• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Bulog Jaga Kualitas Beras Impor dengan Fumigasi dan Perawatan Rutin

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 18 Maret 2025 - 03:07
in Ekonomi
Febby-Novita

Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita diwawancara di sela menghadiri kegiatan Sampoerna untuk Indonesia, di Jakarta, Senin (17/3/2025). ANTARA/Harianto

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Perum Bulog menyatakan terus menjaga kualitas beras impor agar tetap terjaga dari kerusakan, salah satunya dengan melakukan fumigasi secara rutin setiap beberapa bulan untuk mencegah adanya kutu pada beras.

“Kami selalu melakukan perawatan namanya fumigasi, misalnya berapa bulan sekali, gitu. Dan itu biasanya kami lakukan rutin memang,” kata Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita , seperti dikutip Antara, Senin (17/3/2025).

BacaJuga:

Buka Rakor Gubernur se-Sumatera, Mendagri Ungkap Strategi Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Mendagri Dorong Sumatera Jadi Kekuatan Ekonomi Baru

Pameran Seafood di Jepang Bawa Potensi Transaksi Rp3,49 Triliun

Dia menyampaikan, fumigasi dilakukan sebagai bagian dari perawatan beras yang disimpan di gudang, memastikan beras tidak terkontaminasi hama dan tetap layak konsumsi hingga distribusinya ke konsumen.

Selain fumigasi, beras juga mendapatkan perawatan lain seperti penyemprotan dan pengaturan suhu gudang, agar tetap terjaga kualitasnya selama proses penyimpanan.

“Ketersediaan pangan di gudang itu misalnya kalau di fumigasi tiga bulan sekali di gudang itu prosesnya. Terus di-spraying dan lain-lain. Jadi beras Bulog itu sebenarnya kita rawat kok,” ujar Febby.

Lebih lanjut, perawatan ini tidak hanya diterapkan pada beras impor, tetapi juga pada beras dalam negeri yang disimpan dalam gudang Bulog untuk menjaga ketahanan pangan secara menyeluruh.

“Beras itu intinya sama ya treatmentnya. Kalau sudah tiga bulan, empat bulan ya kami lihat, kami rawat, kami fumigasi, gitu semuanya untuk menjaga stok pemerintah itu,” ujarnya lagi.

Ia juga menyebutkan bahwa stok beras yang disimpan di gudang Bulog saat ini mencapai hampir 2 juta ton, yang terdiri dari campuran beras impor dan beras dalam negeri untuk kebutuhan cadangan beras pemerintah (CBP).

Meskipun terdapat stok yang cukup besar, Bulog menegaskan bahwa kini mereka fokus pada upaya memaksimalkan produksi beras dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor beras.

Pemerintah melalui Bulog berkomitmen untuk memastikan ketersediaan pangan yang stabil dan aman bagi masyarakat dengan memelihara kualitas beras yang disimpan di gudang untuk cadangan pangan nasional.

“Intinya kan barang yang masuk di gudang Bulog itu adalah menjadi cadangan pangan pemerintah baik dari dalam atau luar negeri. Tapi kan sekarang kan kita sudah nggak ada impor, kami maksimalkan produksi dalam negeri,” kata Febby.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, yang juga menjabat Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog, bakal mengecek langsung kualitas beras yang disimpan di gudang-gudang Bulog, untuk menindaklanjuti laporan dari berbagai pihak yang menemukan beras-beras Bulog berkutu.

“Saya kebetulan juga Dewan Pengawas di Bulog. Saya lagi cek ke sana. Kami cek kualitasnya seperti apa. Kalau memang sudah rusak, ya tentu saja tidak mungkin dikasih ke orang,” kata Sudaryono menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/3).

Dia melanjutkan Bulog bakal terus memperbaiki sirkulasi dan tata kelola penyimpanan beras, sehingga ke depan temuan beras yang berkutu semakin berkurang.

Sementara itu, untuk beras yang ditemukan berkutu dan tidak layak konsumsi, Sudaryono menyebut perlu ada cara-cara lain.

“Harus ada cara lain apakah untuk pakan ternak atau apa,” kata dia.

Sejauh ini, Bulog masih mendata jumlah beras yang rusak atau tak layak konsumsi. Sudaryono berharap jumlahnya tak terlalu banyak.

“Hitungan kami nggak banyak. Lagi kami cek, tetapi nggak banyak. Ya nggak sampai, yang sampai ratusan ribu, nggak sampailah. Kami lagi cek. Tetapi, tetap itu kan bernilai uang. Jangan sampai juga itu menjadi kerugian,” kata Sudaryono.

Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Suharto saat rapat kerja bersama Kementerian Pertanian di Jakarta, Selasa (11/3), mengungkap temuan adanya sisa beras impor tahun lalu yang berkutu dan tak layak konsumsi di gudang Bulog di Yogyakarta.

“Kami meninjau gudang Bulog di Yogya, di situ kami menemukan masih banyak beras sisa impor yang lalu dalam gudang sudah banyak kutunya,” kata Titiek saat rapat. (wib)

Tags: berasBulogImpor

Berita Terkait.

titoo
Ekonomi

Buka Rakor Gubernur se-Sumatera, Mendagri Ungkap Strategi Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Rabu, 9 September 2026 - 23:23
to
Ekonomi

Mendagri Dorong Sumatera Jadi Kekuatan Ekonomi Baru

Rabu, 9 September 2026 - 22:02
Pameran Seafood di Jepang Bawa Potensi Transaksi Rp3,49 Triliun
Ekonomi

Pameran Seafood di Jepang Bawa Potensi Transaksi Rp3,49 Triliun

Rabu, 9 September 2026 - 09:15
Gempa Bumi Dangkal Bermagnitudo 4,4 Hantam Kaur di Bengkulu Pagi Ini
Ekonomi

Membaca Setahun Purbaya: APBN Ekspansif dan Jalan Panjang Menuju Pertumbuhan 6 Persen

Rabu, 9 September 2026 - 09:00
Hadapi Era AI dan Disrupsi, United Tractors Fokus Tingkatkan Kapabilitas SDM
Ekonomi

Hadapi Era AI dan Disrupsi, United Tractors Fokus Tingkatkan Kapabilitas SDM

Selasa, 8 September 2026 - 21:05
Menjaga Laut Lewat Buku: Harita Nickel Luncurkan Dokumentasi Ikan Karang Pulau Obi
Ekonomi

Optimalisasi Infrastruktur LNG, PAG Kembangkan Arun Jadi Hub Energi Regional

Selasa, 8 September 2026 - 19:04

OLAHRAGA

games
Olahraga

Badai dan Banjir Terjang Nagoya, Latihan Kontingen Indonesia Asian Games 2026 Terancam Terganggu

Editor Dilianto
Rabu, 9 September 2026 - 21:21

INDOPOSCO.ID - Badai yang menerjang Nagoya, Jepang, berdampak langsung terhadap aktivitas Kontingen Indonesia jelang Asian Games 2026 di Negeri Matahari...

SelengkapnyaDetails
tohir

Erick Thohir Kerucutkan Perburuan Medali Asian Games 2026, 21 Cabor Jadi Fokus

Rabu, 9 September 2026 - 21:11
liga

Jadwal Liga Champions: Liverpool-Arsenal Hadapi Ujian Berat, Barca-PSG Jumpa Lawan “Mudah”

Rabu, 9 September 2026 - 18:18
menpora

Pesan Menpora Jelang Asian Games 2026: Kejar Emas, Jangan Main-Main dengan Anggaran

Rabu, 9 September 2026 - 18:08
Hasil Liga Champions: Madrid-City Menang, Tim Calvin Verdonk Tumbang

Hasil Liga Champions: Madrid-City Menang, Tim Calvin Verdonk Tumbang

Rabu, 9 September 2026 - 09:57

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.