INDOPOSCO.ID – Generasi Z (Gen Z) perlahan mulai mendominasi dunia kerja. Mereka yang tumbuh dalam era digital memiliki banyak ide segar, serta keterampilan unik yang mengisi ruang-ruang kerja.
Kendati demikian, banyak stigma yang melekat pada Gen Z. Generasi yang melek teknologi ini punya sejumlah karakter khas. Mereka dikenal sebagai generasi stroberi, yang sangat sensitif dengan tekanan dunia luar. Gen Z menganggap kesehatan mental dan keseimbangan kerja dengan hidup sehari-hari sebagai prioritas utama.
“Mereka bahkan terbiasa melakukan self diagnosed yang tidak pernah dilakukan oleh generasi sebelumnya,” ujar Dr. Mira Tripuspita S. Psi., M. Comm (HRM), seorang psikolog klinis, yang juga VP Business Support, Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa.
“Ini mitos atau fakta?,” tanya Mira kepada mahasiswa ITS dalam sesi diskusi ‘Gen Z: Ambisi vs Kesehatan Mental’ yang diselenggarakan sebagai kerja sama Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), di Auditorium Research Center, Kampus ITS, Kota Surabaya, Rabu (9/10/2024).
“Seringkali Gen Z berpikir kurang jauh,” tambahnya.
Punya ambisi untuk memiliki rumah, misalnya. Tapi enggan melakukan investasi. Mayoritas Gen Z berperilaku konsumtif, rutin menyambangi warung kopi untuk nongkrong. Ada pula wishlist negara yang wajib dikunjungi.
Bahkan menurut penelitian, 75 persen Gen Z sudah memiliki setidaknya 1 tiket konser untuk 6 bulan ke depan. Semua dengan alasan demi healing, merilis stres.
Konsep FOMO (Fear of Missing Out), YOLO (You Only Live Once) dan FOPO (Fear of People Opinion) mendukung seluruh ambisi itu. Belum lagi desakan media sosial yang dikonsumsi setiap waktu.
Pesan dari influencer menjadi kiblat dalam mengambil keputusan, termasuk ajakan menjadi diri sendiri dan apa adanya dalam proses melamar pekerjaan.
“Oke banget punya ambisi, tapi perlu ‘check-in’ dengan realita untuk menghindari stres. Fokus pada apa yang bisa kita kendalikan,” pesan Mira.
Deretan karakter itu diungkap Mira dalam diskusi interaktif dengan mahasiswa. Kesempatan ini menjadi momen berharga bagi mahasiswa ITS lintas jurusan. Karena, Mira sekaligus membuka tips untuk bisa bekerja di Pertamina.
“IPK minimal 3. Nggak usah berlebihan atau sampai stres. Pahami betul terkait perusahaan yang dilamar, mampu berkomunikasi baik, memiliki adab, keinginan kuat atau ketertarikan tinggi untuk bekerja di perusahaan, dan punya kompetensi yang menunjang posisi,” bebernya. (rmn)











