• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

DPR Sayangkan BPS Tidak Libatkan Desa untuk Kumpulkan Data Akurat

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Minggu, 27 Juli 2025 - 20:12
in Nasional
bps

Gedung Badan Pusat Statistik (BPS). Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi X DPR RI Karmila Sari menyoroti pentingnya data yang akurat dari tingkat desa sebagai dasar pembuatan kebijakan yang efektif.

Menurutnya, selama ini banyak kebijakan di daerah yang hanya menjadi solusi instan karena pemerintah tidak memiliki data yang lengkap.

BacaJuga:

SPMB 2026 Diawasi Ketat, Kemendikdasmen Minta Pemda Tutup Celah Titipan dan Pungutan

Indonesia-Brasil Perkuat Riset Semikonduktor, Unicamp Siap Tampung 10 Mahasiswa Pascasarjana

Data WNA Dinilai Belum Transparan, DPR Dorong Sistem Imigrasi Terbuka

“Contoh kita ambil saja sampel provinsi. Provinsi mau bikin program ini itu perlu PAD (Pendapatan Asli Daerah). PAD yang paling banyak itu dari kendaraan bermotor. Sampai saat ini solusi itu belum clear. Makanya pemerintah provinsi, kabupaten/kota itu selalu setiap saat kebijakannya pemutihan pajak,” kata Karmila kepada wartawan di Yogyakarta, dilansir dari laman DPR RI, Minggu (27/7/2025).

Ia pun menyayangkan mengapa Badan Pusat Statistik (BPS) tidak melibatkan perangkat desa dalam pengumpulan data. Padahal, perangkat desa, mulai dari kepala desa hingga RT/RW, adalah pihak yang paling dekat dengan masyarakat dan memiliki data riil mengenai warganya.

“Desa ini pasti setiap kepala desa tentu punya RT/RW. RT/RW yang setiap saat melihat tetangga-tetangga dan warganya yang punya motor berapa orang. Yang punya mobil berapa orang. Yang pendidikannya sekolah di sini berapa orang. Dan kerjaannya seperti apa,” jelasnya.

Untuk itu, politisi Fraksi Partai Golkar ini mendorong BPS untuk dapat bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mengoptimalkan penggunaan dana desa dalam pengumpulan data. Dengan kerja sama ini, BPS dapat memberikan pelatihan kepada petugas di desa, sehingga data yang dihasilkan lebih akurat dan bermanfaat untuk pembangunan di desa itu sendiri.

“Sehingga nanti akan mempermudah BAPPEDA termasuk instansi-instansi lain untuk membuat sesuatu kebijakan yang sesuai dengan kondisi terkini. Jadi (kebijakan) tidak copy paste setiap tahun itu melulu,” ungkapnya.

Selain itu, Karmila juga melihat peluang kolaborasi dengan pihak swasta melalui program CSR (Corporate Social Responsibility). Pihak swasta, sebutnya, bisa memanfaatkan data desa untuk perencanaan bisnis mereka, sementara itu, mereka juga dapat membantu mendanai petugas pendata di desa.

Lebih lanjut, Karmila menekankan bahwa BPS merupakan titik awal sebelum pemerintah melangkah membuat sebuah kebijakan. “Oleh karena itu, data yang konkret dan sesuai kondisi terkini menjadi hal yang krusial,” pungkasnya. (dil)

Tags: Badan Pusat StatistikBPSDatadesaDPR

Berita Terkait.

siswa
Nasional

SPMB 2026 Diawasi Ketat, Kemendikdasmen Minta Pemda Tutup Celah Titipan dan Pungutan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:06
mendikti
Nasional

Indonesia-Brasil Perkuat Riset Semikonduktor, Unicamp Siap Tampung 10 Mahasiswa Pascasarjana

Sabtu, 13 Juni 2026 - 02:20
wna
Nasional

Data WNA Dinilai Belum Transparan, DPR Dorong Sistem Imigrasi Terbuka

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:02
foto
Nasional

Selain Sekolah dan Orang Tua, Platform Wajib Ciptakan Ruang Digital Ramah Anak

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:55
forum
Nasional

Perlindungan Anak Jadi Agenda Bersama, Pengasuh Pesantren Nusantara Rumuskan Langkah Strategis

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:31
spmb
Nasional

SPMB 2026 Diserbu Pendaftar, SCALA by Metranet Klaim Sistemnya Mampu Tangani Lonjakan Akses

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:21

BERITA POPULER

  • tj

    Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    924 shares
    Share 370 Tweet 231
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    902 shares
    Share 361 Tweet 226
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1488 shares
    Share 595 Tweet 372
  • Menang atas Mozambik, Ranking Indonesia Kini Makin Baik

    732 shares
    Share 293 Tweet 183
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.