INDOPOSCO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bencana kekeringan mulai mendominasi sejumlah kabupaten/kota di Pulau Jawa. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan, BNPB Abdul Muhari mengatakan, dampak kekeringan menyebabkan ribuan warga mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Dikatakan dia, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, kekeringan melanda Desa Sumber Jeruk, Kecamatan Kalisat, serta Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari sejak awal Juli 2026.
“Sebanyak 870 kepala keluarga (KK) terdampak dan mengalami krisis air bersih,” ujar Muhari dalam keterangan, Minggu (19/7/2026).
Ia menambahkan, kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Pasuruan. Kekeringan melanda Desa Petung, Gerbo, dan Winongan dengan jumlah warga terdampak mencapai 615 KK. BPBD setempat telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak dua ritase ke Dusun Precet dan Dusun Tegal di Desa Petung.
“Di Jawa Tengah, kekeringan turut dirasakan masyarakat Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. Sedikitnya 10.688 warga mengalami kesulitan memperoleh air bersih,” katanya.
Menurutnya, BPBD Kabupaten Klaten telah mengirimkan 285 tangki air bersih atau sekitar 1.425.000 liter. Selain Klaten, kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Kudus, Boyolali, Banyumas, dan Pemalang.
Sementara itu, masih ujar dia, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dampak kekeringan semakin meluas. Tercatat 33 desa di 17 kecamatan terdampak dengan jumlah warga mencapai 43.451 jiwa.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat telah menetapkan status darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.307-BPBD/2026 yang berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026.(nas)


















