• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

DP2 Makassar Temukan Ratusan Ternak Tak Layak Kurban

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 6 Juni 2025 - 07:07
in Nusantara
sapi

Petugas dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Makassar melakukan pemeriksaan hewan kurban yang dijual di Makassar, Sulawesi Selatan. ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Tim Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Pemerintah Kota Makassar menemukan ratusan ternak yang tidak layak menjadi hewan kurban di Hari Raya Iduladha 1446 Hijiriah, tahun 2025.

“Hasil pemeriksaan antremortem total yang tidak layak korban itu sebanyak 966 ekor yakni sapi, kambing serta domba,” ungkap Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar Evi Aprialty seperti dikutip Antara, Kamis (5/6/2025).

BacaJuga:

Tim SAR Gabungan Temukan 1 Korban Erupsi Gunung Dukono

Operasi SAR 3 Pendaki yang Hilang di Gunung Dukono Dilanjutkan

Responsif dan Inklusif, PetroChina Jadi Contoh Praktik Ketenagakerjaan di Jambi

Temuan tersebut setelah tim dokter hewan melakukan pemeriksaan hewan di tempat penampungan yang tersebar di Kecamatan Bontoala, Tamalate, Manggala, Tamalanrea dan Biringkanaya.

Dari populasi ternak sapi yang diperiksa tim sebanyak 3.703 ekor, tercatat 3.009 ekor dinyatakan layak, namun sisanya 694 ekor dinyatakan tidak layak kurban.

Selanjutnya, ternak kambing yang diperiksa 751 ekor, sebanyak 499 ekor layak kurban dan 252 diantaranya dinyatakan tidak layak. Begitu pula ternak domba dari 45 yang diperiksa, 20 ekor tidak layak dan hanya 25 ekor layak sembelih.

Dan dari pemeriksaan 887 ekor hewan kurban di tempat penampungan juga dinyatakan tidak layak kurban karena belum cukup umur, tetapi malah dipasarkan oleh peternaknya untuk mendapatkan keuntungan.

“Kalau sesuai syariat Islam, hewan kurban yang layak sembelih itu minimal sudah berusia dua tahun. Mungkin saja karena dilihat badannya besar, makanya ikut di jual juga,” paparnya.

Pemeriksaan ternak tersebut dilaksanakan DP2 dan turut melibatkan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sulsel serta relawan mahasiswa dari beberapa Universitas ternama di Kota Makassar selama beberapa hari belakangan jelang Lebaran.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan 24 ekor dicurigai memiliki penyakit mulut dan kuku (PMK), delapan ekor sakit pada bagian mata, 10 ekor ternak mengalami katarak, 24 ekor betina (syaratnya jantan), empat ekor sakit pada bagian kaki, tujuh ekor terpapar flu dan seekor tympani.

Selain pemeriksaan fisik, tim gabungan juga mengambil 401 sampel ulas darah ternak. Sampel ini diuji di laboratorium puskesmas setempat guna mendeteksi penyakit hewan kurban tersebut. Selama proses pemeriksaan DP2 telah mengeluarkan kartu pemeriksaan sebanyak 3.533 lembar yang dinyatakan layak.

“Masyarakat diimbau tetap berhati-hati membeli hewan kurban, dan patut mempertanyakan riwayat ternak yang hendak dibeli baik itu usianya, kesehatannya jangan sampai hewan kurban itu cacat atau terpapar penyakit,” katanya menekankan. (wib)

Tags: DP2 Makassarkurbanternak

Berita Terkait.

Tim SAR Gabungan Temukan 1 Korban Erupsi Gunung Dukono
Nusantara

Tim SAR Gabungan Temukan 1 Korban Erupsi Gunung Dukono

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:45
Operasi SAR 3 Pendaki yang Hilang di Gunung Dukono Dilanjutkan
Nusantara

Operasi SAR 3 Pendaki yang Hilang di Gunung Dukono Dilanjutkan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:21
Responsif dan Inklusif, PetroChina Jadi Contoh Praktik Ketenagakerjaan di Jambi
Nusantara

Responsif dan Inklusif, PetroChina Jadi Contoh Praktik Ketenagakerjaan di Jambi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:02
Penyerahan
Nusantara

PetroChina Raih Platinum P2-HIV/AIDS, Bukti Dunia Usaha Bisa Pimpin Perubahan Kesehatan Pekerja

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:10
Instalasi
Nusantara

Tak Lagi Jauh dari Air Bersih: NHM Peduli Hadirkan Solusi Nyata bagi Warga Kobok

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:27
Tim-SAR
Nusantara

Hari Kedua Pencarian Korban Erupsi Dukono, 2 WNA Terdeteksi di Dekat Bibir Kawah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:07

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3701 shares
    Share 1480 Tweet 925
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • DPR Didesak Turun Tangan, Warga Pam Baru Benhil Bersikukuh Tolak Penggusuran Paksa

    673 shares
    Share 269 Tweet 168
  • Tuduh Seskab Teddy Gay, Amien Rais Siap Hadapi Gugatan Hukum

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Lisa Blackpink dan Ningning aespa Tuai Kontroversi, Seruan Boikot Menguat

    659 shares
    Share 264 Tweet 165
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.