• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Keswadayaan Lokal dan Etos Kewirausahaan Tidak Terlepas dari Peran Pemuda dan Etika Budaya Lokal

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Jumat, 9 Agustus 2024 - 13:43
in Nasional
Ketua Dewan Pembina Yayasan Dompet Dhuafa Republika dalam FGD Budaya dan Pemberdayaan di Grand Hotel Yogyakarta, Rabu (24/7/2024).  Foto: Humas Dompet Dhuafa

Ketua Dewan Pembina Yayasan Dompet Dhuafa Republika dalam FGD Budaya dan Pemberdayaan di Grand Hotel Yogyakarta, Rabu (24/7/2024). Foto: Humas Dompet Dhuafa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Hari ini, Anda semua berkumpul di Kota Budaya, di Culture Hub of Indonesia, Pusat Budaya Indonesia, khususnya Jawa, untuk membahas bagaimana memberdayakan masyarakat berbasis cerlang (cemerlang) budaya lokal.

Dan Jogja adalah tempat datangnya wangsit, ide, intuitive minde bagi pendirian Dompet Dhuafa.

BacaJuga:

Sekjen AMKI: Organisasi Besar Dibangun dengan Semangat Kebersamaan 

79 Persen Mahasiswa Sudah Bekerja, Lulus UT Langsung Terserap Dunia Kerja

Kemendikdasmen: Siswa Berkebutuhan Khusus di Sekolah Reguler Terus Bertambah

“Saya yakin diskusi hari ini menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk memberdayakan masyarakat, memberdayakan kaum dhuafa, untuk membangun Indonesia yang adil dan makmur,” pesan Bapak Parni Hadi, Inisiator Gerakan Kebudayaan sekaligus Inisiator dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Dompet Dhuafa Republika dalam Sambutan Fokus Grup Diskusi (FGD) Budaya dan Pemberdayaan di Grand Hotel Yogyakarta pada Rabu (24/7/2024).

Agenda ini merupakan kolaborasi Dompet Dhuafa dan Bina Trubus Swadaya dan didukung oleh Bank Syariah Indonesia. Serial FGD kali ini mengusung tema “Keswadayaan Lokal dan Etos Kewirausahaan” yang dihadiri oleh GKR Mangkubumi selaku Penjaga Inti Kebudayaan Keraton Yogyakarta, Ahmad Juwaini (Ketua Pengurus Dompet Dhuafa), Otok S. Pamudji (Pengurus Bina Swadaya), Hasto Wardoyo (Kepala BKKBN), Muhammad Jazir (Dewan Syuro Jogokariyan), Mursida Rambe (BMT Beringharjo), dan para tokoh lainnya.

GKR Mangkubumi selaku Penjaga Inti Kebudayaan Keraton Yogyakarta mengatakan, “Sebagai daerah istimewa, Yogyakarta memiliki potensi besar dalam mengembangkan kewirausahaan dengan berdasarkan pada budaya serta memiliki orientasi pada pelestarian nilai-nilai tersebut.”

Filosofi Jawa yang berkaitan dengan kewirausahaan seperti: Menjadi Kaya Tanpa Harta, Benda mengajarkan kita untuk menjadi kreatif dan inovatif memanfaatkan potensi lokal. serta menjaga harmoni dengan alam dan masyarakatnya.

Dengan demikian, kewirausahaan di Yogyakarta, tidak hanya berorientasi pada keuntungan materi tapi juga memperhatikan keberlanjutan budaya.

“Transformasi dari mitos menjadi etos atau dari tataran filosofi ke ranah praktis adalah sejatinya upaya pelestarian sekaligus pemberdayaan budaya. Tanpa ada upaya transformasi, budaya akan mengalami kemunduran,” ujarnya.

Di sisi lain, dr. H. Hasto Wardoyo, selaku Bupati Kulonprogo tahun 2011-2019 & Kepala BKKBN mengatakan, bahwa remaja menjadi penentu apakah mau sejahtera atau tidak.

“Maka remaja-remaja kita harus dilibatkan dalam setiap program pemberdayaa,” ujarnya.

“Kuncinya adalah dengan padat karya. Ketika produsen kita kuasai dan konsumen kita kuasai harus dipadatkaryakan. Kalau tidak, maka modal kapital dari rakyat yang kecilkecil itu akan terakumulasi pada segelintir orang jadi kapitalis kanan atas. Tapi kalau bisa di share ke kelompokkelompok kecil hasilnya akan lebih baik. Harus membangun budaya yang tidak boros dan bisa meningkatkan ekonomi,”tambahnya.

“Saya ingin memberikan catatan khusus untuk hari ini. Yaitu adanya dugaan, ancaman atas pemberdayaan dan beberapa fenomena. Misalnya, (1) relasi kuasa, ini kian hari kian menjemukan, masyarakat kita semakin menganggap bahwa segala keberhasilan berhubungan dengan kekuasaan, (2) budaya instant segala sesuatu harus segera dan (3) fenomena post truth”, kata Dr. Bayu Krisnamurthi, Direktur Bulog yang juga Ketua Pengurus Bina Trubus Swadaya menambahkan.

Pada sesi terakhir FGD, Ahmad Juwaini didampingi oleh bapak Otok dan bapak Rahmad Riyadi menyampaikan beberapa poin rencana aksi bersama diantaranya:

1. Menuliskan konsep-konsep dan praktik-praktik baik dalam rangka menangkap banyaknya inisiatif lokal yang pada akhirnya melakukan perubahan sosial

2. Melakukan program-program pemberdayaan dengan mengidentifikasi dan menguatkan nilai-nilai dan etika budaya lokal yang meningkatkan keswadayaan lokal dan etos kewirausahaan.

3. Program-program pemberdayaan ini harus digerakkan oleh kaum muda yang memahami nilai budaya masyarakatnya dan memiliki ilmu pemberdayaan berbasis komunitas, karang taruna, lembaga keagamaan, dan kelompok masyarakat sipil lainnya dengan bantuan dunia usaha.

4. Mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam bidang kebudayaan dan pemberdayaan ekonomi. (adv)

Tags: Budaya LokalDompet DhuafaEtos KewirausahaanKeswadayaan Lokalpemuda

Berita Terkait.

Di Tengah Ketidakpastian Global, Indonesia Ajak Negara Produsen Sawit Perkuat Barisan
Nasional

Sekjen AMKI: Organisasi Besar Dibangun dengan Semangat Kebersamaan 

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:47
Di Tengah Ketidakpastian Global, Indonesia Ajak Negara Produsen Sawit Perkuat Barisan
Nasional

79 Persen Mahasiswa Sudah Bekerja, Lulus UT Langsung Terserap Dunia Kerja

Selasa, 30 Juni 2026 - 22:01
Kemendikdasmen: Siswa Berkebutuhan Khusus di Sekolah Reguler Terus Bertambah
Nasional

Kemendikdasmen: Siswa Berkebutuhan Khusus di Sekolah Reguler Terus Bertambah

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:31
Tak Perlu Datang Pagi ke Kantah, Masyarakat Kini Bisa Booking Antrean Lewat Aplikasi Sentuh Tanahku
Nasional

Tak Perlu Datang Pagi ke Kantah, Masyarakat Kini Bisa Booking Antrean Lewat Aplikasi Sentuh Tanahku

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:01
DPR Pertanyakan Eksekusi Putusan Rp18 Triliun terhadap Korporasi Penyebab Karhutla
Nasional

DPR Pertanyakan Eksekusi Putusan Rp18 Triliun terhadap Korporasi Penyebab Karhutla

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:41
Harita Nickel Bidik Pertumbuhan Berkelanjutan, ESG dan Efisiensi Jadi Prioritas
Ekonomi

Harita Nickel Bidik Pertumbuhan Berkelanjutan, ESG dan Efisiensi Jadi Prioritas

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:05

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1643 shares
    Share 657 Tweet 411
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1696 shares
    Share 678 Tweet 424
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1089 shares
    Share 436 Tweet 272
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1020 shares
    Share 408 Tweet 255
  • Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1727 shares
    Share 691 Tweet 432
Konsep Otomatis
Olahraga

Singkirkan Belanda, Mazraoui Tegaskan Maroko Layak Diperhitungkan di Piala Dunia 2026

Editor Dilianto
Selasa, 30 Juni 2026 - 20:17

INDOPOSCO.ID - Bek Timnas Maroko Noussair Mazraoui menegaskan, bahwa timnya bukan lagi sekadar tim kejutan di Piala Dunia 2026, melainkan...

SelengkapnyaDetails
Jadwal 32 Besar Piala Dunia: Norwegia, Prancis dan Meksiko Main, Lawannya Berat

Koeman Ogah Bahas Masa Depannya Usai Belanda Tersingkir di Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:52
Jadwal 32 Besar Piala Dunia: Norwegia, Prancis dan Meksiko Main, Lawannya Berat

Jadwal 32 Besar Piala Dunia: Norwegia, Prancis dan Meksiko Main, Lawannya Berat

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:42
Pemain-Maroko

Hasil Piala Dunia: Bounou Jadi Pahlawan, Maroko Pulangkan Belanda via Tos-tosan

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:23
Julio-Enciso

Paraguay Singkirkan Jerman, Gustavo Gomez: Persatuan Jadi Kekuatan Kami

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:41
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.