INDOPOSCO.ID – Yayasan Jaya Sehat Nusantara menegaskan komitmennya untuk mengutamakan kualitas pemenuhan gizi masyarakat dibandingkan mengejar keuntungan dalam pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Melalui pengelolaan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yayasan tersebut ingin berkontribusi mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Ketua Yayasan Jaya Sehat Nusantara, Oji Muhroji, mengatakan tujuan utama yayasan adalah membantu pemerintah meningkatkan status gizi masyarakat, menekan angka stunting, serta mendukung terciptanya generasi yang lebih sehat dan produktif.
“Yayasan Jaya Sehat Nusantara tidak hanya mengejar keuntungan, namun yang terpenting adalah bagaimana membantu pemerintahan Bapak Prabowo Subianto meningkatkan status gizi masyarakat, menurunkan angka stunting, dan memperkuat kualitas sumber daya manusia,” ujar Oji, Minggu (26/7/2026).
Menurutnya, dalam mendirikan dan mengelola dapur SPPG, Yayasan Jaya Sehat Nusantara menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pangan sebagai mitra pengelola dapur MBG. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendukung implementasi program nasional pemenuhan gizi secara lebih optimal.
Oji mengungkapkan, pengelolaan dapur MBG yang dilakukan yayasannya mendapat apresiasi dari Kepala Satuan Tugas MBG Gotong Royong Kadin Indonesia, Chandra Tirta Wijaya. Saat melakukan kunjungan ke lokasi, Chandra menilai dapur MBG yang dikelola Yayasan Jaya Sehat Nusantara layak dijadikan contoh bagi pengelolaan SPPG di berbagai daerah.
“Alhamdulillah ketika Kepala Satgas MBG Gotong Royong Kadin Indonesia, Bapak Chandra Tirta Wijaya berkunjung, beliau menyatakan apresiasi kepada yayasan kami. Bahkan dapur MBG yang dikelola Yayasan Jaya Sehat Nusantara menjadi role model di Indonesia,” katanya.
Apresiasi tersebut juga disampaikan Chandra saat melakukan peninjauan bersama Wakil Ketua Satuan Tugas MBG Kadin Indonesia, Desi Ariyanti.
Menurut Chandra, pengelolaan dapur yang dijalankan Yayasan Jaya Sehat Nusantara telah memenuhi standar yang diharapkan dalam pelaksanaan program MBG.
“Ini bukan lagi pilot project, tapi sudah menjadi percontohan bagi SPPG Kadin Indonesia,” ujarnya.
Saat ini, Yayasan Jaya Sehat Nusantara mengelola empat dapur MBG yang bermitra dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Seluruh dapur tersebut telah dinyatakan memenuhi persyaratan dan layak menjalankan pelayanan pemenuhan gizi bagi masyarakat.
Oji menegaskan, sebagai lembaga yang bergerak di bidang sosial, Yayasan Jaya Sehat Nusantara akan terus menjaga kualitas layanan dan memastikan setiap makanan yang disalurkan memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan.
“Sebagai yayasan yang berorientasi pada kegiatan sosial, kami berkomitmen untuk memberikan gizi yang layak kepada seluruh penerima manfaat,” tutupnya.
Melalui pengelolaan SPPG dan dapur MBG, Yayasan Jaya Sehat Nusantara berharap dapat menjadi bagian dari upaya nasional dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, menekan prevalensi stunting, serta memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. (yas)


















