Sp.A mengatakan penularan infeksi pada usia dini memiliki risiko tinggi menjadi kronis.

Bahkan, ada kekhawatiran serius terkait kasus Hepatitis B pada bayi dan balita yang menunjukkan sekitar 4,2 persen balita di Indonesia sudah terinfeksi Hepatitis B.

Sayangnya, sekitar 70 persen bayi yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala. Fakta tersebut menunjukkan bahwa deteksi dini dan vaksinasi sangat penting dilakukan pada anak, meskipun anak tampak sehat.

“Bayi yang lahir dari ibu dengan hepatitis B harus segera diberikan vaksin dan imunoglobulin dalam waktu maksimal 12 jam setelah lahir. Ini sangat penting untuk mencegah infeksi kronik yang dapat berkembang menjadi sirosis atau kanker hati di masa depan,” tutur Melia.

Melia mengatakan untuk anak-anak, vaksin hepatitis B diberikan sebanyak lima kali. Di antaranya, satu kali suntik pada saat lahir, serta empat kali dalam bentuk vaksin kombinasi pada bulan ke-2, ke-3, ke-4, dan booster di bulan ke-18.

“Orang tua perlu mengetahui bahwa vaksin Hepatitis B sudah termasuk dalam vaksin wajib dasar oleh IDAI dan sebaiknya tidak dilewatkan,” tutup dr. Melia. (bro)

Tags: hepatitis bkesehatanVaksinasi

Berita Terkait.

Anggota Girl Group Ini Viral karena Meraba Payudara Anggota Lain di Depan Kamera
Gaya Hidup

Anggota Girl Group Ini Viral karena Meraba Payudara Anggota Lain di Depan Kamera

Senin, 29 Juni 2026 - 23:01
Diskusi
Gaya Hidup

Daewoong Soroti Rendahnya Capaian Target LDL pada Pasien Diabetes di PIT PERKENI 2026

Senin, 29 Juni 2026 - 08:49
Exciting Adventures on Australia’s Coral Coast, From Swimming to Sailing
Gaya Hidup

Exciting Adventures on Australia’s Coral Coast, From Swimming to Sailing

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:01
Petualangan Seru di Australia’s Coral Coast, dari Berenang hingga Sailing
Gaya Hidup

Petualangan Seru di Australia’s Coral Coast, dari Berenang hingga Sailing

Minggu, 28 Juni 2026 - 21:01
bigbang
Gaya Hidup

Konser BIGBANG di Goyang Sold Out dalam 22 Menit, 210 Ribu Penggemar Berebut Tiket Tur Dunia

Minggu, 28 Juni 2026 - 06:06
aktor
Gaya Hidup

Mahkamah Agung Korea Putuskan Oh Yeong Su Bebas dalam Kasus Pelecehan Seksual, Putusan Banding Dikuatkan

Minggu, 28 Juni 2026 - 04:44

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1726 shares
    Share 690 Tweet 432
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1694 shares
    Share 678 Tweet 424
  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1641 shares
    Share 656 Tweet 410
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1089 shares
    Share 436 Tweet 272
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1016 shares
    Share 406 Tweet 254
Pemain-Brasil
Olahraga

Hasil Piala Dunia: Brasil Susah Payah Bekuk Jepang, Paraguay Singkirkan Jerman

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 30 Juni 2026 - 08:20

INDOPOSCO.ID - Houston dan Foxborough menjadi saksi dua kisah yang bertolak belakang pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Selasa...

SelengkapnyaDetails
Ancelotti

Brasil Lolos ke 16 Besar, Carlo Ancelotti Sanjung Perlawanan Sengit Jepang

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:10
Meski Diunggulkan, Ancelotti Ingatkan Brasil Waspadai Kejutan Jepang

Meski Diunggulkan, Ancelotti Ingatkan Brasil Waspadai Kejutan Jepang

Senin, 29 Juni 2026 - 22:11
Tantang Brasil, Skuad Samurai Biru Siap Hadirkan Kejutan di Babak 32 Besar

Tantang Brasil, Skuad Samurai Biru Siap Hadirkan Kejutan di Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 - 17:35
Selebrasi

Bungkam Afrika Selatan, Kedisiplinan dan Agresivitas Jadi Kunci Kemenangan Kanada

Senin, 29 Juni 2026 - 10:41
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.