• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Industri Keuangan Syariah Indonesia Tunjukkan Pertumbuhan Solid di Tengah Tantangan Global

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 16 Mei 2025 - 15:21
in Nasional
keuangan

Ilustrasi industri keuangan syariah nasional menunjukkan kinerja yang positif. Foto: Dok. KNEKS

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah ketidakpastian dan tantangan ekonomi global, industri keuangan syariah nasional menunjukkan kinerja yang positif dan momentum pertumbuhan yang solid.

Pada tahun 2024, total aset keuangan syariah Indonesia tercatat sebesar Rp9.927 triliun, atau setara dengan 45% dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Meskipun laju pertumbuhan melambat dari 22% pada tahun 2023 menjadi 11,8% pada tahun 2024, sektor ini tetap menunjukkan arah pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

BacaJuga:

Usaha Garam Rakyat Aceh Bangkit Lewat Bantuan Rumah Perebusan dari KKP

Irene Umar Tantang Anak Muda Ikut Tentukan Masa Depan Ekraf Indonesia

Kunjungan Wisman Tembus 12 Juta, Pariwisata Indonesia Tumbuh Resilien hingga September 2026

Memasuki tahun 2025, tren positif tersebut terus berlanjut. Per Kuartal I 2025, total aset keuangan syariah nasional mencapai Rp9.529,21 triliun, dengan pangsa pasar sebesar 25,1%. Pertumbuhan aset tercatat dari seluruh sektor keuangan syariah, menandakan bahwa industri ini terus berkembang secara inklusif dan terstruktur.

“Sektor pasar modal syariah menjadi penyumbang terbesar dalam keseluruhan ekosistem keuangan syariah. Dengan nilai aset mencapai Rp8.176,12 triliun, yang mencakup kapitalisasi saham syariah dan pembiayaan melalui securities crowdfunding (SCF) syariah, sektor ini berkontribusi sebesar 86% terhadap total aset keuangan syariah nasional,” tulis Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dalam keterangannya seperti dikutip, Jumat (16/5/2025).

Pertumbuhan pasar modal syariah tercatat sebesar 4,7% (YoY), jauh melampaui pertumbuhan pasar modal nasional yang hanya sebesar 1,4% (YoY). Hal ini menegaskan peran strategis pasar modal syariah sebagai pilar utama dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah nasional.

Di sisi lain, sektor perbankan syariah mencatat kontribusi sebesar 10% terhadap total aset, atau senilai Rp960,82 triliun. Pertumbuhannya sebesar 7,6% (YoY), sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan aset perbankan nasional yang berada pada angka 7% (YoY). Kinerja ini mencerminkan daya saing yang semakin kuat dari perbankan syariah di tengah kompetisi sektor jasa keuangan.

Sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) syariah juga mencatat pertumbuhan yang signifikan. Dengan total aset sebesar Rp392,27 triliun, sektor ini memberikan kontribusi sekitar 4% terhadap total keuangan syariah nasional. Pertumbuhannya mencapai 10,9% (YoY), jauh melampaui pertumbuhan IKNB nasional yang hanya sebesar 4,6% (YoY).

“Total aset IKNB syariah ini mencakup berbagai institusi seperti Lembaga Pengelola Dana Haji, koperasi syariah, layanan syariah jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsosnaker), paket investasi syariah Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), serta Tapera Syariah. Di antara seluruh komponen tersebut, Lembaga Pengelola Dana Haji menjadi penyumbang terbesar, yaitu 45% dari total aset sektor IKNB syariah,” jelasnya.

Capaian positif ini menjadi bukti nyata transformasi lanskap keuangan syariah di Indonesia. Pertumbuhan dari seluruh sektor bukan hanya memperkuat ketahanan sistem keuangan nasional, namun juga menjadi indikasi bahwa keuangan syariah memiliki potensi besar sebagai motor penggerak ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi yang erat antar kementerian/lembaga serta seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. Ke depan, diharapkan sektor ini terus berkembang secara berkelanjutan dan mampu memberikan kontribusi lebih besar dalam mendorong perluasan inklusi keuangan, mendukung pembiayaan sektor riil dan infrastruktur, serta memperkuat peran UMKM dalam perekonomian nasional,” tambahnya. (her)

Tags: Industri Keuangan SyariahPertumbuhan SolidTantangan Global

Berita Terkait.

Kunjungan Wisman Tembus 12 Juta, Pariwisata Indonesia Tumbuh Resilien hingga September 2026
Nasional

Usaha Garam Rakyat Aceh Bangkit Lewat Bantuan Rumah Perebusan dari KKP

Senin, 9 November 2026 - 01:43
Kunjungan Wisman Tembus 12 Juta, Pariwisata Indonesia Tumbuh Resilien hingga September 2026
Nasional

Irene Umar Tantang Anak Muda Ikut Tentukan Masa Depan Ekraf Indonesia

Senin, 9 November 2026 - 00:33
Kunjungan Wisman Tembus 12 Juta, Pariwisata Indonesia Tumbuh Resilien hingga September 2026
Nasional

Kunjungan Wisman Tembus 12 Juta, Pariwisata Indonesia Tumbuh Resilien hingga September 2026

Minggu, 8 November 2026 - 23:12
Hotspot Nasional Melonjak 165 Titik, Kemenhut Fokus Penanganan Karhutla di Kalteng
Nasional

Hotspot Nasional Melonjak 165 Titik, Kemenhut Fokus Penanganan Karhutla di Kalteng

Minggu, 8 November 2026 - 22:21
TPG Rp6,3 Miliar Cair, 263 Ustaz Pesantren Terima Tunjangan Profesi
Nasional

TPG Rp6,3 Miliar Cair, 263 Ustaz Pesantren Terima Tunjangan Profesi

Minggu, 8 November 2026 - 20:11
Soroti Kasus Penyadapan, DPD RI: Penegakan Hukum Tak Boleh Pandang Bulu
Nasional

Soroti Kasus Penyadapan, DPD RI: Penegakan Hukum Tak Boleh Pandang Bulu

Minggu, 8 November 2026 - 17:55

OLAHRAGA

STY
Olahraga

Persija vs Persebaya, Shin Tae-yong Wanti-wanti Pemain Tidak Lengah

Editor Juni Armanto
Sabtu, 7 November 2026 - 15:45

INDOPOSCO.ID - Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong meminta anak asuhnya tetap waspada saat menghadapi Persebaya Surabaya pada pekan kesembilan Super...

SelengkapnyaDetails
witan

Jamu Persebaya, Persija Usung Misi Bangkit di Hadapan Jakmania

Sabtu, 7 November 2026 - 09:35
Sirkuit Mandalika

Gaspol di Mandalika, Pertamina Dukung Regenerasi Pebalap Indonesia lewat MRS 2026

Jumat, 6 November 2026 - 21:21
rafael

PSIM vs Dewa United: Asa ke Puncak, Banten Warriors Pantang Terpeleset

Jumat, 6 November 2026 - 11:21
bola

Super League Pekan 9: Ada Big Match Persija vs Persebaya, Persib Main di Ujung Laga

Jumat, 6 November 2026 - 08:51

BERITA POPULER

  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    3348 shares
    Share 1339 Tweet 837
  • Heboh Isu Jenderal Polisi Ditangkap terkait Penyadapan Prabowo, Polri Bilang Begini

    2314 shares
    Share 926 Tweet 579
  • Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027

    1183 shares
    Share 473 Tweet 296
  • Bachtiar Nasir Tegaskan Penolakan Konser Andrea Bocelli Berlandaskan Nilai Kemanusiaan

    880 shares
    Share 352 Tweet 220
  • Super League Pekan 9: Ada Big Match Persija vs Persebaya, Persib Main di Ujung Laga

    864 shares
    Share 346 Tweet 216
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.