• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Ismail Haniyeh Meninggal, Pakar: Berpotensi Munculkan Perang Terbuka Iran-Israel

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Rabu, 31 Juli 2024 - 23:07
in Internasional
Ismail-Haniyeh

Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh. Foto: Dok. Anadolu Agency

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Guru besar hukum internasional Universitas Indonesia (UI) Profesor Hikmahanto memperkirakan, eskalasi konflik di Timur Tengah bakal makin meningkat setelah pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh meninggal dunia di Ibukota Iran, Taheran pada, Rabu (31/7/2024).

“Tentu ini akan memperburuk situasi di Timur Tengah dan berpotensi, memunculkan perang terbuka antara Israel dengan Iran,” kata Hikmahanto melalui gawai, Jakarta, Rabu (31/7/2024).

BacaJuga:

Iran Kecam Diplomasi Paksa Trump: Negosiasi Bukan Berarti Penyerahan Diri

Rusia Desak AS-Iran Lanjutkan Dialog demi Stabilitas Global

China Peringatkan AS Usai Penyitaan Kapal Kargo Iran di Selat Hormuz

Menurutnya, ada tiga alasan yang memantik terjadi ketegangan di Timur Tengah. Pertama, Hamas akan menuduh Israel berada di belakang terbunuhnya Haniyeh.

“Mengingat Israel sudah mendeklarasikan akan mengejar petinggi Hamas, termasuk Hinyeh,” ujar Hikmahanto.

“Lalu ada pernyataan dari pejabat di Israel pasca-tewasnya Haniyeh yang mengatakan dunia akan lebih baik,” tambahnya.

Kedua, saat ini Iran sedang melakukan penyelidikan apakah Israel berada dibelakang peluncuran peluru kendali ke kediaman Haniyeh. Jika terbukti, maka Iran bakal menyerang Israel.

“Kalau memang Israel berada dibelakang ini semua, maka Iran bisa mengklaim kedaulatan negaranya dilanggar oleh Israel dan karenanya Iran bisa menyerang Israel atas hak bela dirinya berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB,” jelas Hikmahanto.

Jika terjadi serangan terhadap Israel akibat kematian itu. Bisa saja Amrerika Serikat (AS) bakal turun tangan di tengah pertempuran tersebut. Termasuk Rusia diperkirakan bakal mendukung koleganya, Iran.

“Terkahir, bila Israel diserang dan AS melindungi Israel, bukannya tidak mungkin Rusia akan berada di belakang Iran,” jelas Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani itu.

Pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh bersama ajudannya meninggal dunia di Ibukota Iran, Taheran pada, Rabu (31/7/2024) waktu setempat. Itu terjadi setelah menghadiri upacara pelantikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada, Selasa (30/7/2024) kemarin.

“Haniyeh dan salah satu pengawalnya terbunuh setelah gedung tempat mereka menginap diserang,” beber keterangan Hamas dilansir dari Al Jazeera, Rabu (31/7/2024). (dan)

Tags: Ismail Haniyehkonflikpemimpin politik HamasTimur Tengahwafat

Berita Terkait.

bagher
Internasional

Iran Kecam Diplomasi Paksa Trump: Negosiasi Bukan Berarti Penyerahan Diri

Selasa, 21 April 2026 - 09:38
Tak Hanya Jadi Penonton, Alumni PMII Harus Berikan Manfaat Nyata bagi Masyarakat 
Internasional

Rusia Desak AS-Iran Lanjutkan Dialog demi Stabilitas Global

Senin, 20 April 2026 - 23:59
Kasus Longsor Bantargebang, KLH Tetapkan Mantan Kadis LH Jakarta Tersangka
Internasional

China Peringatkan AS Usai Penyitaan Kapal Kargo Iran di Selat Hormuz

Senin, 20 April 2026 - 20:01
Islamabad
Internasional

Blokade Laut Belum Dicabut, Iran Tolak Perundingan Damai Putaran Kedua dengan AS

Senin, 20 April 2026 - 12:40
Selat-Hormuz
Internasional

Marinir AS Sita Kapal Kargo Iran di Selat Hormuz, Sempat Lepaskan Tembakan

Senin, 20 April 2026 - 11:09
Di Hadapan 150 Negara dalam Sidang IPU, BKSAP DPR RI Tegas Sebut Israel Negara Parasit
Internasional

Di Hadapan 150 Negara dalam Sidang IPU, BKSAP DPR RI Tegas Sebut Israel Negara Parasit

Minggu, 19 April 2026 - 00:35

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1256 shares
    Share 502 Tweet 314
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    873 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    728 shares
    Share 291 Tweet 182
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.