• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Amsiah Rasakan Pemerataan Daging Kurban Dompet Dhuafa Hingga Wilayah Papua

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 14 Mei 2025 - 16:46
in Nusantara
Daging-Kurban

Salah satu warga Papua, Amsiah (22) menerima bantuan daging korban. Foto: Dompet Dhuafa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Iduladha selalu memberikan makna mendalam bagi umat muslim. Iduladha mengajarkan nilai-nilai keikhlasan, kesabaran, ketaatan, berbagi dan pengorbanan sekaligus. Amsiah (22) saat di wawancarai (Rabu, 14/05), di sudut terpencil Kurowato, Kecamatan Aimas, Kabupaten Sorong, Papua.

Setiap hari, Amsiah harus menempuh perjalanan cukup jauh, berjalan kaki menyusuri medan berat demi satu tujuan yaitu mencari nafkah untuk kedua anaknya. Setiap pagi, tujuannya adalah batu karang yang sumber penghasilan utama Amsiah, ia membelah batu karang menggunakan linggis.

BacaJuga:

Kekeringan Meluas di Pulau Jawa, BNPB Salurkan Bantuan Air Bersih ke Ribuan Warga

Bio Farma Beralih ke CNG, Gandeng PGN Gagas Demi Produksi Lebih Hijau

Mengintip Laboratorium Penjaga Kualitas Lingkungan Milik PTSI, dari Air Minum hingga Emisi Industri

“Pergi cuma belah batu karang, pagi jam tujuh atau delapan saya berangkat, pulang bisa sore jam empat atau setengah lima di Klaleng Ampat, lumayan jauh, saya jalan kaki ke sana, balik juga jalan kaki kalau ada truk kita numpang,” tutur Amsiah.

Selain jarak dan waktu, proses yang ia lakukan juga menguras tenaga.

“Di bawah itu kasih pindah, baru kasih naik baru kita dapat batu dan pake linggis kita belah batu karang,” tambah Amsiah.

Setiap insan dihadapkan pada pilihan dalam hidup mulai dari hal-hal sederhana hingga keputusan besar seperti karier, hubungan, dan tujuan hidup. Dalam masyarakat, peran kepala keluarga biasanya diemban oleh laki-laki. Namun, tidak semua kisah berjalan sesuai pakem itu. Amsiah, misalnya, harus menjalani peran ganda sebagai ibu sekaligus ayah bagi anak-anaknya, karena suaminya telah menutup usia sejak tahun 2023 dikarenakan sakit yang dideritanya.

Bukan karena keinginan, melainkan karena keadaan yang menuntutnya untuk kuat, dan menjadi segalanya bagi keluarga. Pilihan itu bukan yang mudah, tapi ia menerimanya dengan lapang, karena cinta dan tanggung jawab kerap membuat manusia mampu melampaui batas dirinya.

“Suami saya sudah meninggal jadi terpaksa saya cari pekerjaan sendiri untuk anak-anakkan kita mata pencaharian juga itu mau ga mau,” kata Amsiah dengan tegar.

Kini ia tinggal bersama ibunya dan harus menghidupi anak-anak seorang diri. Rutinitas paginya dimulai dengan memasak nasi, memastikan anak-anak tidak pulang sekolah dalam keadaan lapar.

Dalam sehari, jika beruntung, Amsiah bisa membawa pulang setengah hingga satu rit batu.Namun, pekerjaan ini tak selalu pasti. Sering kali ia harus menunggu lama sampai ada trek yang bisa mengangkut batu-batu itu.

“Kalau dapat ya alhamdulillah, kita pulang,” jelas Amsiah.

Namun, di tengah perjuangan itu, momen seperti Iduladha tahun lalu menghadirkan haru dan syukur. Di tengah kesulitan yang dirasakan Amsiah, dapat memberikan kebahagiaan bagi Amsiah dan anak-anaknya, karena ia dapat merasakan daging kurban di momen hari raya.

“Kalau ada rezeki kita beli ikan juga, kalau tidak ada kita makan sayur kangkung saja, makan dengan anak anak,” terangnya.

Kurban Sengaruh Itu juga dirasakan Amsiah, yang dapat memberikan kebahagiaan sederhana bagi Amsiah dan keluarga kecilnya.

“Alhamdulillah, di Iduladha ini bisa dapat daging kurban, senang juga, makan dengan nasi. Anak-anak juga makan, iya senang juga ya dapat daging, terima kasih Dompet Dhuafa” ucapnya sambil tersenyum kepada sang anak.

Kini, harapan Amsiah tinggal satu bisa menyekolahkan anak-anaknya. Harapan ini juga yang menjadi mimpi terakhir sang suami.

“Dia mau kasih sekolah anak-anaknya, tapi butuh biaya buat anak anak sekolah,” ungkap Amsiah.

Amsiah tetap berdiri teguh, perjuangan dan pengorbanannya dimaknai sebagai simbol ketangguhan perempuan demi masa depan yang lebih baik bagi anak-anaknya. (adv)

Tags: daging kurbanDompet DhuafaIduladhaPapua

Berita Terkait.

Penyaluran-Air-Bersih
Nusantara

Kekeringan Meluas di Pulau Jawa, BNPB Salurkan Bantuan Air Bersih ke Ribuan Warga

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:06
Perwira
Nusantara

Bio Farma Beralih ke CNG, Gandeng PGN Gagas Demi Produksi Lebih Hijau

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:02
Lab
Nusantara

Mengintip Laboratorium Penjaga Kualitas Lingkungan Milik PTSI, dari Air Minum hingga Emisi Industri

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:01
Gempa-Bali
Nusantara

Getarkan Wilayah Badung dan Gianyar, Gempa Bumi di Bali Dikategorikan Dangkal

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:30
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU LGBT, Bakal Dibahas di Kongres Umat Islam
Nusantara

1.507 Warga Nunukan Masih Terisolasi Akibat Longsor, Status Tanggap Darurat Ditetapkan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:15
gempa
Nusantara

Gempa Bumi Bermagnitudo 4,8 Mengguncang Pasaman di Sumatera Barat Pagi Ini

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:37

BERITA POPULER

  • messi

    Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    12536 shares
    Share 5014 Tweet 3134
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2879 shares
    Share 1152 Tweet 720
  • Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    1744 shares
    Share 698 Tweet 436
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1382 shares
    Share 553 Tweet 346
  • Piala Dunia 2026: Wasit Kontroversial AS Pimpin Semifinal Argentina vs Inggris

    1277 shares
    Share 511 Tweet 319
Tuchel
Olahraga

Kelelahan Bukan Hambatan, Tuchel Beber Kunci Kemenangan Dramatis Inggris atas Prancis

Editor Nelly Marinda Situmorang
Minggu, 19 Juli 2026 - 09:42

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel angkat suara setelah timnya meraih medali perunggu pada Piala Dunia 2026 usai mengalahkan...

SelengkapnyaDetails
Saka

Hasil Piala Dunia: Hat-trick Bukayo Saka Antar Inggris Raih Perunggu

Minggu, 19 Juli 2026 - 07:09
Deschamps Mundur Jadi Pelatih Prancis Usai Piala Dunia 2026, Zidane Penggantinya?

Deschamps Mundur Jadi Pelatih Prancis Usai Piala Dunia 2026, Zidane Penggantinya?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:31
Final Piala Dunia 2026: Scaloni Hadapi Dilema Personal Lawan Spanyol

Final Piala Dunia 2026: Scaloni Hadapi Dilema Personal Lawan Spanyol

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:16
Alasan Takhayul, Angel Di Maria Ogah Tonton Langsung Final Piala Dunia 2026

Alasan Takhayul, Angel Di Maria Ogah Tonton Langsung Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:49
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.