• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Beberapa Negara Alami Krisis Fertilitas, Indonesia Kategori Waspada

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 4 Juli 2025 - 13:05
in Nasional
Dr.-Bonivasius-Prasetya-Ichtiarto

Deputi Pengendalian Kependudukan, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN), Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto, S.Si., M.Eng (kiri). Foto: istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Beberapa negara mengalami krisis fertilitas seperti Singapura, Thailand, Jepang. Faktor penyebabnya bermacam-macam, mulai dari faktor ekonomi, jaminan pendidikan dan jaminan pekerjaan dimasa depan. Hal itu tergambar dalam laporan Situasi Kependudukan Dunia (SWP) 2025.

“Beberapa negara tetangga kita memang sudah alami krisis fertilitas. Akan tetapi Indonesia belum, kalau tidak kita waspadai maka arahnya akan kesana (krisis fertilitas),” jelas Deputi Pengendalian Kependudukan, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN), Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto, S.Si., M.Eng, Kamis (3/7/2025).

BacaJuga:

DPR Kebut Penyusunan RUU Perampasan Aset, Aspirasi Daerah Jadi Prioritas

Tak Perlu Tunggu 2028, DPR Dorong Penyesuaian Anggaran MBG Secepatnya

UT Perkuat Budaya Menulis, Penulis: Ada Ketidakadilan Dana Transfer ke Daerah

Fertilitas merupakan kemampuan alamiah untuk mengalami kehamilan. Akan tetapi banyak faktor membuat kehamilan alami menjadi krisis, selain jambatan utama ekonomi, perumahan dan pekerjaan yang tidak stabil, faktor trauma bagi perempuan juga menjadi hal yang perlu diatasi.

“Orang tidak bisa membuat pilihan sesuai yang mereka inginkan. Dari berbagai faktor temuan dilapangan, pemerintah Indonesia sudah inline dengan program UNFPA (United Nations Population Fund) untuk memiliki anak sehat harus jaga keseimbangan.

Terlalu banyak gak bagus terlalu sedikit juga tidak bagus,” ujarnya.

Lebih lanjut Bonivasius mengatakan peta jalan program kementerian atau yang familiar di Indonesia dengan nama BKKBN tiap tahun dievaluasi bersama kementerian dalam negeri.

“Antar-kementerian lakukan rapat, untuk mengantisipasi faktor penyebab harus kita waspadai. Ada 30 indikator untuk rencana aksi yang dibuat oleh kepala daerah dan dimonitor tiap tahunnya,” urainya.

Sementara itu, Verania Andria Wakil Kepala UNFPA Indonesia mengatakan dari hasil riset yang dilalukan, pihaknya menggambarkan negara-negara memiliki perbandingan yang siknifikan.

Misalnya pada 14.000 responden di 14 negara, termasuk Indonesia, 50% perempuan Indonesia ingin punya ≥2 anak, 17% merasa tidak akan punya anak sebanyak yang diharapkan, dan 40% orang Indonesia usia >50 tidak mencapai jumlah anak yang mereka inginkan.

Alasan utama, biaya hidup tinggi, ketidakamanan kerja, biaya perumahan, 60% orang Indonesia pernah mengalami pembatasan hak reproduksi. Hal yang membutuhkan solusi harapan punya anak vs realita biaya hidup itu menjadi isu menarik tersendiri, dan kehamilan tidak direncanakan dan keinginan yang tak bisa diwujudkan.

“Persoalan di Indonesia dengan negara lain berbeda. Di Indonesia pun demikian, di satu daerah dengan daerah lain pun tidak selalu sama untuk pandangan memiliki dan merencanakan untuk masalah memiliki anak,” katanya.

Verania menggambarkan generasi muda yang ragu punya anak di tengah ketidakpastian masa depan dan ketakutan akan krisis iklim & politik.

“Jadi krisis fertilitas bukan karena orang enggan punya anak, tapi karena dunia belum siap menopang keinginan mereka,” tutupnya. (ney)

Tags: Kemendukbangga/BKKBNKrisis Fertilitasprogram UNFPASituasi Kependudukan Dunia 2025

Berita Terkait.

ruu
Nasional

DPR Kebut Penyusunan RUU Perampasan Aset, Aspirasi Daerah Jadi Prioritas

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:07
mbg
Nasional

Tak Perlu Tunggu 2028, DPR Dorong Penyesuaian Anggaran MBG Secepatnya

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:12
utt
Nasional

UT Perkuat Budaya Menulis, Penulis: Ada Ketidakadilan Dana Transfer ke Daerah

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:02
abdul
Nasional

Mendikdasmen Ajak Guru dan Murid Berinovasi Lewat ImajiNation 2026

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:03
tito
Nasional

Mendagri Tito: Integrasi Data Dukcapil Perkuat Perlindungan Sosial Tepat Sasaran

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:53
Mulai 17 Agustus, Kementerian ATR/BPN Uji Coba Layanan Peralihan Hak 10 Hari di 15 Kantah
Nasional

Mulai 17 Agustus, Kementerian ATR/BPN Uji Coba Layanan Peralihan Hak 10 Hari di 15 Kantah

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:09

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2101 shares
    Share 840 Tweet 525
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2394 shares
    Share 958 Tweet 599
  • Mutasi Besar Polri: 146 Perwira Pati dan Pamen Berganti Jabatan

    1138 shares
    Share 455 Tweet 285
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1082 shares
    Share 433 Tweet 271
  • Pekan Depan Emas Masih Berpotensi Bergejolak, Ini Kisaran Harga yang Diprediksi

    953 shares
    Share 381 Tweet 238
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.