INDOPOSCO.ID – PT Bio Farma (Persero) resmi memulai babak baru dalam penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan. Perusahaan farmasi pelat merah itu kini memanfaatkan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai sumber energi operasional melalui kerja sama dengan PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas).
Peresmian kolaborasi tersebut berlangsung di kompleks Bio Farma, Bandung, pada 15 Juli 2026. Momentum ini menjadi tonggak penting karena merupakan penggunaan CNG pertama di lingkungan Bio Farma sekaligus memperkuat komitmen kedua perusahaan dalam mendukung transisi energi nasional.
Direktur Operasi PT Bio Farma (Persero), Iin Susanti, mengatakan pemanfaatan CNG merupakan bagian dari transformasi perusahaan menuju operasional yang lebih berkelanjutan.
“BioFarma berkomitmen untuk menerapkan implementasi prinsip ESG salah satunya melalui pemanfaatan bahan bakar yang rendah emisi dan lebih ramah lingkungan seperti CNG,” ujar Iin dalam keterangannya, Minggu (19/7/2026).
Kolaborasi ini juga memperlihatkan sinergi antar-BUMN. Bio Farma sebagai induk Holding BUMN Farmasi menggandeng PGN Gagas, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) yang berada di bawah Subholding Gas Pertamina.
Direktur Utama PT Gagas Energi Indonesia, Santiaji Gunawan, menilai kerja sama tersebut bukan sekadar penyediaan energi, tetapi juga mendukung sektor kesehatan yang menjadi kebutuhan vital masyarakat.
“Kolaborasi dengan Bio Farma menjadi bagian dari komitmen kami memperluas manfaat CNG ke sektor-sektor esensial yang menopang kebutuhan dasar masyarakat, termasuk kesehatan. Keandalan pasokan energi di fasilitas produksi seperti Bio Farma sangat penting, karena menyangkut kesinambungan produksi yang berdampak langsung pada layanan kesehatan publik,” kata Santiaji.
Dalam kerja sama tersebut, PGN Gagas akan memasok sekitar 300.000 meter kubik CNG setiap bulan untuk mendukung aktivitas produksi Bio Farma. Pemanfaatan energi gas bumi itu diperkirakan mampu menghadirkan efisiensi operasional hingga 40 persen dibandingkan sumber energi yang sebelumnya digunakan.
PGN Gagas sendiri merupakan lini bisnis PGN yang fokus pada distribusi gas di luar jaringan pipa melalui layanan Gaslink, termasuk penyediaan CNG dan LNG bagi pelanggan industri maupun komersial. Hingga Juni 2026, layanan Gaslink telah menjangkau lebih dari 600 pelanggan dengan total penyaluran hampir 11 BBTUD.
Bagi Bio Farma, keberadaan pasokan energi yang stabil menjadi faktor penting mengingat perusahaan merupakan salah satu produsen vaksin terbesar di Asia Tenggara. Produk-produknya telah digunakan di lebih dari 150 negara, sehingga kontinuitas proses produksi menjadi prioritas utama.
Sementara bagi PGN Gagas, kerja sama ini semakin memperkuat posisi Gaslink sebagai solusi energi untuk sektor-sektor strategis nasional, sekaligus memperluas pemanfaatan gas bumi yang lebih bersih di berbagai industri.
Kolaborasi tersebut menjadi contoh nyata sinergi lintas ekosistem BUMN dalam mendorong efisiensi operasional sekaligus mendukung target pengurangan emisi dan transisi menuju penggunaan energi yang lebih berkelanjutan.(her)


















