• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Lebaran Betawi 2025: Catatan Imam Besar FBR

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Minggu, 27 April 2025 - 08:29
in Megapolitan
Imam Besar Forum Betawi Rempug (FBR) Kiai Haji Lutfi Hakim. Foto: Istimewa

Imam Besar Forum Betawi Rempug (FBR) Kiai Haji Lutfi Hakim. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

oleh: Kiai Haji Lutfi Hakim

INDOPOSCO.ID – Bayangkan sebuah pagi yang penuh semangat di Monumen Nasional (Monas) Jakarta, pada Sabtu, 26 April 2025, di tengah riuh rendah kebanggaan dan harapan, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, berdiri menggetarkan hati ribuan pasang mata dalam acara Lebaran Betawi.

BacaJuga:

SD Ambruk 2 Tahun Dibiarkan, Sudin Pendidikan Jaksel Berdalih Masalah Birokrasi

Prajurit TNI Meninggal Ditusuk di Tangerang, 4 Pelaku Diringkus Polisi

Jakarta Siapkan Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun, LRT hingga Pengendalian Banjir Jadi Prioritas

Hari itu, bukan sekadar selebrasi tradisi. Jakarta memulai babak baru dalam sejarahnya, mengangkat budaya Betawi sebagai identitas jiwa Jakarta, menuju panggung dunia.

“Saya ingin Lebaran Betawi tidak hanya diadakan di Monas. Saya ingin semarak ini hidup di setiap kota, kabupaten, hingga Kepulauan Seribu,” ujar Pramono, suaranya tegas namun penuh kehangatan.

Sebuah pesan sederhana namun menggugah: Lebaran Betawi harus menjadi denyut nadi yang berdetak di setiap sudut Jakarta. Karena di situlah, di dalam tawa anak-anak, dalam sajian kerak telor, dalam lenyap suara gambang kromong, identitas Jakarta ditanamkan dan diwariskan. Tanpa budaya Betawi, Jakarta bukanlah siapa-siapa.

Lebih jauh lagi, Pramono menekankan, kini budaya Betawi tak hanya bernafas lewat kenangan. Dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta, warisan ini resmi menjadi fondasi masa depan kota. Bukan sekadar pengakuan, tapi panggilan suci untuk membangun Jakarta berakar, berkarakter, bermartabat.

Sebagai penghormatan nyata, Pramono menggagas pembangunan patung M.H. Thamrin di jantung Jalan Thamrin menghadirkan simbol abadi perjuangan, kecerdasan, dan kebanggaan Betawi.

“Saya tahu betul, M.H. Thamrin adalah pemikir besar Betawi. Saya ingin beliau hadir, nyata berdiri di tengah kita, menginspirasi kita semua,” tegasnya, membakar semangat hadirin.

Tidak berhenti di situ. Pramono juga mengusulkan Benyamin Sueb Award – penghargaan untuk kecamatan dan kelurahan yang aktif melestarikan budaya dan membangun lingkungan mereka.

Karena budaya, baginya, bukan hanya kenangan untuk nostalgia, tapi api yang harus terus dinyalakan dengan inovasi dan semangat zaman.

Dalam kesempatan yang sama, Pramono mendorong percepatan Peratutan Daerah (Perda) Masyarakat Adat Betawi. Dengan suara bergetar antara kesabaran dan ketegasan, menyatakan:

“Kalau tidak segera diselesaikan, saya akan ambil alih sendiri dan menyelesaikannya.”

Sebuah janji. Sebuah ancaman. Sebuah pernyataan cinta terhadap kota yang dipimpinnya.

Lebih dari itu semua, Pramono melukiskan mimpi besar, Jakarta harus bertransformasi menjadi kota global – bukan sekadar ibu kota Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), tetapi kota beridentitas kuat, berbudaya luhur, berjiwa Betawi.

Salah satu visinya adalah menyatukan Taman Langsat, Ayodya, dan Leuser menjadi ruang publik representatif.
Taman-taman ini bukan hanya tempat bersantai, tapi oase peradaban baru, ruang perjumpaan budaya, ruang kehidupan yang membanggakan warga Jakarta di mata dunia.

“Jakarta harus punya identitas yang tak bisa digantikan. Gedung ASEAN ada di Jakarta, dan itu akan menjadi simbol abadi,” tegasnya.

Lebaran Betawi menjadi ruang silaturahmi akbar, panggung kebanggaan, cermin semangat untuk memperlihatkan kepada dunia siapa kita, dari mana kita berasal, dan ke mana kita akan melangkah.

Acara itu dipenuhi pertunjukan seni budaya, sajian makanan khas Betawi, tawa, cerita, dan harapan. Namun jauh di balik semua kemeriahan itu, bergema sebuah pesan dalam hati setiap orang:

Bola Emas di Tangan Masyarakat Betawi

Tetapi mari kita renungkan sejenak.
Sebuah perjalanan besar tak pernah bisa ditempuh sendirian. Hari ini, ada sebuah bola emas yang melayang di udara bola harapan, bola peluang, dan bola masa depan.

Bola itu kini bergulir ke tangan masyarakat Betawi sendiri. Harus digenggam erat, dijaga dan diarahkan menuju kemenangan bersama.

Dalam menghadapi tantangan menjadi kota global, perubahan akan datang dari segala penjuru: ekonomi, teknologi, pendidikan, sosial, budaya. Kompetisi akan semakin tajam. Standar akan semakin tinggi. Dunia hanya akan menghormati mereka yang kokoh berakar, tetapi lentur menari bersama zaman.

Inilah saatnya masyarakat Betawi bersatu dalam bingkai kolektif, menguatkan solidaritas, menciptakan inovasi, dan memperlihatkan pada dunia bahwa kita bukan sekadar warisan, kita adalah kekuatan hidup.

Dengan semangat kebersamaan, masyarakat Betawi dapat membuka peluang ekonomi baru, menginspirasi generasi muda, melahirkan produk kreatif berkelas dunia, dan memimpin perubahan di semua sektor.

Apakah kita siap menangkapnya? Apakah kita siap menggiringnya melewati rintangan menuju gawang kemenangan?

Jika jawabannya adalah ya, maka hari ini di Monas, di bawah langit Jakarta yang membiru – kita tidak hanya memperingati Lebaran Betawi. Kita telah menulis babak baru sejarah.

Kita sedang membangun Jakarta yang mendunia, namun tetap berpijak kokoh di tanah Betawi. Tabik. (*)

Tags: fbrLebaran BetawiLutfi hakimMasyarakat Adat Betawi

Berita Terkait.

SD Ambruk 2 Tahun Dibiarkan, Sudin Pendidikan Jaksel Berdalih Masalah Birokrasi
Megapolitan

SD Ambruk 2 Tahun Dibiarkan, Sudin Pendidikan Jaksel Berdalih Masalah Birokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 - 23:19
Prajurit TNI Meninggal Ditusuk di Tangerang, 4 Pelaku Diringkus Polisi
Megapolitan

Prajurit TNI Meninggal Ditusuk di Tangerang, 4 Pelaku Diringkus Polisi

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:55
Jakarta Siapkan Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun, LRT hingga Pengendalian Banjir Jadi Prioritas
Megapolitan

Jakarta Siapkan Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun, LRT hingga Pengendalian Banjir Jadi Prioritas

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:31
tramadol
Megapolitan

Isu Pembagian Tramadol Jelang Demo di Jakarta, Polisi Lakukan Pendalaman

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:17
Gempa-Bogor
Megapolitan

Kota Bogor Diguncang Gempa Bumi Siang Ini, Pusat Episenter di Darat

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:23
Cerah
Megapolitan

Cuaca di Jakarta Didominasi Cerah, Kecuali Jaksel Berpotensi Hujan Hari Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:50

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3180 shares
    Share 1272 Tweet 795
  • Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    12558 shares
    Share 5023 Tweet 3140
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1413 shares
    Share 565 Tweet 353
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2882 shares
    Share 1153 Tweet 721
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2747 shares
    Share 1099 Tweet 687
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.