• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Pemimpin Industri Migas Global Bahas Tantangan Geopolitik dan Peluang Ekonomi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Minggu, 20 April 2025 - 03:08
in Ekonomi
Pengeboran

Ilustrasi pengeboran minyak dan gas bumi (migas). Foto: en.wikipedia.org

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah tantangan geopolitik dan fluktuasi ekonomi yang mempengaruhi industri minyak dan gas, Indonesian Petroleum Association (IPA) akan mengumpulkan para eksekutif terkemuka dari perusahaan energi global untuk membahas strategi dan peluang di IPA Convention and Exhibition (IPA Convex). Acara ini akan berlangsung pada 20-22 Mei 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Ketua IPA Convex 2025, Hariadi Budiman menekankan, bahan bakar fosil masih memenuhi sekitar 80 persen kebutuhan energi global.

BacaJuga:

Tolak Swasembada Pangan di Tengah Fakta Surplus, IRRI: Itu Bukan Kritik Tapi Penyesatan

Antisipasi Risiko Sejak Dini, PDC Bangun Sistem Kepatuhan Terintegrasi

Kolaborasi Indonesia-Jepang, Bioetanol Lampung Bidik E10 hingga E20

“Walaupun ada peningkatan sumber energi rendah karbon, tetapi permintaan energi global yang meningkat membuat tantangan emisi karbon terus berlanjut,” kata Hariadi, sperti dikutip, Sabu (19/4/2025).

Acara konferensi IPA Convex 2025 selama tiga hari tersebut akan dibuka dengan sesi ‘Global Executive Talk’, dimana para pemimpin Perusahaan dari ExxonMobil, BP, Eni, Mubadala Energy, Petronas, dan Medco Energi dijadwalkan hadir untuk berbagi wawasan mereka.

Diskusi akan berpusat pada pengelolaan investasi energi global, menyeimbangkan tujuan keberlanjutan dengan kinerja keuangan, dan mengembangkan portofolio energi yang progresif dan berkelanjutan.

Menurut analisis Wood Mackenzie, transisi ke energi alternatif berlangsung lebih lambat dari perkiraan, yang berarti permintaan akan minyak dan gas kemungkinan akan tetap tinggi untuk waktu yang akan datang. Lebih dari 85 persen modal pada tahun 2024 telah dialokasikan ke proyek minyak dan gas, menunjukkan industri ini masih fokus pada peluang yang menguntungkan.

Indonesia, yang menyumbang sekitar 1,5 – 2 persen dari total belanja modal sektor hulu global atau sekitar USD7 miliar pada tahun 2025, diharapkan akan meningkatkan kontribusinya dengan berjalannya waktu.

“Investor mencari sumber daya yang menawarkan biaya rendah, emisi rendah, risiko minim, dan siklus yang lebih pendek. Kestabilan regulasi dan kebijakan sangat penting untuk mendukung investasi-investasi ini,” tambah Hariadi.

Konferensi ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana perusahaan migas global mengatur strategi investasi mereka dan membahas bagaimana strategi ini dapat memperkuat ketahanan energi dan iklim investasi di Indonesia, sejalan dengan program Asta Cita dari Presiden RI Prabowo Subianto.

IPA Convex diharapkan menjadi platform yang transformasional bagi pemangku kepentingan, pembuat kebijakan, dan pendukung industri, menyediakan strategi baru untuk meningkatkan investasi migas domestik. (rmn)

Tags: Indonesian Petroleum Associationindustri hulu migasIPA Convex

Berita Terkait.

Beras
Ekonomi

Tolak Swasembada Pangan di Tengah Fakta Surplus, IRRI: Itu Bukan Kritik Tapi Penyesatan

Selasa, 21 April 2026 - 18:38
Workshop
Ekonomi

Antisipasi Risiko Sejak Dini, PDC Bangun Sistem Kepatuhan Terintegrasi

Selasa, 21 April 2026 - 17:27
Kolaborasi Indonesia-Jepang, Bioetanol Lampung Bidik E10 hingga E20
Ekonomi

Kolaborasi Indonesia-Jepang, Bioetanol Lampung Bidik E10 hingga E20

Selasa, 21 April 2026 - 17:07
Tring
Ekonomi

Pegadaian Borong Dua Penghargaan di Indonesia WOW Brand 2026

Selasa, 21 April 2026 - 16:46
Maman
Ekonomi

Kejadian Toko Mama Khas Banjar Jadi Pelajaran Pentingnya Kolaborasi Kebijakan UMKM

Selasa, 21 April 2026 - 16:06
Veritask
Ekonomi

AiYU Meluncur, Veritask Bawa Agentic AI Hukum Pertama dengan Traceability Penuh di Indonesia

Selasa, 21 April 2026 - 13:23

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1250 shares
    Share 500 Tweet 313
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    873 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    728 shares
    Share 291 Tweet 182
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.