• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Yuddy Chrisnandi: Optimalkan Peran Lemhannas Antisipasi Dampak Konflik Global

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 5 Oktober 2024 - 12:07
in Nasional
Yuddy Chrisnandi (kanan), menerima buku dalam acara diskusi tentang perdamaian dunia di tengah ancaman perang global sekaligus bedah buku 'Garuda & Trisula Hubungan Indonesia-Ukraina (1946-2022)', karya Yuddy Chrisnandi bersama Safrizal Rambe, di Aula Pikiran Rakyat, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Kamis (3/10/2024). Foto: Istimewa

Yuddy Chrisnandi (kanan), menerima buku dalam acara diskusi tentang perdamaian dunia di tengah ancaman perang global sekaligus bedah buku 'Garuda & Trisula Hubungan Indonesia-Ukraina (1946-2022)', karya Yuddy Chrisnandi bersama Safrizal Rambe, di Aula Pikiran Rakyat, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Kamis (3/10/2024). Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Invasi Rusia ke Ukraina maupun konflik Timur Tengah telah memberikan dampak luar biasa terhadap perekonomian negara dan ketahanan global termasuk Indonesia.

Melihat hal itu, Yuddy Chrisnandi menilai peran Lemhannas sebagai lembaga yang menyelenggarakan pengkajian strategis mengenai permasalahan nasional dan internasional guna menjamin keutuhan negara, harus dioptimalkan.

BacaJuga:

Teknologi Mikroba Jadi Andalan, Pertamina dan LanzaTech Garap Energi dari Sampah

KKP Gandeng Perbankan Tingkatkan Skala Usaha Perikanan di KNMP

Maman Dorong Asosiasi UMKM Jadi Penggerak Pemerataan Ekonomi

Berikut disampaikan dalam acara diskusi tentang perdamaian dunia di tengah ancaman perang global sekaligus bedah buku ‘Garuda & Trisula Hubungan Indonesia-Ukraina (1946-2022)’, karya Yuddy Chrisnandi bersama Safrizal Rambe, di Aula Pikiran Rakyat, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Kamis (3/10/2024).

Menurut Yuddy, seluruh bangsa Indonesia dan institusi-institusi negara khususnya Lemhannas harus memiliki kesadaran terhadap lima ketahanan nasional, yaitu ketahanan pangan, ketahanan energi, ketahanan lingkungan dan alam, kekuatan agama dan budaya, lalu kemandirian nasional.

“Salah satu lembaga negara yang terfokus bidang tugasnya pada kajian-kajian ketahanan dan pertahanan nasional adalah Lemhannas,” ujar Duta Besar Republik Indonesia untuk Ukraina, Armenia, dan Georgia periode 2017-2021 tersebut.

Terkait ketahanan pangan, Yuddy mengapresiasi peresmian 5 Batalyon di Papua terkait dengan tugas-tugas ketahanan teritorial dan ketahanan pangan yang diresmikan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ia meyakini ide bagus ini datang dari Presiden terpilih Prabowo Subianto.

“Ini harus diapresiasi dan saya sangat yakin bahwa ide dan gagasan ini datang dari Presiden terpilih Pak Prabowo. Dan ini harus kita dukung, jangan hanya di Papua 5 Batalyon TNI yang diberikan tugas pembinaan teritorial dan ketahanan pangan tapi di seluruh Indonesia yang memiliki kerawanan pangan,” jelasnya.

Lemhannas yang Yuddy usulkan saat jadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) tahun 2015 agar menjadi lembaga yang langsung dibawah presiden, berharap agar dapat mengoptimalkan peran dalam mencetak pemimpin yang memiliki kekuatan menjaga ketahanan negara.

“Untuk itu peran Lemhannas adalah memodernisasi kurikulum, karena lingkungan global ini berubah, geopolitik itu tidak hanya cukup buat tantangan kita di ASEAN, serta perang bukan hanya konvensional tapi asimetrik. Jadi yang diajarkan tidak bisa hanya itu-itu saja,” lanjutnya.

Pada kesempatan itu, Guru Besar Universitas Nasional (Unas) ini juga menyampaikan langkah-langkah dan tindakan yang secara proaktif harus dilakukan oleh Indonesia di dalam politik luar negerinya.

“Pertama, ambil inisiatif sebagai jembatan negosiasi damai. Lakukan jembatan mempertemukan pemimpin Rusia dan pemimpin Ukraina,” ucap Yuddy.

Terkait hal ini, ia memuji Presiden Joko Widodo maupun Presiden terpilih Prabowo Subianto yang sudah bertemu dengan pemimpin kedua negara yang sedang berperang yaitu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Rusis Vladimir Putin.

“Apanya yang tidak mungkin. Indonesia ini teman bagi semua negara. Kita tidak punya beban serta menganut prinsip-prinsip hukum internasional dan prinsip-prinsip perdamaian, politik luar negeri yang bebas aktif, kita harus bisa melakukan inisiatif negosiasi damai,” terang Yuddy.

Kedua, Indonesia melakukan intensif dialog dengan negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan China sebagai negara superpower untuk mendorong kembali inisiatif-inisiatif perdamaian itu.

“Lalu, kita ini anggota G20 negara dengan rangking 16 terbesar dunia diantara 20 negara. Sebanyak 64 persen produk domestik bruto dunia ini ada di G20. Mainkan posisi G20 dan ambil inisiatif,” lanjutnya.

Kemudian, kata Yuddy, di dalam G20 itu ada G7 yang dipimpin oleh Italia yang ingin Timur Tengah berhenti berperang. Selain itu, dalam G20 itu juga ada G7 yang ingin perang Rusia-Ukraina berhenti.

“Kelima, kita ini mempunyai daya tawar dengan memimpin ASEAN yang menginisiasi Konferensi Asia-Afrika, kita yang menginisiasi negara-negara gerakan non-blok, kita juga negara muslim terbesar yang menjadi OIC (Organization of Islamic Conference) atau OKI,” imbuhnya.

Kemudian, lanjutnya, daya tawar diplomasi internasional itu dipakai untuk membangun solidaritas dan kesadaran dunia bahwa perang itu berbahaya. Meskipun perangnya di Ukraina, namun akibatnya menyasar Indonesia dan negara-negara lain.

“Terakhir, memastikan bahwa Indonesia mendukung segala batas-batas teritorial integritas kemerdekaan negara manapun,” ucap Yuddy.

Selanjutnya ia juga menyampaikan alasan mengapa Indonesia harus mengambil langkah-langkah dan upaya mendamaikan negara yang bertikai.

Pertama, peningkatan harga energi itu sampai 30%. Kedua, suplay bahan-bahan pokok distribusi ekonomi terganggu.

“Seperti gandum dari Ukraina 30 juta ton yang bisa menghidupi kebutuhan makan di Afrika tidak bisa keluar karena itu dampaknya jadi kekurangan pangan dan harganya jadi mahal,” ujar Yuddy.

Kemudian, lanjutnya, inflasi global. Lalu kehilangan kesempatan-kesempatan ekonomi, kerusakan infrastruktur, dan kehilangan kesempatan untuk berinvestasi.

“Kelima, ini masalah besar kemanusiaan, berkembangnya krisis pengungsi. Lalu keenam yaitu ekonomi drop, pertumbuhan ekonomi pasti turun,” katanya.

Kemudian yang ketujuh, instabilitas keamanan dunia sudah pasti menjadi ancaman potensial pecahnya perang dunia ke-3.

“Setelah kita melihat begini, dampak perang dan kekacauan dunia ini pasti berdampak juga bagi Indonesia,” terangnya. (rmn)

Tags: Konflik GloballemhannasPerang Rusia-UkrainaYuddy Chrisnandi

Berita Terkait.

Teknologi Mikroba Jadi Andalan, Pertamina dan LanzaTech Garap Energi dari Sampah
Nasional

Teknologi Mikroba Jadi Andalan, Pertamina dan LanzaTech Garap Energi dari Sampah

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:31
RW Kumuh Jakarta Sisa 211, Pramono Soroti Kompleksitas Wilayah Tambora
Nasional

KKP Gandeng Perbankan Tingkatkan Skala Usaha Perikanan di KNMP

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:02
Maman Dorong Asosiasi UMKM Jadi Penggerak Pemerataan Ekonomi
Nasional

Maman Dorong Asosiasi UMKM Jadi Penggerak Pemerataan Ekonomi

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:15
BRIN
Nasional

BRIN: Riset NLP Solusi Hadapi Tantangan Kebahasaan di Era Digital

Kamis, 7 Mei 2026 - 07:23
Ahmad-Doli-Kurnia-Tanjung
Nasional

Tepis Usulan Saor Siagian, Doli Kurnia: Fraksi DPR Adalah Wajah Partai Politik

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:32
Brian
Nasional

Mendiktisaintek Minta Kampus Hadirkan Solusi Berdampak bagi Masyarakat

Kamis, 7 Mei 2026 - 03:19

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3694 shares
    Share 1478 Tweet 924
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1297 shares
    Share 519 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1600 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.