• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

FKS Kota Semarang Nilai Penyediaan Alat Kontrasepsi Picu Maraknya Seks Bebas

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Senin, 12 Agustus 2024 - 04:04
in Nusantara
detty

Ketua Harian Forum Kota Sehat (KFS) Kota Semarang Dyah Ratna Harimurti. (Antara)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ketua Harian Forum Kota Sehat (FKS) Kota Semarang Dyah Ratna Harimurti menilai penyediaan alat kontrasepsi bagi pelajar dan remaja yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28/2024 justru bisa membuat perilaku seks bebas menjadi marak.

“Berkenaan dengan disahkannya PP 28/2024 penyediaan alat kontrasepsi untuk pelajar dan anak usia sekolah tentu menimbulkan keresahan bagi banyak orang tua siswa,” katanya di Semarang, seperti dikutip Antara, Minggu (11/8/2024).

BacaJuga:

Kekeringan Meluas, BNPB: Ribuan KK Krisis Air Bersih di Jatim, Jateng hingga Jabar

PT Mamani Jaya Berkah, UMKM Malang yang Sukses Ekspor Produk Sambal ke Malaysia

Menkop Ferry Juliantono Letakkan Batu Pertama KDKMP Dekai, Dorong Kebangkitan Ekonomi Papua

Ia mengaku mendapatkan banyak pertanyaan dari masyarakat, terutama orang tua yang memiliki anak remaja yang khawatir dengan aturan tersebut.

“Dijual bebasnya kondom di minimarket (toko swalayan) saja sudah cukup meresahkan. Apalagi, dengan disediakan kontrasepsi di sekolah,” katanya.

Menurut dia, sejauh ini pemerintah sudah berupaya menekan angka pengidap HIV/AIDS, dengan banyak melakukan sosialisasi, salah satunya kampanye antiseks bebas.

Namun, katanya, kemunculan PP yang baru saja disahkan Presiden Joko Widodo tersebut mengejutkan dan meresahkan masyarakat, terutama kalangan orang tua siswa.

“Dengan melegalkan seperti itu (penyediaan alat kontrasepsi, red.), berarti menormalisasi dan membolehkan anak-anak di bawah usia menikah untuk melakukan seks bebas, asal tidak hamil. Kan itu yang tersirat ya,” kata sosok yang akrab disapa Detty tersebut.

Ia mengingatkan perilaku seks bebas tidak sesuai dengan etika ketimuran dan bukan budaya Indonesia sehingga keberadaan PP yang mengatur penyediaan alat kontrasepsi bagi pelajar di sekolah jelas tidak tepat.

“Bukankah sudah ada Undang-Undang Nomor 16/2019 tentang Perkawinan bahwa usia menikah adalah 19 tahun? Seks bebas tentu belum bisa dinormalisasi di Indonesia karena tidak sesuai dengan budaya kita,” katanya.

Selain itu, ia menilai, regulasi tersebut seolah-olah menyiratkan menyederhanakan permasalahan hanya remaja yang hamil sehingga bisa dicegah jangan sampai hamil dengan alat kontrasepsi.

“Jadi, tidak dipikirkan perilakunya anak-anak, ‘mindset’ (pola pikir) anak-anak setelah adanya PP itu. Bagaimana mereka menjalani masa depan yang masih panjang setelah adanya kebebasan seperti itu,” kata Detty yang juga anggota Komisi D DPRD Kota Semarang itu.

Padahal, kata dia, perilaku dan pola pikir sangat penting untuk pembentukan karakter yang nantinya akan mempengaruhi kemampuan meraih masa depan.

“Perlu diketahui bahwa seks bebas juga bisa bikin kecanduan. Bahkan, lebih dibandingkan dengan kecanduan narkoba. Saya khawatir kecanduan seks ini bisa merusak ‘mindset’ dan mental anak-anak dan remaja,” katanya.

Masih banyak cara untuk menekan kehamilan dini dan apapun yang dikhawatirkan tentang remaja atau pelajar hamil, kata dia, tetapi tidak lantas dengan melegalkan penggunaan alat kontrasepsi di kalangan pelajar atau remaja.

“Kami yakin masih banyak cara untuk menekan permasalahan remaja hamil, tapi tentunya tidak dengan memberikan, menyiapkan, melegalkan kontrasepsi di sekolah,” katanya. (dam)

Tags: Alat KontrasepsiAlat Kontrasepsi bagi Siswa SekolahFKS Kota SemarangPP 28/2024PP Kesehatanseks bebas

Berita Terkait.

jatim
Nusantara

Kekeringan Meluas, BNPB: Ribuan KK Krisis Air Bersih di Jatim, Jateng hingga Jabar

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:42
Ekspor
Nusantara

PT Mamani Jaya Berkah, UMKM Malang yang Sukses Ekspor Produk Sambal ke Malaysia

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:47
ferry
Nusantara

Menkop Ferry Juliantono Letakkan Batu Pertama KDKMP Dekai, Dorong Kebangkitan Ekonomi Papua

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:27
Pelaku
Nusantara

Kejar Jaringan Pemasok Ganja, Bea Cukai Lhokseumawe dan Bareskrim Polri Tangkap Kurir di Nagan Raya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:26
GIIAS-2026
Nusantara

Peran Bea Cukai di Balik Gelaran GIIAS 2026

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:39
bc
Nusantara

Tindak Lanjut Penindakan Rokok Ilegal di Balikpapan, Pelaku Divonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:17

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2383 shares
    Share 953 Tweet 596
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1989 shares
    Share 796 Tweet 497
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    1821 shares
    Share 728 Tweet 455
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2540 shares
    Share 1016 Tweet 635
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1306 shares
    Share 522 Tweet 327
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.