• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Ekonom Sebut Anggaran Makan Bergizi Gratis Terlalu Kecil, Singgung Angka Inflasi Daerah

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Sabtu, 30 November 2024 - 17:54
in Nasional
branco

Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau implementasi program makan bergizi gratis di SDN 1 Langkai, Palangka Raya. Foto: Dok Setneg

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOS.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan, anggaran makan bergizi gratis akan dialokasikan hanya Rp10.000 per anak. Angka tersebut lebih rendah dibanding rencana awalnya sebesar Rp15.000.

Menurut Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Centre Of Economic And Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira, anggaran yang dipatok untuk program makan bergizi gratis sangat minim. Mengingat, ada perbedaan harga kebutuhan pokok di sejumlah daerah di Tanah Air.

BacaJuga:

Hindari Kesalahan Pembentukan UU, Irma Suryani Desak DPR Cermat Bahas RUU Ketenagakerjaan

Hardiknas 2026, Paskibra dari Daerah 3T dan Papua Warnai Semangat Pendidikan Bermutu

Maraknya Kasus Daycare, BSN Ingatkan Penerapan SNI Taman Asuh Ramah Anak

“Biaya per porsi terlalu kecil ya, apalagi daerah luar Jawa. Di mana disparitas harga kebutuhan pokok lebih mahal dari Jawa,” kata Bhima melalui gawai, Jakarta, Sabtu (30/11/2024).

Di sisi lain, kenaikan harga kebutuhan pokok setiap daerah juga harus menjadi perhatian pemerintah dalam menetapkan anggaran untuk program makan bergizi gratis.

“Inflasi di luar Jawa perlu jadi pertimbangan. Per Oktober 2024 inflasi di Papua Tengah tercatat 4,19 persen dan Sulawesi Utara 2,58 persen,” ujar Bhima.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dari inflasi nasional 1,71 persen. Kondisi tersebut menggambarkan adanya peningkatan harga barang dan jasa di sejumlah wilayah Indonesia.

“Artinya, harga barang di beberap daerah kan kenaikan harga nya lebih tinggi,” ucap Bhima.

Selain itu, biaya logistik sebaiknya dipertimbangkan. Belum ditambah biaya birokrasi, serta ada tambahan biaya lainnya untuk mendukung program tersebut.

“Pengawasan yang harus dimasukan dalam budget juga,” imbuh Bhima.

Presiden Prabowo berupaya mematok anggaran makan bergizi gratis sebesar Rp15.000 per anak. Namun, kondisi anggaran pendapatan belanja negara (APBN) mengalami keterbatasan.

“Kalau kita rinci program bergizi, ini nanti rata-rata minimumnya kita ingin memberi indeks per anak per ibu hamil itu Rp10.000 per hari. Kita ingin Rp15.000, tapi kondisi anggaran, mungkin Rp10.000 untuk daerah itu cukup bermutu dan bergizi,” ucap Prabowo terpisah usai mengumumkan kenaikan UMP tahun 2025 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (29/11/2024). (dan)

Tags: Anggaran Makan Bergizi GratisekonomInflasi DaerahMakan Bergizi Gratis

Berita Terkait.

Gd-Kura-Kura
Nasional

Hindari Kesalahan Pembentukan UU, Irma Suryani Desak DPR Cermat Bahas RUU Ketenagakerjaan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:39
KAI: dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko
Nasional

Hardiknas 2026, Paskibra dari Daerah 3T dan Papua Warnai Semangat Pendidikan Bermutu

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:44
KAI: dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko
Nasional

Maraknya Kasus Daycare, BSN Ingatkan Penerapan SNI Taman Asuh Ramah Anak

Sabtu, 2 Mei 2026 - 05:31
KAI: dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko
Nasional

Tantangan Ketenagakerjaan Kompleks, DPR RI: May Day 2016 Momentum Perkuat Kolaborasi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 02:37
KAI: dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko
Nasional

KAI: dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko

Sabtu, 2 Mei 2026 - 00:34
Bersama Prabowo, KASBI Tanggapi Santai Aksi May Day di Monas
Nasional

Bersama Prabowo, KASBI Tanggapi Santai Aksi May Day di Monas

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:57

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3039 shares
    Share 1216 Tweet 760
  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2560 shares
    Share 1024 Tweet 640
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1579 shares
    Share 632 Tweet 395
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1193 shares
    Share 477 Tweet 298
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1029 shares
    Share 412 Tweet 257
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.