• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Hardiknas 2025, Cucu Ki Hadjar Dewantara Gagas Pendidikan yang Memerdekakan dan Berdaya Saing

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 1 Mei 2025 - 10:37
in Nasional
Antarina-SF-Amir

Cucu Ki Hadjar Dewantara, Antarina SF Amir. Foto: Dokumen Kemendikdasmen

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) setiap 2 Mei menjadi momentum refleksi kritis terhadap arah pendidikan di Indonesia. Di era globalisasi dan digitalisasi saat ini, soft skills atau life skills seperti kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, kreativitas, dan pemecahan masalah menjadi kunci bagi siswa dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.

Cucu Ki Hadjar Dewantara yang juga pakar pendidikan Antarina SF Amir menyebut ada delapan pilar penting life skills yang perlu dibentuk melalui proses pembelajaran dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga pendidikan dasar menengah (SD, SMP, dan SMA).

BacaJuga:

Terungkap, Raja Juli dengan Suhardiman Amby Gelar Pertemuan Beberapa Kali

Menkeu Purbaya Kunjungi Booth Mitsubishi Fuso, Hasil Uji Biodiesel B50 Canter Jadi Sorotan

6 Profesor UT Dikukuhkan, dari AI hingga Perlindungan Pekerja Migran Jadi Senjata Hadapi Zaman

“Fondasi pendidikan yang kokoh harus diletakkan sejak usia dini hingga sekolah menengah atas. Ini mencakup pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, berkomunikasi, serta, berkolaborasi,” ujar Antarina dalam keterangan, Kamis (1/5/2025).

Keterampilan-keterampilan dasar ini, lanjutnya, akan menjadi landasan bagi siswa untuk belajar secara mandiri, bekerja sama dengan orang lain, serta memahami dan mengolah informasi di berbagai bidang ilmu.

Dia juga menyampaikan, Gen Z yang tumbuh di era digital (digital native) seringkali dianggap sebagai generasi yang melek teknologi. “Namun, minimnya kemampuan Meta Level Reflection dan Expert Thinking dapat menghambat literasi digital mereka yang sebenarnya,” jelasnya.

“Literasi digital bukan hanya tentang kemampuan menggunakan perangkat dan aplikasi, tetapi juga tentang kemampuan untuk mengevaluasi informasi secara kritis, memahami implikasi etis dari teknologi, serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab dan produktif,” sambung Antarina.

Jika Gen Z tidak memiliki kemampuan Meta Level Reflection dan Expert Thinking yang kuat, menurutnya, mereka mungkin menjadi konsumen pasif teknologi, mudah terpengaruh oleh disinformasi, dan kurang mampu memanfaatkan teknologi untuk inovasi dan pemecahan masalah.

Ia menekankan bahwa pendidikan harus berfokus pada pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia saat ini. “Keterampilan hidup bukan hanya tentang kemampuan teknis, tetapi juga mencakup soft skills yang sangat penting dalam interaksi sosial,” ujarnya.

“Kita perlu membekali siswa dengan keterampilan yang memungkinkan mereka untuk beradaptasi dan berinovasi dalam menghadapi tantangan yang terus berubah,” imbuhnya.

Selain skill atau kompetensi, masih ujar dia, dalam konteks dunia yang semakin kompleks dan terhubung, pengembangan kemampuan empati sosial (empathetic social skills) dan kepemimpinan etis (ethical leadership) sangat penting. Kemampuan empati sosial memungkinkan individu untuk memahami dan merasakan perspektif orang lain, membangun hubungan yang positif, dan berkontribusi pada masyarakat secara konstruktif.

Sementara itu, kepemimpinan etis membekali individu dengan kemampuan untuk memimpin dengan integritas, tanggung jawab, dan moralitas. “Pendidikan harus mampu mengembangkan individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan moral yang tinggi,” tegasnya.

Hal ini, menurutnya, relevan dengan tantangan-tantangan global seperti disinformasi, intoleransi, dan krisis kemanusiaan. “Pendidikan karakter adalah tentang membentuk individu yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga memiliki nilai-nilai yang kuat dan ketika kita mengajarkan karakter, kita tidak hanya membentuk individu, tetapi juga membangun masyarakat yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pendidikan karakter tidak terbatas pada mata pelajaran tertentu, melainkan dapat diintegrasikan ke dalam seluruh kurikulum dan kegiatan sekolah. Dia mencontohkan penguatan karakter dan nilai dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk kegiatan ekstrakurikuler, proyek kolaboratif, dan interaksi sehari-hari di sekolah.

“Misal saat proses anak-anak makan bersama, dalam kegiatan itu dalam diselipkan penguatan karakter, nilai, norma sosial, dan kesadaran akan lingkungan,” jelasnya.

Dengan demikian, pendidikan karakter menjadi bagian menyeluruh dalam proses pembelajaran tanpa harus terkotak-kotak dalam mata pelajaran tertentu saja. Pendekatan ini memungkinkan siswa menginternalisasi nilai-nilai tersebut dalam pengalaman nyata dan interaksi sosial positif.

Antarina mengangkat salah satu filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara yang mendalam dan relevan hingga kini yaitu Niteni (mengamati), Nirokke (meniru), dan Nambahi (mengembangkan). Filosofi 3N Ki Hadjar Dewantara ini menggambarkan proses belajar yang dinamis dan berkelanjutan. “Filosofi ini menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga pengembangan kreativitas, inovasi, dan kemampuan berpikir kritis,” jelasnya.

“Siswa tidak hanya diharapkan untuk menerima informasi, tetapi juga untuk mengolahnya, mengembangkannya, dan menciptakan pengetahuan baru,” imbuhnya.

Dia menambahkan filosofi 3N Ki Hajar Dewantara sangat relevan di dalam dunia yang penuh dengan informasi dan perubahan cepat, kemampuan untuk mengamati, belajar dari contoh, dan berinovasi menjadi semakin penting. (nas)

Tags: Antarina SF AmirCucu Ki Hadjar DewantaraHardiknas 2025pendidikan

Berita Terkait.

menhut
Nasional

Terungkap, Raja Juli dengan Suhardiman Amby Gelar Pertemuan Beberapa Kali

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:04
Kemiskinan Menurun Konsisten dalam 11 Tahun, tapi Kesenjangan Masih Jadi Tantangan
Nasional

Menkeu Purbaya Kunjungi Booth Mitsubishi Fuso, Hasil Uji Biodiesel B50 Canter Jadi Sorotan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:33
Kementerian Kehutanan Perkuat Diplomasi Publik untuk Mengokohkan Kepemimpinan Indonesia dalam Tata Kelola Kehutanan Global
Nasional

6 Profesor UT Dikukuhkan, dari AI hingga Perlindungan Pekerja Migran Jadi Senjata Hadapi Zaman

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:50
Kementerian Kehutanan Perkuat Diplomasi Publik untuk Mengokohkan Kepemimpinan Indonesia dalam Tata Kelola Kehutanan Global
Nasional

Kementerian Kehutanan Perkuat Diplomasi Publik untuk Mengokohkan Kepemimpinan Indonesia dalam Tata Kelola Kehutanan Global

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:01
Daihatsu Perkuat Pendidikan Vokasi, Apresiasi SMK Binaan Berprestasi di GIIAS 2026
Nasional

Raja Juli Diduga Belum Utuh Kembalikan Uang Suhardiman Amby, KPK Usut Selisihnya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:25
Update Gempa Pangandaran M 5,3, Getaran Susulan Berulang Hingga Pagi Ini
Nasional

Wamenpar: Fun Asia Expo 2026 Hadirkan Inovasi Industri Rekreasi Keluarga

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:05

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2111 shares
    Share 844 Tweet 528
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1895 shares
    Share 758 Tweet 474
  • PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    1843 shares
    Share 737 Tweet 461
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2540 shares
    Share 1016 Tweet 635
  • Mutasi Besar Polri: 146 Perwira Pati dan Pamen Berganti Jabatan

    1154 shares
    Share 462 Tweet 289
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.