• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Soal Wacana Pelajar Libur Penuh Selama Ramadan, Ini Kata Ketum PBNU

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Sabtu, 4 Januari 2025 - 00:30
in Nasional
gus

Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf (tengah) memberikan keterangan pers di acara "Ngopi Bareng Gus Yahya dengan Sahabat Media" di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (3/1/2025). Foto: Herry Rosadi / INDOPOSCO.ID

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menanggapi wacana pelajar libur penuh selama bulan Ramadan tahun 2025.

Wacana tersebut pernah dulu diterapkan, namun hingga kini belum memiliki model pelaksanaan yang jelas dan bermanfaat.

BacaJuga:

Buntut Kontroversi Juri, Final Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Diulang

Didukung BNPB dan Basarnas, Prodi Manajemen Bencana BLU Kini Makin Diminati

Terima Kunjungan Badan Atom Rusia, Ketua DPD RI: Kami Bahas Potensi Pengembangan PLTN

Hal ini disampaikan Gus Yahya (sapaan Yahya Cholil Staquf) dalam konferensi pers bertajuk “Ngopi Bareng Gus Yahya dengan Sahabat Media” di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (3/1/2025).

“Soal sekolah formal yang libur selama sebulan penuh jadi wacana, dulu sudah pernah (sekolah diliburkan saat bulan ramadan selama sebulan penuh). Tidak libur juga sudah pernah,” ujar Gus Yahya.

Gus Yahya menyoroti bahwa kebijakan sekolah formal yang libur selama sebulan penuh saat Ramadan memerlukan evaluasi, terutama terkait kegiatan yang akan diisi selama libur.

“Saya kira ada evaluasi-evaluasi, jawabannya waktu libur selama Ramadan itu bisa lebih bermanfaat bagi anak-anak sekolah. Kenapa? Menurut saya, tergantung libur itu diisi apa? Kalau libur hanya suruh tidur di rumah saja, kan ya tidak seperti itu,” terangnya.

Ia mencatat bahwa selama ini belum ditemukan model kegiatan yang efektif untuk mengisi waktu pelajar saat libur Ramadan. Sebaliknya, jika pelajar tetap bersekolah selama bulan Ramadan, hal tersebut juga tidak menimbulkan masalah.

“Kenyataannya sekolah sambil puasa juga nggak apa-apa, sudah kita coba juga ndak apa-apa. Nah kalau libur itu, selama libur disuruh apa? Itu masalahnya ya. Nah, yang saya lihat selama ini belum pernah ketemu model yang bisa diandalkan. Dulu pernah dicoba misalnya anak-anak sekolah itu disuruh ikut (salat) Tarawih lalu minta tanda tangan imamnya. Hal itu supaya anak-anak beribadah lebih tekun,” ungkapnya.

Gus Yahya membandingkan situasi ini dengan tradisi di pesantren yang justru meningkatkan aktivitas mengaji selama Ramadan. Ia menjelaskan bahwa santri di pesantren mengintensifkan kegiatan ibadah seperti mengaji hingga enam atau tujuh kali sehari, bahkan berlangsung hingga tengah malam menjelang sahur.

“Karena idenya adalah memanen barokah sebesar-besarnya dari bulan Ramadan ini, sehingga ngajinya malah diintensifkan supaya barokahnya bisa dapat lebih banyak,” tandasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa jika ingin memberlakukan kebijakan libur selama Ramadan, perlu dirancang model kegiatan yang jelas dan bermanfaat bagi pelajar.

“Kami lihat selama ini belum ketemu model yang jelas yang bisa kita andalkan,” tambahnya.

Pernyataan Gus Yahya menekankan pentingnya perencanaan matang sebelum kebijakan libur penuh selama Ramadan diterapkan, agar waktu pelajar dapat dimanfaatkan secara produktif dan sesuai dengan semangat di bulan suci tersebut. (her)

Tags: Ketum PBNUPelajar Libur PenuhRamadanYahya Cholil Staquf

Berita Terkait.

Ahmad-Muzani
Nasional

Buntut Kontroversi Juri, Final Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Diulang

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:02
Arief-Wibowo
Nasional

Didukung BNPB dan Basarnas, Prodi Manajemen Bencana BLU Kini Makin Diminati

Kamis, 14 Mei 2026 - 04:40
SBN
Nasional

Terima Kunjungan Badan Atom Rusia, Ketua DPD RI: Kami Bahas Potensi Pengembangan PLTN

Kamis, 14 Mei 2026 - 03:19
Abdul-Aziz
Nasional

PTKIN Kini Jadi Kampus Modern, Padukan Sains, dan Nilai Moderasi Beragama

Kamis, 14 Mei 2026 - 01:07
Prabowo
Nasional

Perkuat Fasilitas Kesehatan Dasar, Prabowo Akan Perbaiki 5.000 Puskesmas

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:26
Abdul-Aziz
Nasional

Alhamdulillah, Calon Mahasiswa Difabel Miliki Kesempatan Kuliah di PTKIN

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:02

BERITA POPULER

  • hujan

    Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1058 shares
    Share 423 Tweet 265
  • Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    979 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    773 shares
    Share 309 Tweet 193
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    722 shares
    Share 289 Tweet 181
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.