• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Mengintip Transformasi Industri Harita Nickel, ESG Menjadi Nafas Baru

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Minggu, 13 Juli 2025 - 22:50
in Ekonomi
Para petani binaan Harita Nickel memeriksa buah semangka di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Foto: Harita Nickel

Para petani binaan Harita Nickel memeriksa buah semangka di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Foto: Harita Nickel

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Isu keberlanjutan dan tanggung jawab sosial menjadi salah satu sorotan utama dalam industri tambang mineral di Indonesia. Obrolan tentang nikel tidak lagi sekadar berbicara tonase produksi, nilai ekspor atau target hilirisasi nasional.

Ada satu kata kunci yang mengemuka dan perlahan menjadi nafas baru bagi industri tambang mineral di Indonesia, yakni ESG (Environmental, Social and Governance). Hal ini yang kemudian menjadi atensi khusus dari Harita Nickel.

BacaJuga:

BRI Tawarkan Lebih dari 5.000 Aset dalam Gebyar Lelang Serentak Nusantara 2026

Pertamina Perkuat Strategi Dual Growth untuk Ketahanan Energi dan NZE

Bukan Sekadar Produk Baru, Begini Strategi F&B Hadapi Tekanan Biaya

Community Affairs General Manager Harita Nickel, Dindin Makinudin menjelaskan tambang tidak lagi sekadar mengeruk perut bumi. Ini disampaikan Dindin di hadapan para akademisi, pelaku industri, hingga regulator.

Ia menegaskan investor dan bank saat ini menuntut lebih dari sekadar profit. Mereka menuntut tanggung jawab.

“ESG kini jadi pertimbangan dalam keputusan berinvestasi,” ujar Dindin, dalam diskusi yang digelar Energy Editor Society (E2S) dengan tema Uncovering ESG Transformation in Indonesia’s Nickel Mining Industry di Jakarta, Jumat (4/7/2025).

Menurutnya, tren ini terus menguat. Industri jasa keuangan ingin memastikan investasi mereka aman dan memberikan kinerja yang lebih baik, bukan justru menimbulkan konflik atau merusak lingkungan.

Jika menilik data Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Halmahera Selatan melonjak sejak adanya aktivitas hilirisasi nikel di sana pada 2016. Kini, 54,59 persen PDRB Halmahera Selatan berasal dari industri pengolahan.

“Pertumbuhan ekonomi stabil tumbuh. Industri pengolahan sangat dominan mendorong perekonomian lokal. Artinya, hilirisasi sukses memantik pertumbuhan ekonomi di Halmahera Selatan,” ujar Dindin.

Namun, pertumbuhan ekonomi bukan hanya angka di atas kertas. Di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, kebutuhan beras mencapai 20 ribu sak per bulan, ayam potong sekitar 22 ribu kilogram, belum termasuk ikan dan bahan pangan lainnya. Ratusan pedagang kecil dan pelaku usaha lokal merasakan denyut perputaran ekonomi itu.

“Tidak hanya peluang kerja, tapi juga membuka peluang berusaha. Harapannya hubungan ini menjadi harmonis dan saling menguntungkan antara perusahaan dan masyarakat,” katanya.

Hingga kini, Harita Nickel mencatat telah melahirkan 729 wirausahawan binaan, dengan perputaran ekonomi lokal mencapai Rp14 miliar setiap bulan.

Kendati demikian, ESG bukan hanya tentang ekonomi, tapi juga tentang menjaga kelestarian lingkungan dan tata kelola perusahaan yang transparan.

Demi itu, Harita Nickel melakukan langkah yang terbilang berani, yakni menjalani audit sukarela dari Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA), standar pertambangan global paling ketat di dunia. Audit IRMA dilakukan oleh SCS Global Services, firma audit independen yang disetujui IRMA.

Prosesnya meliputi dua tahap, kajian dokumen yang dimulai Oktober 2024 dan audit lapangan pada April 2025. Lebih dari 400 persyaratan standar IRMA ditinjau, dengan menggali informasi dari masyarakat sekitar, pejabat publik, perwakilan tenaga kerja, hingga pihak berkepentingan lainnya.

Dengan langkah ini, Harita Nickel menjadi perusahaan tambang dan pemrosesan nikel terintegrasi pertama di Indonesia yang diaudit IRMA.

“Komitmen untuk menyelaraskan industri nasional dengan standar global tidak hanya memastikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan, tapi juga menunjukkan industri nikel nasional selaras dengan standar kepatuhan tertinggi di dunia,” jelas Dindin. (rmn)

Tags: ESGHarita NickelIndustri Nikel

Berita Terkait.

bbri
Ekonomi

BRI Tawarkan Lebih dari 5.000 Aset dalam Gebyar Lelang Serentak Nusantara 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:18
Pertamina Perkuat Strategi Dual Growth untuk Ketahanan Energi dan NZE
Ekonomi

Pertamina Perkuat Strategi Dual Growth untuk Ketahanan Energi dan NZE

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:08
indomilk
Ekonomi

Bukan Sekadar Produk Baru, Begini Strategi F&B Hadapi Tekanan Biaya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:06
Beredar Surat Pemakzulan Gibran Catut Nama Anggota DPR, NasDem: Hoaks
Ekonomi

Pemerintah Klaim Harga Kedelai Impor Masih Terkendali di Bawah Harga Acuan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:46
ALLPrint Indonesia 2026 Resmi Dibuka, 400 Peserta dari 10 Negara Unjuk Teknologi Percetakan Terkini
Ekonomi

ALLPrint Indonesia 2026 Resmi Dibuka, 400 Peserta dari 10 Negara Unjuk Teknologi Percetakan Terkini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:39
Perkuat Rantai Pasok Biomassa, PLN EPI Ajak Pengusaha Daerah Kelola Sampah Jadi Barang Bernilai Ekonomis
Ekonomi

Perkuat Rantai Pasok Biomassa, PLN EPI Ajak Pengusaha Daerah Kelola Sampah Jadi Barang Bernilai Ekonomis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:06

OLAHRAGA

Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid
Olahraga

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Editor Ali Rachman
Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23

INDOPOSCO.ID - Perjalanan menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 ternyata tidak dimulai saat mesin motor menderu di Pertamina Mandalika...

SelengkapnyaDetails
novendra

Novendra Priasmoro Berjaya, Percasi DKI Siapkan Skuad Terbaik untuk Kejurnas 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:13
PB FORKI

GGK Indonesia Diperkuat, PB FORKI Siapkan Program Bela Diri untuk Perempuan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:35
elkan

Elkan Baggott Usai Indonesia Juara: Kami adalah Raja Asia Tenggara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:07
timnas

Soal Bonus Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Kata Prabowo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:06

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2714 shares
    Share 1086 Tweet 679
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1212 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    974 shares
    Share 390 Tweet 244
  • Pernyataan SBY Gugatan PHPU Salah Alamat, Analis: MK Bisa Nilai Keabsahan Pencalonan Gibran

    873 shares
    Share 349 Tweet 218
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.