• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Waspada, 3 Faktor Utama Penyebab Masalah Kesehatan Mental Remaja di Indonesia

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Sabtu, 3 Mei 2025 - 23:43
in Nasional
Ilustrasi seseorang remaja bermain game online. Foto: Freepik

Ilustrasi seseorang remaja bermain game online. Foto: Freepik

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kesehatan mental remaja di Indonesia menjadi isu penting dan perlu diperhatikan. Berdasar survei Nasional Kesehatan Mental Remaja (I-NAMHS) beberapa waktu lalu menyebutkan, 15,5 juta remaja di Tanah Air mengalami setidaknya satu masalah kesehatan mental.

Data itu menunjukkan bahwa sekitar 34,9 persen remaja (usia 10–17 tahun) menghadapi gangguan seperti depresi, kecemasan, stres pasca- trauma, masalah perilaku, hingga gangguan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD).

BacaJuga:

Universitas Darunnajah dan UIT Lirboyo Kediri Teken MoU, Perkuat Sinergi Kampus Pesantren

DPR Kritik Program Kementerian Imipas, Singgung Overkapasitas hingga Narkoba di Lapas

Kemendagri Ingatkan Daerah: Inovasi adalah Kunci Memperkuat Kemandirian Fiskal

Menurut Direktur Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Imran Pambudi, data tersebut mengindikasikan adanya tekanan emosional yang cukup besar di kalangan remaja. Terdapat sejumlah hal yang mempengaruhi kesehatan mental remaja, salah satunya kecanduan internet.

Laporan Digital 2025 Global Overview Report menunjukkan bahwa 98,7 persen warga Indonesia berusia 16 tahun ke atas menggunakan ponsel sebagai alat utama untuk mengakses internet. Rata-rata waktu dihabiskan berselancar di dunia maya mencapai 7 jam 22 menit per hari.

“Data itu menandakan intensitas penggunaan yang tinggi dan berpotensi mengindikasikan kecanduan digital, terutama pada generasi remaja yang menjadi pengguna aktif,” kata dr. Imran kepada INDOPOSCO melalui gawai, Jakarta, Sabtu (3/5/2025).

Selain itu, kecanduan gim online. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 menunjukkan bahwa anak usia 0–18 tahun mendominasi pasar gim online dengan persentase mencapai 46,2 persen.

“Hal ini menunjukkan bahwa kecanduan game online telah menjadi isu serius, di mana waktu bermain yang berlebihan berdampak pada aspek akademis maupun interaksi sosial remaja,” ujar dr. Imran.

Intensitas tinggi penggunaan internet dan gim online mengindikasikan perlunya intervensi untuk mendidik generasi muda dalam literasi digital dan manajemen waktu. “Hal ini penting agar teknologi dapat menjadi alat pemberdayaan, bukan faktor yang mengganggu keseimbangan sosial dan psikologis,” jelas dr. Imran.

Hal lain yang menjadi penyebab masalah mental remaja di Indonesia ialah kenakalan remaja. Beberapa laporan yang diketahuinya menyebutkan, sejak awal tahun 2025 tercatat ratusan anak terlibat dalam tindak kriminal.

Seperti terlibat aksi tawuran dengan penggunaan senjata tajam telah terjadi di beberapa kota seperti Sukabumi, Kupang, Bogor, dan Jakarta. Tindakan itu bahkan menyentuh ranah kriminal.

Menurutnya, peningkatan kasus kenakalan dan keterlibatan dalam tindak kriminal semakin menekankan perlunya peran aktif dari keluarga, sekolah, dan pemerintah.

“Strategi pencegahan, pembinaan karakter, dan penguatan nilai-nilai keluarga sangat krusial untuk mencegah anak- anak terjerumus ke dalam perilaku menyimpang,” imbuh alumni Fakultas Kedokteran (FK) UNAIR itu. Baru-baru ini muncul Ide Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ‘menyekolahkan’ anak nakal ke barak militer, untuk dilakukan pendisiplinan dan membantu kesehatan mental. (dan)

Tags: KemenkeskesehatanKesehatan Mentalremaja

Berita Terkait.

MOU
Nasional

Universitas Darunnajah dan UIT Lirboyo Kediri Teken MoU, Perkuat Sinergi Kampus Pesantren

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:06
Willy-Aditya
Nasional

DPR Kritik Program Kementerian Imipas, Singgung Overkapasitas hingga Narkoba di Lapas

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:45
Agus-Fatoni
Nasional

Kemendagri Ingatkan Daerah: Inovasi adalah Kunci Memperkuat Kemandirian Fiskal

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:44
Rini
Nasional

Kementerian PANRB Dorong Perubahan Nyata Lewat Zona Integritas, Pengusulan Berakhir 30 Juni

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:02
Rakor
Nasional

Pemerintah Perkuat Dukungan Penataan Program MBG, Kelompok 3B dan Wilayah 3T Menjadi Prioritas

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:01
air
Nasional

Kemarau Mulai Menggigit, Ratusan Kepala Keluarga di Daerah Ini Alami Krisis Air Bersih

Jumat, 12 Juni 2026 - 06:06

BERITA POPULER

  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1230 shares
    Share 492 Tweet 308
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1469 shares
    Share 588 Tweet 367
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    895 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    893 shares
    Share 357 Tweet 223
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.