INDOPOSCO.ID – Upaya penanganan darurat bencana tanah longsor yang memutus akses jalan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, masih terus berlangsung. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sebanyak 1.507 warga hingga kini masih terisolasi akibat terputusnya jalur penghubung antara Kecamatan Krayan Barat dan Kecamatan Krayan Selatan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, longsor telah menghambat mobilitas masyarakat di sedikitnya 13 desa. Total warga terdampak mencapai sekitar 460 kepala keluarga.
Desa yang masih terdampak meliputi Long Pa’sia, Liang Lunuk, Long Budung, Pa’ Dalan, Pa’ Urang, Pa’tera, Pa’ Sing, Long Pupung, Pa’ Upan, Long Birar, Pa’ Kaber, Pa’ Amai, dan Pa’ Ibang.
Selain akses jalan yang lumpuh, masyarakat juga menghadapi keterbatasan pasokan listrik.
“Aliran listrik dari PLN hanya dapat dinikmati selama empat jam setiap hari, yakni mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WITA,” ujar Muhari dalam keterangan, Sabtu (18/7/2026).
Ia mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan kondisi seluruh warga terdampak. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Nunukan telah menetapkan status tanggap darurat selama 15–28 Juli 2026 guna mempercepat penanganan di lapangan.
BNPB, lanjutnya, akan memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah selama masa tanggap darurat, termasuk dalam upaya pemulihan akses dan penanganan kebutuhan masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan longsor agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Potensi hujan dengan intensitas tinggi yang dapat terjadi sewaktu-waktu memicu longsor,” ungkapnya. (nas)

















