• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Warga Sipil Jadi Korban Ledakan Amunisi, Dedi Mulyadi: Posisinya Bekerja Bukan Mulung

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 13 Mei 2025 - 18:38
in Nasional
ledakan

Asap hitam membumbung tinggi dari lokasi pemusnahan amunisi tidak layak pakai di wilayah Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat. ( Dok TNI AD)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, warga sipil yang menjadi korban dalam tragedi ledakan pemusnahan amunisi tak layak pakai di Garut, Jawa Barat berstatus sebagai pekerja non formal. Mereka membantu pihak militer membuka selongsong bekas.

Total ada 13 korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Sembilan orang merupakan warga sipil. Sementara empat lainnya merupakan prajurit TNI AD dari Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) III Jakarta.

BacaJuga:

Sambut Hari Bhayangkara, Wakapolri Minta Jajaran Dekat dengan Masyarakat

Presiden Jerman ke Jakarta, Pengaturan Lalin Jalur Protokol Bersifat Situasional

585 Personel Gabungan Amankan Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman di Jakarta

Menurut penuturan salah seorang pria yang menjadi saksi kejadian ledakan pemusnahan amunisi tidak layak itu, jadwal kerja mereka tidak menentu karena hanya mengikuti permintaan dari satuan TNI AD datang ke lokasi itu.

“Ikut kerja di situ. Kadang 10 sampai 15 hari (kerjanya),” kata Dedi Mulyadi saat berbincang dengan seorang saksi itu dalam akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71, Selasa (13/5/2025).

Ia menyebut, keberadaan saksi tersebut dan para korban lainnya tidak mengumpulkan kembali selongsong peluru hasil pemusnahan amunisi. Mereka mendapat upah beragam, namun tak lebih dari Rp200 ribu per hari.

“Posisi bapak (saksi itu) bukan mulung, bukan berburu besi bekas, bukan berburu selongsong. Posisi di situ adalah bekerja, kuli. Dengan upah Rp150 ribu sampai Rp200 ribu,” ujar Dedi.

Kejadian tersebut merupakan peristiwa yang tidak pernah terduga. Karenanya ia menyampaikan duka cita mendalam atas banyaknya korban jiwa dalam ledakan pemusnahan amunisi di Garut.

“Terjadi kecelakaan saat bekerja. Saya sampaikan bela sungkawa,” ucap mantan Bupati Purwakarta itu.

Ledakan dahsyat itu terjadi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada, Senin (12/5/2025) kemarin. TNI membantu proses pemakaman dan pemulangan para korban kepada keluarganya. (dan)

Tags: Dedi MulyadiKorban Ledakan AmunisiLedakan AmunisiWarga Sipil

Berita Terkait.

Dedi-Prasetyo
Nasional

Sambut Hari Bhayangkara, Wakapolri Minta Jajaran Dekat dengan Masyarakat

Senin, 15 Juni 2026 - 09:27
Pengawalan
Nasional

Presiden Jerman ke Jakarta, Pengaturan Lalin Jalur Protokol Bersifat Situasional

Senin, 15 Juni 2026 - 09:07
Presiden-Jerman
Nasional

585 Personel Gabungan Amankan Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman di Jakarta

Senin, 15 Juni 2026 - 08:26
rini
Nasional

Menteri PANRB Dorong ASN BerAKHLAK dan Adaptif Hadapi Tantangan Birokrasi Masa Depan

Senin, 15 Juni 2026 - 02:02
irfan
Nasional

Notarace 2026, INI Padukan Olahraga dan Penguatan Wawasan Profesi Notaris

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:23
komdigi
Nasional

Internet Bak Pisau Bermata Dua, Menkomdigi Ajak Komunitas Muda Bangun Ruang Digital Positif

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:02

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    5954 shares
    Share 2382 Tweet 1489
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1633 shares
    Share 653 Tweet 408
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1014 shares
    Share 406 Tweet 254
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    935 shares
    Share 374 Tweet 234
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.