• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Tekan Harga Obat dan Alkes, Indonesia Perlu Adopsi Kesuksesan India

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 27 Januari 2025 - 06:19
in Headline
Pakar kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Tjandra Yoga Aditama. Foto : Antara/HO-Tjandra Yoga Aditama.

Pakar kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Tjandra Yoga Aditama. Foto : Antara/HO-Tjandra Yoga Aditama.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pakar kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Tjandra Yoga Aditama mengemukakan Indonesia perlu menindaklanjuti keberhasilan India dalam memfasilitasi harga obat dan alat kesehatan yang terjangkau oleh masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Tjandra merespons kerja sama bilateral Indonesia-India di sektor kesehatan, melalui kunjungan kehormatan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka Hari Republik Ke-76 India.

BacaJuga:

Skandal Korupsi BGN, Kejagung: Vendor Motor Listrik Program MBG Ternyata Perusahaan Fiktif

Pengamat Sebut Kasus BGN Dapat Menjadi Pintu Masuk Penghentian Program MBG

KPK Segel Rumah Silmy Karim Terkait Kasus Pemerasan Dokumen Imigrasi

“Indonesia perlu menindaklanjuti tentang murahnya harga obat dan alat kesehatan di India,” katanya saat dikonfirmasi di Jakarta Minggu (26/1/2025).

Tjandra menceritakan pengalamannya selama bertugas sebagai Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara di India pada 2015-2020, bahwa selama tinggal di sana, ia rutin mengonsumsi obat-obatan yang dibeli di New Delhi untuk menjaga kesehatannya, termasuk mengontrol kolesterol dan tekanan darah.

Selain itu, banyak teman dokter dan profesor di Indonesia menitipkan obat kepadanya. Pengalamannya menunjukkan bahwa mutu obat di India terjamin baik dan efektif menjaga kesehatan.

Berikut adalah perbandingan harga obat yang dikonsumsi Tjandra di Jakarta dan India, yang menunjukkan perbedaan harga yang signifikan. Atorvastatin 20 mg di Jakarta mencapai Rp6.160 per tablet, sementara di India hanya Rp1.000, atau enam kali lebih murah.

Selanjutnya, Clopidogrel 75 mg di Jakarta dihargai Rp7.835 per tablet, sedangkan di India hanya Rp1.540, lima kali lebih murah. Untuk Telmisartan 40 mg, harganya di Jakarta adalah Rp5.198, sementara di India hanya Rp1.500.

Terakhir, obat hipertensi Concor 2.5 mg yang di Jakarta dihargai Rp10.711, di India hanya Rp1.560 per tablet.

“Jadi, untuk obat ini harga di Jakarta rata-rata enam kali lebih tinggi dari harga di New Delhi,” katanya.

Ia mengatakan semua kemasan obat di kota manapun di India selalu mencantumkan informasi harga pasaran yang mudah diakses publik.

“Jadi, kita mau beli di kota manapun di India maka harganya sama persis, dan tentu dikontrol ketat oleh pemerintahnya. Ini suatu contoh yang baik kalau bisa diterapkan juga di negara kita,” ujarnya dilansir Antara.

Tingginya harga di Indonesia, kata Tjandra, bukan hanya pada obat tapi juga alat kesehatan, yang berdampak pada harga pelayanan kesehatan jadi lebih mahal.

“Kita tunggu langkah konkret yang akan dilakukan pemerintah, sehingga obat yang masyarakat kita konsumsi dapat jadi jauh lebih murah, sama seperti dinikmati rakyat India,” katanya. (aro)

Tags: alkesfkuiharga obatIndia

Berita Terkait.

Skandal Korupsi BGN, Kejagung: Vendor Motor Listrik Program MBG Ternyata Perusahaan Fiktif
Headline

Skandal Korupsi BGN, Kejagung: Vendor Motor Listrik Program MBG Ternyata Perusahaan Fiktif

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:40
Siswa
Headline

Pengamat Sebut Kasus BGN Dapat Menjadi Pintu Masuk Penghentian Program MBG

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:24
Wamen-Imipas
Headline

KPK Segel Rumah Silmy Karim Terkait Kasus Pemerasan Dokumen Imigrasi

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:14
Soni-Sonjaya
Headline

Jadi Tersangka, Soni Sonjaya Tulis Surat untuk Kepala BGN

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:32
Prabowo
Headline

Prabowo Ingat Pesan Ayahnya Sebelum Copot 3 Bos BGN: Berpihaklah pada Rakyat

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:41
Silmy-karim
Headline

Resmi, Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK terkait Kasus OTT Imigrasi Jakbar

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:01

BERITA POPULER

  • APTISI dan SURGE Bangun Jaringan Digital Nasional untuk Ribuan PTS

    Film “Pesta Babi” dan “Teman Tegar Maira”, DPD RI: Itu Suara Kesadaran tentang Papua

    3525 shares
    Share 1410 Tweet 881
  • Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    1074 shares
    Share 430 Tweet 269
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1093 shares
    Share 437 Tweet 273
  • Malam Ini Indonesia vs Myanmar di Piala AFF U-19: Langkah Awal Pertahankan Mahkota

    952 shares
    Share 381 Tweet 238
  • Nova Arianto Tetapkan 23 Pemain, Timnas Indonesia Siap Menggebrak Piala AFF U-19 2026

    744 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.