• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Daerah

Sensasi Menyusuri Tujuh Gua di Desa Hariang Lebak, Banten

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 14 Maret 2025 - 09:21
in Daerah
Gua

Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam (PMPA) Palawa Universitas Padjadjaran (Unpad) melakukan penelusuran tujuh gua di Desa Hariang, Lebak, Banten dari 7 Februari sampai 14 Februari 2025. Foto : PMPA Palawa Unpad.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – “Woiiiii….pelan-pelan dong merayapnya, lihat belakang dong,” teriak Bunga sembari memperbaiki head lamp-nya yang terus menyala.

“Iya…kayaknya masih jauh nih, sabar ya,” balas Zahra.

BacaJuga:

Bea Cukai Kotabaru Musnahkan Barang Kena Cukai Ilegal Amankan Penerimaan Negara Ratusan Juta Rupiah

Banjir Terjang Parigi Moutong dan Langkat, Ratusan Rumah Terdampak

Tak Sekadar Raih Juara, Piala Sedulur Purworejo Pupuk Semangat Guyub Rukun Warga Perantau

Suasana Lorong itu memang gelap gulita andai si lampu tempel di helm dimatikan. Ini bukan uji nyali hantu urban, tapi petualangan. Petualangan yang memerlukan strategi tersendiri, yakni caving atau penelusuran gua.

Demikian sekilas suasana Pengembaraan Anggota Muda Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam (PMPA) Palawa Universitas Padjadjaran (Unpad) di perut bumi Desa Hariang, Lebak, Banten dari pada 7-14 Februari 2025.

Tujuh gua harus mereka masuki, yakni Gua Sanghiang, Gua Picung, Gua Cikarang, dan empat gua lain yang tidak bernama.

Kisah merayap dalam kegelapan itu dialami di Gua Picung. Awalnya tujuh tim pengembaraan itu masih jalan santai dari mulut gua. Meski bau guano atau kotoran kelelawar menyengat tercium menggoyang bulu hidung.

Turunan ekstrem sangat terasa. “Tap…tap…” bunyi tombol headlamp pun ditekan. Terlihat kelelawar langsung menyambut. Mereka dengan santai beristirahat bergantungan di atap mulut gua.

“Gila megap juga nih baunya,” celoteh Atta, salah seorang anggota tim pengembaraan.
Di depan, lorong panjang mau tidak mau harus dijalani. Sembari tetap waspada jangan sampai kaki terantuk batu atau kepala menyundul atap gua yang semakin sempit.

Sekitar setengah jam perjalanan, tiba-tiba lorong menjadi pertigaan. Maju ke depan, tim pun harus tiarap memasuki lubang sempit yang cukup dengan sekali angkat badan, dijamin terantuk atap gua.

“Huffsss…,” tarikan nafas dalam dalam bersahutan. . Pasalnya saat tiarap harus bertempur dengan lumpur dan air semata kaki.

“Paling tidak 100 meter kita merayap di dalam gua Picung itu,” kata Zahra.

Meski mereka melakukan eksplorasi gua tersebut, mereka tetap membuat pemetaan gua dengan alat klinometer untuk mengukur kemiringan, kompas penentu arah, laser disto alat mengukur jarak. Nantinya dari pencatatan itu akan dibuat peta Gua Picung dalam bentuk tiga dimensi dan tampak atas.

Sesekali mereka menemukan pengalaman berharga melihat ornamen gua dari stalagtit dan stalagmit serta chamber ruangan besar di dalam gua. Gua yang mereka telusuri bisa dikatakan masih perawan alias belum ditelusuri oleh siapapun.

“Di Gua Picung kami menelusuri dari pukul 14.00 WIB sampai 17.00 WIB, dan dilanjutkan keesokan harinya dari pukul 08.00 WIB sampai jam 13.00 WIB,” kata Zahra.

Hari Kedua, giliran Gua Sanghiang harus ditelusuri. Gua ini memiliki tantangan tersendiri dan ada unsur kepercayaan warga lokal yang mau tidak mau harus dipatuhi.

Tepat di mulut Gua Sanghiang, anggota tim harus memberikan sesajen yang di antara isinya adalah rokok dan didoakan oleh kuncen desa setempat. Aroma kemenyan pun menguar di gua berukuran lumayan besar itu.

Satu persatu anggota tim mulai menapaki lorong gua yang tidak terlalu besar itu. Di dalam gua ini, banyak ditemukan stalagtit, stalagmite dan chamber. “Duhai indah sekali, karya Allah SWT,” kata Zahra.

Penelusuran Gua Sanghiang membutuhkan waktu sekitar 6 jam, dari pukul 12.00 WIB sampai 18.00 WIB.

Gua ketiga yang menarik yakni Gua Cikarang. Ini gua persis rumah Batman seperti di film-film Holywood. Yakni, ruangan berukuran besar atau dikenal dengan sebutan Chamber.

“Gua yang kita telusuri semuanya gua horizontal. Tapi tantangan sama dengan menguji adrenalin. Kegelapan dan kesunyian menemani selama petualangan di perut bumi itu,” tutur Zahra.

Sementara salah seorang anggota tim pengembaraan, Zahra menyebutkan tujuh gua yang ditelusuri di Desa Hariang, Lebak, Banten, memiliki kans atau potensi wisata minat khusus.

“Kalau dimaksimalkan, bisa menjadi salah objek wisata minat khusus unggulan di daerah itu,” katanya.

Apalagi, kata dia, jika akses jalan diperbaiki, karena untuk mencapai lokasi saat ini harus berjalan kaki dari kantor Desa Hariang selama 1,5 jam dengan menapaki jalan bebatuan.

Secara administratif, titik gua yang dimasuki berada di Desa Hariang, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten.

“Batas-batas wilayah yang mengelilingi daerah tempat kami mengeksplor gua lebih tepatnya yaitu, Bagian Utara Desa Pasireurih dan Desa Sobang, Bagian Selatan Desa Sindanglaya, Desa Sukajaya, Desa Sinarjaya, Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar, dan Bagian Timur Desa Sobang, Desa Sukaresmi, Desa Sindanglaya,” kata Zahra.

Letak Geografis, Gua Sanghyang yang terletak di koordinat 6°38’06.4″ S, 106°16’26.1″ E; Gua Gama di koordinat 6°37’59.3″ S, 106°16’31.9″ E; Gua Patha dan Wresti di koordinat 6°38’02.5″ S, 106°16’35.7″ E; Gua Cikarang di koordinat 6°38’09.9″ S, 106°16’41.0″ E; Gua Picung di koordinat 6°38’14.7″ S, 106°16’48.6″ E; serta Gua lorong di koordinat 6°38’15.4″ S, 106°16’51.7″ E.

Adapun flora yang paling banyak tumbub di sekitar Desa Hariang adalah pohon aren. Selain pohon aren, juga banyak tumbuhan pohon besar, daun pulus, tumbuhan berduri dan juga beberapa pohon pakis.

Di sekitar gua juga banyak ditemukan tumbuhan bernama Anuma, tumbuhan paku, dan cangkir karet berbulu yang masuk ke dalam spesies jamur.

Beberapa fauna yang ditemukan tim di dalam maupun sekitar gua yakni Kala Cemeti, kelelawar, jangkrik, laba-laba, cacing, dan udang-udang kecil yang ada di dalam gua.

“Tak terasa 7 hari sudah berlalu mengikuti petulangan di perut bumi Lebak, Banten. Di atas kereta yang membawa tim menuju kembali ke kampus Jatinangor, Sumedang terngiang falsafah yang harus dipegang erat para petualang, yakni, Take nothing but Picture, Kill nothing but Time, Leave nothing but Footprint,” kata Zahra dilansir Antara.

Zahra dan para petualang muda PMPA Palawa Unpad, lewat kegiatan caving di dalam perut bumi Desa Hariang Lebak Banten, kini bisa bersaksi bahwa di balik kegelapan gua, ternyata terdapat banyak keindahan, pengetahuan, dan keseruan. (aro)

Tags: Bantenbumikampus

Berita Terkait.

bc2
Daerah

Bea Cukai Kotabaru Musnahkan Barang Kena Cukai Ilegal Amankan Penerimaan Negara Ratusan Juta Rupiah

Senin, 28 September 2026 - 17:07
parigi
Daerah

Banjir Terjang Parigi Moutong dan Langkat, Ratusan Rumah Terdampak

Senin, 28 September 2026 - 16:16
Tak Sekadar Raih Juara, Piala Sedulur Purworejo Pupuk Semangat Guyub Rukun Warga Perantau
Daerah

Tak Sekadar Raih Juara, Piala Sedulur Purworejo Pupuk Semangat Guyub Rukun Warga Perantau

Senin, 28 September 2026 - 13:39
Geger! Jasad Pria Mengapung di Pantai Labuan Pandeglang, Polisi Tegaskan Bukan Korban Kapal Rombongan Jurnalis
Daerah

Geger! Jasad Pria Mengapung di Pantai Labuan Pandeglang, Polisi Tegaskan Bukan Korban Kapal Rombongan Jurnalis

Senin, 28 September 2026 - 10:45
Gempa Bumi Kategori Dangkal Hantam Mamasa di Sulawesi Barat, Kedalaman Hiposenter 5 Km
Daerah

Gempa Bumi Kategori Dangkal Hantam Mamasa di Sulawesi Barat, Kedalaman Hiposenter 5 Km

Minggu, 27 September 2026 - 20:20
Tambak
Daerah

Sentuhan Dana Bergulir LPMUKP KKP: Bangkitkan Budi Daya Lele dan Rantai Pasok Benih di Sukabumi

Minggu, 27 September 2026 - 12:24

OLAHRAGA

puan
Olahraga

Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

Editor Dilianto
Senin, 28 September 2026 - 22:12

INDOPOSCO.ID - Kontingen Indonesia terus menambah medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, termasuk emas dari lifter Rahmat Erwin. Ketua DPR...

SelengkapnyaDetails
campus

Campus League The Nationals Badminton Season 1, Expedition Jadi Official Timekeeper

Senin, 28 September 2026 - 15:45
Jumlah Penonton Indonesia vs Malaysia Diprediksi Melonjak, Joey Pelupessy Antusias

Jumlah Penonton Indonesia vs Malaysia Diprediksi Melonjak, Joey Pelupessy Antusias

Senin, 28 September 2026 - 12:53
Hotspot Nasional Tembus 559 Titik, Kemenhut Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalimantan Tengah

Jelang Lawan Malaysia di GBK, John Herdman Usung Misi “Melindungi Tanah Air”

Senin, 28 September 2026 - 12:00
Erick Thohir Pantau Latihan Garuda, John Herdman Ungkap Antusiasme Jelang Lawan Malaysia

Erick Thohir Pantau Latihan Garuda, John Herdman Ungkap Antusiasme Jelang Lawan Malaysia

Senin, 28 September 2026 - 10:20

BERITA POPULER

  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3904 shares
    Share 1562 Tweet 976
  • Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    1183 shares
    Share 473 Tweet 296
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1111 shares
    Share 444 Tweet 278
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    1008 shares
    Share 403 Tweet 252
  • Kasus Keracunan MBG Berulang, DPR Hanya Minta BGN Benahi Tata Kelola

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.