• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Pasar Pantau Kesepakatan Dagang AS-Uni Eropa, IHSG Diprediksi Menguat

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 21 Juli 2025 - 20:10
in Ekonomi
pasar

Pengunjung mengambil gambar layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (26/6/2025). Foto : Antara/Fauzan/rwa./aa.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Analis dari Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, memperkirakan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mencatat penguatan pada perdagangan pada Senin,((21/7/2025) , didorong oleh sentimen global yang sedang berkembang.

Faktor utama yang diperkirakan memengaruhi pergerakan IHSG berasal dari negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan mitra utamanya, khususnya Uni Eropa (UE).

BacaJuga:

Awal 2026 Cerah, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi

Survei Ipsos 2026: Kemudahan Jadi Alasan Utama Masyarakat Pilih Bank Digital

Pelemahan Rupiah Dinilai Bukan Sekadar Efek Global, Ekonomi Domestik Ikut Disorot

“IHSG berpotensi bergerak di kisaran 7.250–7.400 sepanjang pekan ini, meski kemungkinan akan terjadi pullback di awal minggu karena aksi ambil untung (profit taking),” ujar Ratna Lim di Jakarta, Senin.

Sepanjang minggu ini, perhatian investor masih akan tertuju pada dinamika tarif impor dan kemungkinan tercapainya kesepakatan dagang antara AS dan Uni Eropa. UE tengah berupaya menyelesaikan perundingan dengan AS sebelum tenggat waktu 1 Agustus 2025, di mana jika tidak tercapai kesepakatan, tarif sebesar 30 persen akan mulai diberlakukan.

Pemerintah AS mengusulkan penerapan tarif umum terhadap produk asal Eropa di atas 10 persen, namun memberikan pengecualian untuk beberapa kategori seperti produk penerbangan, peralatan medis, obat generik, minuman beralkohol, serta peralatan industri penting lainnya.

Agenda pembahasan antara kedua pihak meliputi struktur tarif untuk sektor tertentu, kuota baja dan aluminium, serta upaya menyeimbangkan rantai pasok agar tidak mengalami kelebihan pasokan (oversupply).

Dalam surat resmi yang dikirim oleh mantan Presiden Donald Trump kepada pihak Eropa, disebutkan bahwa AS mempertimbangkan pengenaan tarif sebesar 30 persen untuk beberapa kategori ekspor, 25 persen untuk kendaraan dan suku cadangnya, serta kenaikan tarif dua kali lipat untuk baja dan aluminium. Selain itu, bea masuk tembaga dinaikkan hingga 50 persen.

Akibat kebijakan ini, UE memperkirakan total bea masuk yang dikenakan AS bisa mencapai 380 miliar euro (sekitar 442 miliar dolar AS), atau setara 70 persen dari total ekspor UE ke pasar Amerika.

Di sisi lain, pelaku pasar juga akan fokus pada laporan keuangan kuartal II-2025 (earning season) dari perusahaan-perusahaan besar di Wall Street, serta mencermati data ekonomi AS seperti indeks Purchasing Managers’ Index (PMI), durable goods orders, serta data penjualan rumah baru dan rumah yang sudah ada.

Pasar global juga menantikan hasil rapat kebijakan moneter European Central Bank (ECB) yang dijadwalkan pada Kamis (24/7), serta data PMI dari kawasan Euro, Jerman, Jepang, dan Inggris.

Pada perdagangan Jumat lalu (18/7), bursa saham Eropa menunjukkan performa beragam. Indeks Euro Stoxx 50 tercatat turun 0,33 persen, FTSE 100 Inggris menguat 0,22 persen, DAX Jerman turun 0,33 persen, dan CAC 40 Prancis sedikit naik 0,01 persen seperti dilansir Antara.

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat juga mencatat pergerakan variatif: Dow Jones Industrial Average turun 0,32 persen, S&P 500 turun tipis 0,01 persen, dan indeks Nasdaq justru menguat 0,05 persen. (aro)

Tags: rupiahsahamuang

Berita Terkait.

Belanja
Ekonomi

Awal 2026 Cerah, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi

Jumat, 15 Mei 2026 - 00:44
Transaksi
Ekonomi

Survei Ipsos 2026: Kemudahan Jadi Alasan Utama Masyarakat Pilih Bank Digital

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:42
Mata-Uang
Ekonomi

Pelemahan Rupiah Dinilai Bukan Sekadar Efek Global, Ekonomi Domestik Ikut Disorot

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:01
Perbaikan-Jalan
Ekonomi

Jasa Marga Maksimalkan Tim Preservasi demi Kelancaran Arus Libur Panjang

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:00
Fajar-Wibhiyadi
Ekonomi

Surveyor Indonesia Perkuat TICC untuk Kawal Transportasi Aman dan Berkelanjutan

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:49
Program TJSL
Ekonomi

PLN EPI dan Bahtera Adhiguna Hidupkan Ekonomi Sirkular di Kawasan Wisata Pesisir

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:09

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    1272 shares
    Share 509 Tweet 318
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1093 shares
    Share 437 Tweet 273
  • Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    722 shares
    Share 289 Tweet 181
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.