• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Moratorium PMI ke Arab Saudi Dibuka, DPR: Sebaiknya Jangan Tergesa-gesa

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 20 Maret 2025 - 20:02
in Nasional
edy

Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto. Foto: Nasuha INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mengingatkan pemerintah agar fokus pada perlindungan kepada pekerja migran Indonesia (PMI). Tidak melulu fokus pada penempatan PMI.

“Pekerja Migran Indonesia di Arab Saudi itu sebagian besar pekerja informal. Dan mereka pekerja unskilled,” ujar Edy kepada indoposco.id, Kamis (20/3/2025).

BacaJuga:

Kementerian P2MI Gagalkan Keberangkatan 1.353 CPMI Ilegal di Berbagai Perbatasan

Polisi Bongkar 32 Kg Sabu Jaringan Malaysia, Satu Tersangka Ditangkap

Semangat Kiai Wahab Hasbullah Perkuat Pesantren dan NKRI, Begini Pesan Menag

“Kenapa dulu dimoratorium, karena pemerintah sudah tidak sanggup lagi menangani permasalahan PMI di Arab Saudi,” imbuhnya.

Legislator dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menegaskan, perlindungan terhadap PMI salah satunya dengan mempersiapkan calon PMI. Dan juga menempatkan PMI di sektor formal.

“Pemerintah bisa memulai untuk PMI sektor formal seperti tenaga kesehatan. Apalagi rumah sakit di sana 85 persen tenaga kesehatan dari luar negeri,” ungkapnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, untuk pekerja di sektor informal khusus rumah tangga dengan pelatihan hingga sertifikasi. Sebab dengan kebijakan yang terburu-buru, akan berakibat pada PMI.

“Saya meminta agar jangan terburu-buru membuka moratorium. Sebab, tanpa persiapan tenaga kerja kita, rakyat kita yang menjadi korban,” katanya.

Menurut Edy, dengan mempersiapkan PMI dengan baik, akan mendapatkan nilai tawar yang tinggi. Seperti persiapan keahlian, bahasa dengan sertifikasi internasional.

“Jadi setiap PMI yang memiliki sertifikasi internasional (prometrik di timur tengah) akan mendapatkan nilai tawar tinggi. Dan ini akan menekan munculnya kasus terhadap PMI,” ujarnya.

Ia mengakui, munculnya kasus PMI sektor informal (pembantu rumah tangga) karena tenaga kerja Indonesia tidak memiliki kompetensi. Dengan perlindungan yang sangat lemah di keluarga di negara penempatan.

“Saya kira Indonesia dan Arab Saudi harus memiliki agreement yang sampai level teknis. Harus ada komitmen kedua negara pada penempatan PMI,” tegasnya.

Sebelumnya pemerintah akan menghapuskan moratorium atau keputusan penghentian pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) ke Arab Saudi mulai tahun ini. Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding menyatakan rencana ini sudah disetujui Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan kedua pihak di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat, 14 Maret 2025. (nas)

Tags: Arab SaudiDPRMoratorium PMIPMI

Berita Terkait.

muktarudin
Nasional

Kementerian P2MI Gagalkan Keberangkatan 1.353 CPMI Ilegal di Berbagai Perbatasan

Senin, 18 Mei 2026 - 18:18
sabu
Nasional

Polisi Bongkar 32 Kg Sabu Jaringan Malaysia, Satu Tersangka Ditangkap

Senin, 18 Mei 2026 - 17:17
kemenag
Nasional

Semangat Kiai Wahab Hasbullah Perkuat Pesantren dan NKRI, Begini Pesan Menag

Senin, 18 Mei 2026 - 16:26
Mukhtarudin
Nasional

Lewat Gerakan Migran Aman, Menteri P2MI Tegaskan Perang terhadap Sindikat Ilegal

Senin, 18 Mei 2026 - 12:42
esq
Nasional

Menuju Indonesia Emas 2045, ESQ Perkuat Gerakan Pembentukan Karakter

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:12
Boy-Rafli-Amar
Nasional

Boy Rafli Amar Ingatkan Bahaya Kepanikan Sosial di Era Tekanan Ekonomi

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:07

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2536 shares
    Share 1014 Tweet 634
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1237 shares
    Share 495 Tweet 309
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    863 shares
    Share 345 Tweet 216
  • IPA Convex 2026, Momentum Besar Industri Migas Menjawab Ancaman Krisis Energi

    806 shares
    Share 322 Tweet 202
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    802 shares
    Share 321 Tweet 201
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.