• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Diskusi Warisan Budaya Maritim di Kedubes AS, Lestarikan Sejarah melalui Konservasi Bawah Laut

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 23 Agustus 2024 - 19:34
in Nasional
Yanuardi-Syukur-2-co

Anggota Forum Kajian Indonesia-Amerika, Yanuardi Syukur (kanan), Bersama anggota lainnya erpose di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Jakarta, usai menghadiri diskusi warisan budaya maritim di MyAmerica, Kedubes AS, Rabu (21/8/2024). Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Forum Kajian Indonesia-Amerika menghadiri diskusi warisan budaya maritim di MyAmerica, Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) ada Rabu (21/8/2024). Hadir pada diskusi ini para peneliti dan akademisi yang memiliki minat dalam studi lintas disiplin mengenai hubungan Indonesia-Amerika, termasuk tourism dan blue economy.

Pembicara utama dalam diskusi bertajuk ‘Preserving Underwater Cultural Heritage’ ini adalah Dr. Jennifer McKinnon, seorang profesor kajian maritim di East Carolina University (ECU) AS. Presentasi Dr. McKinnon berfokus pada pelestarian dan promosi warisan budaya, dengan penekanan khusus pada warisan budaya bawah laut.

BacaJuga:

Menteri Wihaji: Jadikanlah PP Tunas Sebagai Alat Pendukung Kehidupan Keluarga

Baleg DPR Kebut RUU Satu Data Indonesia, Usulkan Pembentukan BSDI

DPR Soroti Lambannya Reaktivasi 11 Juta Peserta PBI BPJS, Baru 2 Juta Terealisasi

Sesi diskusi ini dirancang untuk melibatkan kaum muda dan profesional yang bersemangat tentang studi kelautan, perikanan, warisan budaya dan arkeologi, sekaligus menunjukkan bagaimana bidang-bidang ini saling berhubungan dan bagaimana mereka berkontribusi untuk melestarikan sejarah melalui upaya konservasi bawah laut.

Pada kesempatan ini, Dr. McKinnon menekankan soal pentingnya memperhatikan warisan budaya bawah laut, termasuk bangkai kapal perang Amerika USS. Houston yang tenggelam di Laut Sunda, Indonesia pada Perang Dunia II.

“Houston merupakan sebuah kapal penjelajah kelas Northampton. Houston diluncurkan dari galangan kapal pada 7 September 1929,” ujarnya.

Lolos dalam pertempuran di Laut Jawa, kariernya sebagai hantu gentayangan berakhir saat Houston disergap dan ditenggelamkan oleh Angkatan Laut Kekaisaran Jepang dalam Pertempuran Selat Sunda pada tahun 1942.

Pada 2017, miniatur Houston menjadi bagian dari hibah pemerintah Amerika Serikat kepada Museum Bahari di Jakarta. Naasnya, pada tahun 2018, api melahap Museum Bahari beserta koleksinya, termasuk miniatur Houston.

Menurut McKinnon, situs USS Houston tersebut memiliki nilai signifikan tidak hanya untuk sektor perikanan, tapi juga untuk pengembangan pariwisata, studi lokasi peperangan, serta penelitian tentang konstruksi kapal.

Menurut Konvensi United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (Unesco) atau Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perlindungan Warisan Budaya Bawah Air (2001), warisan ini mencakup semua benda yang terletak di bawah permukaan air dan memiliki nilai sejarah, arkeologis atau budaya. Contohnya adalah kapal karam, situs arkeologi yang terendam dan artefak yang hilang di laut.

Hadir dalam diskusi ini, anggota Forum Kajian Indonesia-Amerika yang terdiri dari para peneliti lintas disiplin, di antaranya Yanuardi Syukur, Ade Purwanto, Sofyardi Rahmat, Muhammad Ibrahim Hamdani, Subandriyah, Ana Fauzia, Fathul Hamdani, Siti Nur Hidayati, Munawir Aziz, Indri Retno Putranti, Qanita Indriani Setiono, Farinia Fianto, dan Lili Dahliani.

Mereka juga secara aktif menyampaikan pandangannya tentang studi warisan budaya, edukasi publik, peran film dalam edukasi warisan maritim, proteksi hukum, geopolitik Asia-Pasifik, hingga apa dampak karamnya USS Houston bagi Amerika Serikat.

Sebelumnya, Dr. McKinnon mengatakan bahwa telah ada upaya luar biasa yang dilakukan untuk melestarikan USS Houston.

“Terdapat peluang untuk menciptakan jaringan dan kolaborasi antara AS dan Indonesia,” tutur Dr. McKinnon.

Dr. McKinnon mengungkapkan bahwa pelestarian ini bukan tanggung jawab Amerika Serikat sebagai pemilik kapal, melainkan membutuhkan kerja sama dengan Indonesia.

Namun, untuk meningkatkan kesadaran pelestarian tersebut, diperlukan kontribusi masyarakat lokal, melalui arkeologi komunikasi yang melibatkan penelitian serta masyarakat yang aktif dalam melakukan proses tersebut.

Oleh karena itu, untuk memperkenalkan situs-situs tersebut perlu menekankan pentingnya edukasi dan keterlibatan komunikasi. Penting juga edukasi dan keterlibatan komunitas. Dengan meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat, pelestarian budaya bawah air dapat berhasil dilakukan. (arm)

Tags: Forum Kajian Indonesia-AmerikaWarisan Budaya Maritimyanuardi syukur

Berita Terkait.

Wihaji
Nasional

Menteri Wihaji: Jadikanlah PP Tunas Sebagai Alat Pendukung Kehidupan Keluarga

Kamis, 16 April 2026 - 08:37
Bob-Hasan
Nasional

Baleg DPR Kebut RUU Satu Data Indonesia, Usulkan Pembentukan BSDI

Kamis, 16 April 2026 - 07:11
Irma-Suryani
Nasional

DPR Soroti Lambannya Reaktivasi 11 Juta Peserta PBI BPJS, Baru 2 Juta Terealisasi

Kamis, 16 April 2026 - 05:39
Hinca
Nasional

Di Sidang MK, DPR Tegaskan: Wawancara Jadi Kunci Konstruksi Peristiwa Pidana

Rabu, 15 April 2026 - 22:42
Abdul-Kharis-Almasyhari
Nasional

Komisi IV Dorong Percepat Pengangkatan PPPK Penyuluh Pertanian, Target Satu Desa Satu PPL Dikebut

Rabu, 15 April 2026 - 22:22
EO
Nasional

IMB Kembali Digelar, Sekjen PKS Serap Gagasan Aktivis Muda dari MBG hingga Geopolitik

Rabu, 15 April 2026 - 21:21

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2516 shares
    Share 1006 Tweet 629
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    899 shares
    Share 360 Tweet 225
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    845 shares
    Share 338 Tweet 211
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    796 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    763 shares
    Share 305 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.