• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pemerintah Harus Memastikan Setiap Anak Lahir Sehat dan Bebas Stunting

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 31 Oktober 2024 - 02:49
in Nasional
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag, MPd, melakukan kunjungan kerja pertama ke Kampung KB Pasar Keong, Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (30/10/2024). Foto: Dok BKKBN

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag, MPd, melakukan kunjungan kerja pertama ke Kampung KB Pasar Keong, Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (30/10/2024). Foto: Dok BKKBN

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag, MPd, melakukan kunjungan kerja pertama ke Kampung KB Pasar Keong, Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (30/10/2024). Ini menjadi tonggak awal upaya konkret pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka dalam mengatasi stunting melalui sinergi lintas sektor.

“Guna mencapai Generasi Emas 2045, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga harus bekerja keras untuk memastikan bahwa setiap anak lahir sehat dan bebas dari stunting,” ujar Menteri Wihaji.

BacaJuga:

Hotspot Karhutla Tembus 331 Titik, Kalsel dan Sumsel Jadi Sorotan

Buka WIG 2026 di Solo, Menpar Bawa Kekayaan Kuliner Nusantara ke Panggung Dunia

UT Jakarta Wisuda 2.051 Lulusan, Siapkan Kampus Full Digital untuk Gen Z

Didampingi Wakil Menteri, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, kunjungan ini dirancang untuk menilai secara langsung efektivitas program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan program Percepatan Penurunan Stunting (PPS) di tingkat daerah.

Di bawah pimpinan Menteri Wihaji, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga menargetkan bahwa penurunan stunting akan dicapai dengan pendekatan kolaboratif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, regulasi juga dioptimalkan untuk memberikan keleluasaan bagi program-program stunting. Sehingga setiap pihak bisa berkontribusi dalam mempercepat penurunan stunting.

Menurut Menteri Wihaji, generasi emas bukanlah sesuatu yang bisa dicapai secara instan, tetapi harus dimulai dari hulu, dari perencanaan pernikahan, masa kehamilan, hingga masa awal pertumbuhan anak.

“Kita harus menyiapkan generasi masa depan sejak dini. Stunting bukan hanya masalah angka, tapi lebih pada pencegahan sejak sebelum anak dilahirkan. Kita harus mulai dari perencanaan pernikahan, memastikan calon ibu sehat, dan memberikan asupan gizi yang cukup,” ujarnya.

Menteri Wihaji juga menekankan bahwa upaya penurunan stunting akan terus diperkuat melalui kerja sama lintas sektor, baik dengan pemerintah daerah, kementerian lain, hingga sektor swasta yang turut berperan dalam memberikan bantuan serta edukasi kepada masyarakat.

Upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting merupakan bagian dari program strategis nasional yang dicanangkan Presiden. Stunting sendiri memiliki berbagai penyebab, mulai dari aspek ekonomi, lingkungan, hingga pola makan dan kesehatan ibu saat hamil.

Maka, dibutuhkan penanganan yang komprehensif, mulai dari perbaikan sanitasi, pengadaan air bersih, hingga perbaikan kualitas makanan.

Menteri Wihaji menuturkan, target penurunan stunting telah diubah dan disesuaikan menjadi 18 persen. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional tentang Penetapan Lokasi Fokus Intervensi Pencegahan Stunting Terintegrasi Tahun 2025.

Dalam Keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional tentang Penetapan Lokasi Fokus Intervensi Pencegahan Stunting Terintegrasi Tahun 2025 disebutkan, fokus intervensi pencegahan stunting terintegrasi tahun 2025 akan diprioritaskan di 15 provinsi. Adapun target yang disasar sebanyak 3,6 juta anak atau sekitar 74,6 persen dari jumlah balita stunting nasional. (ney)

Tags: bkkbnKementerian KependudukanKementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluargastunting

Berita Terkait.

Pengamat: Indonesia Konsisten Perjuangkan Kemerdekaan Palestina
Nasional

Hotspot Karhutla Tembus 331 Titik, Kalsel dan Sumsel Jadi Sorotan

Minggu, 27 September 2026 - 17:05
Menpar
Nasional

Buka WIG 2026 di Solo, Menpar Bawa Kekayaan Kuliner Nusantara ke Panggung Dunia

Minggu, 27 September 2026 - 14:06
Wisuda
Nasional

UT Jakarta Wisuda 2.051 Lulusan, Siapkan Kampus Full Digital untuk Gen Z

Minggu, 27 September 2026 - 12:44
Penghargaan
Nasional

Optimalkan Data BPS untuk Pembangunan Daerah, Kemendagri Sabet Penghargaan di HSN 2026

Minggu, 27 September 2026 - 12:04
Cheka-Virgowansyah
Nasional

Cegah Pekerja Rentan Terlantar, Pemerintah Dorong Pemda Terbitkan Perda Jamsostek

Minggu, 27 September 2026 - 10:32
haji
Nasional

Dana Haji Tembus Rp180,72 Triliun, BPKH Raih Prominent Awards 2026

Minggu, 27 September 2026 - 06:06

OLAHRAGA

Rahmat-Erwin-Abdullah
Olahraga

Pecahkan Rekor Dunia, Rahmat Erwin Sumbang Emas Kedua Indonesia di Asian Games 2026

Editor Nelly Marinda Situmorang
Minggu, 27 September 2026 - 09:41

​INDOPOSCO.ID - Cabang olahraga (cabor) angkat besi kembali mengharumkan nama bangsa di panggung olahraga bergengsi se-Asia. Lifter andalan Indonesia, Rahmat...

SelengkapnyaDetails
Karate

FORTIS Series-II 2026 Siapkan 231 Kelas, Bidik 1.750 Atlet Karate

Sabtu, 26 September 2026 - 22:12
Jadi Tersangka Korupsi, Aset Miliaran Rupiah Bupati Gowa Disita Polri

Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

Sabtu, 26 September 2026 - 13:09
Analis: MK Dihadapkan 2 Lapis Persoalan dalam Gugatan Gibran

Reaksi Ole Romeny Usai Indonesia Tekuk Singapura di FIFA ASEAN Cup

Sabtu, 26 September 2026 - 11:10
laga

Laga Pembuka FIFA ASEAN Cup 2026, 3.582 Personel Gabungan Dikerahkan

Jumat, 25 September 2026 - 17:36

BERITA POPULER

  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3882 shares
    Share 1553 Tweet 971
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1030 shares
    Share 412 Tweet 258
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    1007 shares
    Share 403 Tweet 252
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    994 shares
    Share 398 Tweet 249
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    987 shares
    Share 395 Tweet 247
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.