• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Praktisi Hukum hingga Aktivis Apresiasi TNI AL dan Minta Menteri Kelautan dan Perikanan Dievaluasi

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Senin, 20 Januari 2025 - 21:01
in Megapolitan
Praktisi-hukum

Praktisi hukum, Egi Hendrawan. Foto: Ist

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Koordinator Sahabat Presisi yang juga praktisi hukum Egi Hendrawan mengecam pernyataan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Sakti Wahyu Trenggono yang menyalahkan TNI AL, karena tindakan membongkar pagar laut di Tangerang.

Menurutnya, tindakan tersebut menunjukkan keberpihakan TNI AL terhadap kepentingan rakyat nelayan, khususnya nelayan yang selama ini dirugikan oleh keberadaan pagar laut tersebut.

BacaJuga:

Chico Hakim: Dominasi Gen Z dan Milenial Jadi Modal Jakarta Menuju Kota Maju

Pemeriksa Fakta Kupas Cara Kerja Hoaks di Era Digital

Pramono Anung Ajak Warga Melek Digital demi Dongkrak Ekonomi Jakarta

“Pertama apresiasi atas aksi TNI AL yang dilakukan berdasarkan instruksi Presiden Prabowo Subianto itu yang turut dibantu ratusan nelayan Banten dan masyarakat untuk membongkar pagar laut di Tangerang. Lalu kenapa KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) malah melarang pembongkaran. Justru penyataan Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono bertentangan dengan perintah presiden,” ujar Egi Hendrawan kepada indoposco.id, Senin (20/1/2025).

“Begini, Kamis, tanggal 9 Januari 2025 lalu petugas dari KKP menyegel pagar laut tersebut lalu Dirjen PSDKP (Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan) memberikan statement perintah untuk melakukan pembongkaran pagar tersebut dengan batas waktu maksimal 20 hari. Sebelum dilakukan pembongkaran oleh TNI AL dan nelayan sebetulnya Dirjen PSDKP KKP sudah mengetahui kabar tersebut dengan memberikan komentar (kalau memang ada informasi tersebut ya itu sangat bagus dan kami sangat berterima kasih). Itu ucap Dirjen KKP, lalu kenapa Menteri KP melarang pembongkaran pagar dan seakan menyalahkan TNI AL. Hati-hati hal ini bisa memecah-belah anak bangsa,” tandas Egi Hendrawan.

Di tempat terpisah, Ajid Letno, aktivis Banten yang juga seorang penambak ikan di wilayah pesisir mengecam statement dari Menteri Kelautan dan Perikanan.

“Menteri KP masa mau melawan instruksi presiden untuk membongkar pagar tersebut. Semua pihak meminta dibongkar untuk kepentingan nelayan, lalu sebetulnya Menteri KP ini berpihak kepada siapa?” tegas Ajid Letno. (yas)

Tags: Egi HendrawanMenteri KPpagar LautPraktisi hukumSakti Wahyu TrenggonoTangerangTNI AL

Berita Terkait.

chico
Megapolitan

Chico Hakim: Dominasi Gen Z dan Milenial Jadi Modal Jakarta Menuju Kota Maju

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:15
Pemeriksa Fakta Kupas Cara Kerja Hoaks di Era Digital
Megapolitan

Pemeriksa Fakta Kupas Cara Kerja Hoaks di Era Digital

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:31
Pramono Anung Ajak Warga Melek Digital demi Dongkrak Ekonomi Jakarta
Megapolitan

Pramono Anung Ajak Warga Melek Digital demi Dongkrak Ekonomi Jakarta

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:01
Wali Kota Jaktim Tekankan Literasi Digital dan Tanggung Jawab Moral di Era AI
Megapolitan

Wali Kota Jaktim Tekankan Literasi Digital dan Tanggung Jawab Moral di Era AI

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:41
ciganjur
Megapolitan

Lestarikan Tradisi, Lebaran Ciganjur 2026 Hadirkan Kuliner hingga Hiburan Musik Khas Betawi

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:22
Duduk Perkara Keributan TNI di Kemayoran: Berawal Salah Paham, Berakhir Penusukan
Megapolitan

Duduk Perkara Keributan TNI di Kemayoran: Berawal Salah Paham, Berakhir Penusukan

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:02

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3693 shares
    Share 1477 Tweet 923
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1296 shares
    Share 518 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1600 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.