• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Proyeksi Pembiayaan Syariah Semester II 2025: Tetap Tumbuh namun Lebih Moderat

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 22 Juli 2025 - 14:46
in Ekonomi
pembiayaan-syariah

Ilustrasi pembiayaan syariah. Foto: Freepik

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pembiayaan syariah diproyeksikan tetap mencatatkan pertumbuhan solid pada semester II 2025, meskipun laju ekspansinya diperkirakan tidak sekencang paruh pertama tahun ini.

Bank Indonesia (BI) menargetkan pertumbuhan kredit dan pembiayaan syariah nasional berada di kisaran 8%-11% (year-on-year/yoy) sepanjang 2025. Target ini sedikit direvisi dari proyeksi awal yang berada pada kisaran 11%-13%, sebagai bentuk penyesuaian terhadap tren perlambatan kredit perbankan nasional.

BacaJuga:

Kemenkop Gandeng KLH Dorong Koperasi Masuk Pasar Karbon dan Ekonomi Sirkular

Menengok Dapur Energi Elnusa, Teknologi Vibroseis Jadi Salah Satu Andalan

BTN dan PPATK Perbaiki 20 Rumah Tidak Layak Huni, Bantu Keluarga Prasejahtera

Direktur Infrastruktur Ekonomi Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat, menyampaikan bahwa pertumbuhan pembiayaan syariah secara umum masih memiliki potensi untuk tetap stabil, namun dengan kecepatan yang lebih moderat pada semester kedua.

“Bank akan lebih berhati-hati dalam menyalurkan pembiayaan, mengingat aktivitas ekonomi masyarakat, terutama sektor UMKM, belum sepenuhnya pulih,” ujar Emir kepada INDOPOSCO, Selasa (22/7/2025).

Menurut Emir, kolaborasi yang lebih kuat antara bank syariah, pemerintah, dan lembaga penjamin menjadi kunci dalam memperkuat pembiayaan produktif, terutama bagi pelaku UMKM, agar pertumbuhan menjadi lebih berkelanjutan dan merata.

Untuk mencapai akselerasi yang lebih tinggi, pendekatan sistematis dan komprehensif sangat diperlukan dengan menerapkan beberapa langkah, seperti penyelenggaraan lebih banyak event besar untuk mempromosikan produk perbankan syariah, pengembangan ekosistem keuangan syariah yang terintegrasi, dan program literasi keuangan syariah yang lebih masif dan menyasar berbagai lapisan masyarakat.

“Secara makro, fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penopang. Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 berada di kisaran 4,6%-5,4%, dengan kondisi semester II diperkirakan membaik seiring meningkatnya permintaan domestik serta tetap positifnya kinerja ekspor,” tuturnya.

Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia pada Juli 2025 juga diperkirakan mendorong kinerja pembiayaan. Penurunan ini menurunkan cost of fund (biaya dana) bagi perbankan, sehingga memberikan ruang lebih besar untuk ekspansi pembiayaan, termasuk sektor syariah.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun, lanjut Emir, optimistis terhadap prospek pembiayaan syariah. OJK mencatat bahwa meningkatnya aset dan dana pihak ketiga di bank syariah menjadi indikator positif terhadap kemampuan industri untuk tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

“Selain itu, penyerapan anggaran pemerintah yang biasanya meningkat di paruh kedua tahun juga diyakini akan mendorong pembiayaan proyek-proyek strategis, seperti infrastruktur, pertanian, perdagangan, hingga sektor pendidikan,” jelas Emir.

“Meski proyeksi ekonomi syariah masih positif, sejumlah risiko tetap harus diwaspadai. Di antaranya adalah potensi perlambatan ekonomi global, volatilitas pasar keuangan, kebijakan proteksionisme Amerika Serikat (Trump Effect atau efek kebijakan Presiden Trump), serta meningkatnya ketegangan geopolitik global,” sambungnya.

Selain itu, meskipun Non-Performing Financing (NPF) syariah masih tergolong rendah di angka 2,28% gross per Mei 2025, perbankan menunjukkan sikap lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan. Banyak bank memilih menempatkan dananya ke dalam instrumen surat berharga yang dinilai lebih aman, dibanding ekspansi pembiayaan langsung.

“Dengan berbagai faktor pendorong dan tantangan yang ada, semester II 2025 diproyeksikan akan tetap mencatatkan pertumbuhan pembiayaan syariah yang solid. Laju pertumbuhannya kemungkinan akan setara atau sedikit lebih tinggi dibanding semester I yang tumbuh sekitar 8%-9% yoy, dengan target akhir tahun mendekati 10%-11%,” tambah Emir.

Keberhasilan mencapai target ini sangat ditentukan oleh realisasi permintaan pembiayaan dari sektor riil, kemampuan bank syariah dalam mengelola risiko, serta konsistensi dalam menjaga momentum pertumbuhan yang sehat. (her)

Tags: Bank IndonesiaKNEKSPelaku UMKMPembiayaan Syariah

Berita Terkait.

ferry
Ekonomi

Kemenkop Gandeng KLH Dorong Koperasi Masuk Pasar Karbon dan Ekonomi Sirkular

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:35
elnusa
Ekonomi

Menengok Dapur Energi Elnusa, Teknologi Vibroseis Jadi Salah Satu Andalan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:22
btn
Ekonomi

BTN dan PPATK Perbaiki 20 Rumah Tidak Layak Huni, Bantu Keluarga Prasejahtera

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:35
Geely
Ekonomi

Catat Hasil Positif di GIIAS 2026, Geely Group Kantongi 3.033 SPK

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:19
ut
Ekonomi

Inkubator Bisnis Jadi Senjata Baru UT untuk Dongkrak UMKM Mahasiswa

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:09
Teuku-Rafly
Ekonomi

Riefky Ingin Tenun Jadi Kekuatan Ekonomi Kreatif lewat Weaving Archipelago

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:05

BERITA POPULER

  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2213 shares
    Share 885 Tweet 553
  • Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1160 shares
    Share 464 Tweet 290
  • Perayaan 1 Tahun dengan Berbagai Penghargaan, Mitsubishi Destinator Tampil Mentereng di GIIAS 2026

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    970 shares
    Share 388 Tweet 243
  • PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2466 shares
    Share 986 Tweet 617
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.