INDOPOSCO.ID – Di saat umat Islam di negara lain merayakan Idulftri 1446 Hijriah dengan suka cita, namun hal itu tidak berlaku bagi warga Gaza, Palestina yang terus mengalami pembantaian oleh tentara Israel.
Salah satunya di fasilitas medis Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menewaskan puluhan orang, termasuk bayi yang baru lahir, di Gaza utara pada Rabu (2/4/2025). Menyikapi hal ini, Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (BKSAP DPR RI) Mardani Ali Sera dengan tegas meminta dunia bertindak.
Pasalnya, menurut Mardani, serangan terhadap fasilitas yang dijalankan oleh Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) ini telah melecehkan negara-negara yang tergabung dalam PBB.
“Dunia harus tegas mengecam dan mengambil tindakan tegas terhafap Israel. Serangan ke fasilitas UNRWA ini bentuk pelecehan terhadap PBB,” tegas Mardani kepada INDOPOSCO, Jumat (4/4/2025).
Menurut Kantor media Pemerintah Gaza, setidaknya, 22 warga sipil tewas dalam serangan Israel di fasilitas medis UNRWA ini.
Seorang bayi yang baru lahir terbunuh akibat serangan itu. Sebuah video mengerikan menunjukkan seorang pria menggendong tubuh bayi itu di luar rumah sakit Indonesia di Beit Lahia setelah serangan itu.
Serangan itu juga menyebabkan kebakaran di gedung itu, yang melindungi keluarga-keluarga terlantar yang melarikan diri dari pemboman Israel setelah rumah-rumah mereka dihancurkan. Kantor media pemerintah Gaza mengutuk serangan itu sebagai “kejahatan perang”, dan menyerukan masyarakat internasional untuk bertindak.
“Biadab dan Jahanam. Semua aturan kemanusiaan telah diinjak-injak. Israel harus dihukum. Semua negara dan elemen kemanusiaan mesti bersatu mencegah genosida yang terus terjadi,” cetusnya.
Atas peritiwa penargetan klinik medis milik badan PBB yang merupakan kejahatan perang penuh yang membutuhkan akuntabilitas internasional yang mendesak, lanjut Mardani, pemerintahan Prabowo juga diminta tidak berhenti untuk menyuarakan kemerdekaan atas Palestina.
“Dan pastinya Indonesia mesti terdepan membantu warga Palestina. Dan perjuangan memerdekan Palestina mesti terus digaungkan,” pungkasnya.
Pasukan militer Israel telah menargetkan total 228 tempat perlindungan bagi warga sipil sejak Oktober 2023. Ini terjadi saat Israel memperbarui perangnya di Jalur Gaza bulan lalu, yang menyebabkan gagalnya gencatan senjata selama 58 hari.
Dalam dua minggu terakhir, Israel sudah membunuh lebih dari seribu warga sipil di Gaza. Tentara Negeri Zionis itu juga memperluas serangan daratnya pada hari Rabu, dengan mengatakan akan “merebut wilayah yang luas” untuk ditambahkan ke “zona penyangga”.
Agresi Israel telah menewaskan lebih dari 62 ribu warga sipil sejak Oktober 2023, termasuk 11.000 orang yang hilang atau terjebak di bawah reruntuhan yang menurut Kementerian Kesehatan telah tewas. Menurut laporan Al Jazeera, pada Rabu (2/4/2025) saja, serangan Israel menewaskan 57 warga Palestina.( dil)











