INDOPOSCO.ID – Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Serpong resmi menjadi madrasah pertama di Indonesia yang memperoleh pengakuan sebagai penyelenggara International Baccalaureate Diploma Programme (IBDP) atau IB World School. Pencapaian ini menandai tonggak baru pendidikan madrasah Indonesia yang kini sejajar dengan sekolah-sekolah unggulan dunia.
Peresmian status IB World School bagi MAN Insan Cendekia Serpong dilakukan dalam kunjungan kerja Menteri Agama RI Nasaruddin Umar bersama Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman dan Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisis Kebijakan Dirgayuza Setiawan di kampus MAN IC Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (22/5/2026).
Dengan pengakuan IB World School tersebut, MAN IC Serpong kini bergabung dalam jaringan sekolah dunia penyelenggara IB yang selama ini dikenal sebagai salah satu sistem pendidikan prauniversitas paling bergengsi di dunia. Kurikulum IB banyak digunakan sekolah elite global untuk mempersiapkan siswa masuk universitas ternama seperti Harvard University, University of Oxford, University of Cambridge, National University of Singapore, hingga University of Toronto.
Secara global, hanya sekitar 3.900 sekolah menengah atas yang berhasil mendapatkan izin resmi menyelenggarakan program IBDP. Di Indonesia sendiri, baru sekitar 55 sekolah yang memperoleh status tersebut, dan MAN IC Serpong menjadi madrasah pertama yang berhasil menembus standar internasional itu.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan, capaian ini membuktikan pendidikan bertaraf global tidak hanya dimiliki sekolah elite berbiaya mahal. “Ini membuktikan bahwa pendidikan bertaraf global bukan hanya milik sekolah elite berbiaya mahal. Madrasah negeri Indonesia juga mampu berdiri sejajar dengan sekolah-sekolah terbaik dunia,” ujar Nasaruddin.
Menurutnya, keberhasilan tersebut sekaligus membuka akses pendidikan internasional yang lebih luas bagi siswa madrasah negeri di Indonesia. International Baccalaureate dikenal tidak hanya menitikberatkan pada akademik, tetapi juga membentuk kemampuan berpikir kritis, riset, pemecahan masalah, kerja lintas budaya, serta kepedulian sosial.
“Kompetensi ini semakin relevan di era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), ketika dunia membutuhkan generasi yang mampu memahami konteks, berkolaborasi, dan mengambil keputusan secara bijak,” ujarnya.
Diketahui, keberhasilan MAN IC Serpong juga dinilai istimewa karena proses memperoleh pengakuan resmi IB hanya ditempuh dalam waktu satu tahun, sejak memulai proses pada Mei 2025 hingga resmi diakui pada Mei 2026. Umumnya, sekolah membutuhkan waktu tiga hingga lima tahun untuk memenuhi standar ketat IB, mulai dari kualitas akademik, kompetensi guru, budaya belajar, hingga tata kelola sekolah.
Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK), Ditjen Pendidikan Islam, Kemenag Nyayu Khodijah bersama tim YPKBI (Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia) mendampingi proses mulai dari penyelarasan kurikulum, pelatihan guru, penguatan budaya belajar, hingga persiapan evaluasi internasional.
Seluruh pengajar program IB di MAN IC Serpong juga merupakan guru Indonesia yang telah mengantongi sertifikasi resmi IB tanpa melibatkan guru asing. Hal itu disebut menjadi bukti kemampuan guru Indonesia memenuhi standar pendidikan internasional.
“Keberhasilan MAN IC Serpong akan dijadikan model pengembangan madrasah berstandar global di berbagai daerah di Indonesia,” ujar Nasaruddin. (nas)










