INDOPOSCO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat adanya pertambahan pengungsi yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Peningkatan pengungsi tersebut diakibatkan tingginya aktivitas erupsi dalam beberapa hari terakhir, sehingga berdampak pada perluasan zona berbahaya. Para pengungsi berada di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka, untuk Kabupaten Flores Timur tersebar di tujuh kecamatan.
Di antaranya Kecamatan Titehena 5.838 jiwa, Kecamatan Wulanggitang 1.263 jiwa, Kecamatan Demon Pagong 302 jiwa, Kecamatan Larantuka 296 jiwa, Kecamatan Ile Mandiri 20 orang, Kecamatan Ilebuira 127 jiwa, Kecamatan Lewolema 23 jiwa dan di Pulau Adonara 12 jiwa. Sementara itu jumlah pengungsi di Kabupaten Sikka terdapat 3.564 jiwa mengungsi.
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Lukmansyah yang ditugaskan mengkoordinasikan penanganan secara langsung di Kabupaten Flores Timur.
“Kondisi makin hari makin baik, khususnya di pos pengungsian besar, sudah dapat dipenuhi secara terus menerus. Makanan siap satu minggu di setiap pos,” ungkap Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Lukmansyah dalam keterangan, Minggu (10/11/2024).
“Psikosial sudah dilakukan untuk menghibur, direncanakan kegiatan belajar mengajar akan dimulai hari Senin, sambil kita menyiapkan sarana prasarana dan juga gurunya,” imbuhnya.
Dia mengatakan, beberapa pengungsi ditemukan mengungsi mandiri di perkebunan. “Kami menyisir pengungsi – pengungsi yang masih ada di kebunnya masing – masing,” katanya.
“Lalu memberikan bantuan dan mengimbau segera bergabung dengan pos pengungsi yang sudah ada, sehingga semua kebutuhan pengungsi bisa diberikan dengan lengkap di pos pengungsian yang sudah kita tetapkan,” imbuhnya.
Ia mengimbau semua warga agar mau mengungsi ke lokasi pengungsian terpusat, sebagai salah satu cara agar kelayakan dan kebutuhan dasarnya dapat terpenuhi.
“Agar menempati pos – pengungsian penghubungan yang sudah disiapkan,” ucapnya.
Pemerintah merencanakan memindahkan dua pos pengungsian yang berada di Desa Hikong dan Desa Kringa. Karena sempat terdampak hujan abu, padahal jarak dari puncak gunung ke lokasi pengungsian tersebut sudah melebihi radius aman yang dikeluarkan PVMBG.
“Pos pengungsian di Hikong dan Kringa, walaupaun berjarak sekitar 12 sampai 15 kilometer dari gunung, sudah terjadi hujan pasir. Akan digeser ke Flores Timur di kampung Kanada, sehingga mereka tidak tergangu lagi hujan pasir dan debu,” ujarnya. (nas)










