• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Ombudsman Nilai Perlu Pendekatan Iklusif Tangani Kelangkaan Elpiji

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Sabtu, 15 Februari 2025 - 00:30
in Nusantara
ombuds

Ombudsman RI bersama Pertamina Patra Niaga meninjau langsung penyaluran LPG 3 kg di pangkalan LPG 3 kg dan beberapa titik SPBE wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (21/6/2024). (Antara)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memandang perlu pendekatan yang lebih komprehensif dan inklusif dalam menangani masalah kelangkaan elpiji bersubsidi 3 kilogram di wilayah DIY.

“Pendekatan yang dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa tujuan kebijakan tercapai tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat yang paling rentan,” kata Kepala Perwakilan Ombudsman RI DIY Muflihul Hadi di Sleman, seperti dilansir Antara, Jumat (14/2/2025).

BacaJuga:

Karhutla Masih Mengancam, BNPB Catat Ratusan Hektare Lahan Terbakar di Sejumlah Daerah

Pascagempa di Sulawesi, Tadi Sore Nias Selatan Dihantam Gempa Dangkal M 4,6

Aher Terima Aspirasi Petani Aceh Timur, BAM DPR Siap Kawal Penyelesaian Konflik Lahan Puluhan Tahun

Menurut dia, banyak warga di wilayah DIY mengeluhkan sulitnya mendapatkan elpiji 3 kg walaupun kebijakan baru terkait dengan penjualan bersubsidi telah dibatalkan pada tanggal 4 Februari 2025.

“Beberapa pangkalan bahkan kehabisan stok lebih cepat dari biasanya, memaksa warga untuk kembali dengan tangan hampa atau mencari alternatif lain yang sering kali lebih mahal. Jika ada, harga gas yang beredar di pasaran juga jauh melebihi Rp18.000,00 (harga eceran tertinggi) per tabung,” katanya.

Ia mengatakan bahwa kelangkaan ini tidak hanya berdampak pada rumah tangga, tetapi juga pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergantung pada elpiji 3 kg bersubsidi untuk operasional harian mereka.

“Fenomena kelangkaan elpiji 3 kg ini mencerminkan kompleksitas dalam implementasi kebijakan distribusi energi bersubsidi. Kami telah melakukan pengawasan intensif untuk memastikan ketersediaan elpiji 3 kg di tingkat pangkalan, pengecer, dan perwakilan masyarakat setelah pembatalan kebijakan tersebut,” katanya.

Pengawasan, kata dia, di beberapa lokasi di Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul.

Hasil pengawasan di lima titik pangkalan menunjukkan bahwa terdapat perubahan harga elpiji 3 kg yang berkisar antara Rp18.000,00 dan Rp22.000,00 per tabung, padahal sebagaimana diatur
dalam Surat Keputusan Gubernur DIY Nomor 457/KEP/2024, HET LPG 3 kg yang diterima konsumen dari subpenyalur/pangkalan adalah Rp18.000,00 per tabung.

Ia menyebutkan hasil pengawasan di 47 titik pengecer, sebagian di antaranya masih terdampak oleh kebijakan yang sempat berlaku pada tanggal 1 Februari 2025. Pada saat ini mereka tidak lagi menjual elpiji 3 kg.

Sementara itu, bagi pengecer yang masih menjual elpiji 3 kg, menurut dia, mereka hanya mendapatkan sedikit stok dari agen, bahkan ada juga yang harus mendapatkan stok dengan harga lebih tinggi dari sales.

Muflihul Hadi mengatakan bahwa sebagian besar pengecer juga melaporkan adanya perubahan harga setelah kebijakan ini diberlakukan dan dicabut kembali. Saat ini di tingkat pengecer harga jual mencapai Rp22.000,00 hingga Rp28.000,00 per tabung.

Selain kepada pangkalan dan pengecer, Tim Ombudsman RI Perwakilan DIY juga melakukan observasi terhadap masyarakat sekitar. Hasilnya menunjukkan bahwa hingga kini masyarakat masih menghadapi kesulitan dalam mendapatkan elpiji 3 kg, khususnya bagi masyarakat pelaku UMKM yang bergantung pada elpiji 3 kg untuk operasionalnya.

“Keadaan ini berdampak negatif dan mengancam keberlangsungan usaha mereka,” katanya.

Ombudsman RI Perwakilan DIY mencatat beberapa temuan penting selama pengawasan, termasuk penurunan pasokan dari agen hingga 30 persen dan kenaikan harga jual di pangkalan menjadi Rp21.000,00 per tabung akibat kelangkaan.

“Setelah kebijakan dicabut, pengecer sempat mendapatkan suplai elpiji 3 kg lagi. Namun, jumlah yang diberikan distributor lebih sedikit ketimbang biasanya,” kata dia.

Atas kondisi dan temuan tersebut di atas, Ombudsman RI Perwakilan DIY meminta Pemerintah atau pemangku kepentingan terkait untuk memastikan kelancaran distributor agar tidak terjadi kelangkaan di tingkat pengecer.

“Selain itu, melakukan pengawasan untuk memastikan harga di lapangan sesuai dengan HET yang berlaku,” katanya. (dam)

Tags: elpijiombudsmanPendekatan Iklusif

Berita Terkait.

Karhutla
Nusantara

Karhutla Masih Mengancam, BNPB Catat Ratusan Hektare Lahan Terbakar di Sejumlah Daerah

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:45
Gempa-Nias
Nusantara

Pascagempa di Sulawesi, Tadi Sore Nias Selatan Dihantam Gempa Dangkal M 4,6

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:35
Aher Terima Aspirasi Petani Aceh Timur, BAM DPR Siap Kawal Penyelesaian Konflik Lahan Puluhan Tahun
Nusantara

Aher Terima Aspirasi Petani Aceh Timur, BAM DPR Siap Kawal Penyelesaian Konflik Lahan Puluhan Tahun

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:31
balpress
Nusantara

Bea Cukai Banda Aceh Gagalkan Peredaran 356.480 Batang Rokok Ilegal melalui Jasa Titipan

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:41
bc3
Nusantara

Operasi Pasar di Tidore Kepulauan, Bea Cukai Ternate Tindak 13 Ribu Batang Rokok Ilegal

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:26
Perkuat Sinergi dan Cegah Konflik Sosial, Mukti Plantation Gelar Coffee Morning Bersama Forkopimcam dan Kades  
Nusantara

Perkuat Sinergi dan Cegah Konflik Sosial, Mukti Plantation Gelar Coffee Morning Bersama Forkopimcam dan Kades  

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:31

BERITA POPULER

  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1184 shares
    Share 474 Tweet 296
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2227 shares
    Share 891 Tweet 557
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1439 shares
    Share 576 Tweet 360
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    855 shares
    Share 342 Tweet 214
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.