• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Bapanas Dorong Semua Pihak Perkuat Ekosistem Pangan Nasional

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Minggu, 21 Juli 2024 - 02:02
in Ekonomi
Arief-Prasetyo-Adi

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi dalam seminar Revolusi Pangan dengan tema 'Membangun Sistem Integrasi Horizontal Industri Pangan Bangsa' dalam Indo Livestock Expo and Forum yang diselenggarakan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) di JCC Senayan. (Antara)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mendorong semua pemangku kepentingan terkait untuk bersama-sama memperkuat sinergi ekosistem pangan nasional yang mandiri dan berdaulat dengan penuh integritas.

“Tentunya yang harus kita dorong bersama-sama adalah ketahanan pangan yang berdasarkan kemandirian pangan dan kedaulatan pangan dengan penuh integritas untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045,” kata Arief dalam keterangan di Jakarta, seperti dilansir Antara, Sabtu (20/7/2024).

BacaJuga:

Laba Bersih Melonjak, MedcoEnergi Raup USD67 Juta di Kuartal 1 2026

Menuju Kekuatan Ekonomi Dunia, Prabowo Andalkan Hilirisasi Berbasis Teknologi

Genjot Cofiring, PLN NP Tegaskan Posisi sebagai Motor Transisi Energi

Menurut Arief pewujudan ketahanan pangan nasional yang mandiri dan berdaulat dibangun di atas ekosistem pangan yang berkelanjutan.

Hal itu, lanjut Arief, untuk mendorong perlindungan terhadap petani, peternak, dan nelayan guna meningkatkan daya saing, menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

“Serta memastikan pemerataannya baik dari segi infrastruktur maupun pemenuhannya,” ujar Arief Arief dalam seminar Revolusi Pangan dengan tema ‘Membangun Sistem Integrasi Horizontal Industri Pangan Bangsa’ dalam Indo Livestock Expo and Forum yang diselenggarakan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) di JCC Senayan.

Dia menuturkan, melalui ekosistem yang ramah lingkungan pula cemaran jejak karbon atau carbon footprints hilirisasi pangan akan dapat dikurangi sedikit demi sedikit.

Untuk itu Arief mengajak seluruh pelaku usaha pangan untuk bersinergi dalam integrasi horisontal ekosistem pangan nasional demi kepentingan bersama sehingga dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya guna mewujudkan Indonesia Emas 2045 dengan tetap memperhatikan kelestarian alam dan lingkungan.

Kebijakan pangan ditetapkan sesuai visi Presiden Joko Widodo untuk menjaga harga yang wajar di tingkat produsen, pedagang, dan konsumen antara lain melalui penetapan harga pembelian pemerintah (HPP), harga eceran tertinggi (HET), dan harga acuan pembelian dan penjualan (HAP) sehingga nilai tukar tetani (NTP) dapat terus dijaga di atas angka 100.

Selanjutnya penguatan infrastruktur berbasis rantai dingin seperti cold storage, reefer container, heat pump dryer, dan air blast freezer terus dibangun di berbagai wilayah bersama pemerintah daerah untuk menunjang perpanjangan masa simpan produk (shelf life) dan pemerataan distribusi antarwilayah.

Upaya ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan yang akan berdampak pada stabilnya harga pangan baik di tingkat produsen maupun konsumen.

“Jadi pada saat semua panen harga jatuh, itu kita beli dengan harga yang baik sesuai dengan HAP, disimpan. Dua bulan lagi harganya akan kembali, dan kita bisa menjaga harga ayam, cabai, dan bawang agar tidak melambung tinggi,” ungkap Arief.

Sementara itu pengelolaan cadangan pangan pemerintah (CPP) sebagaimana diamanatkan Perpres 125 Tahun 2022 dioptimalkan untuk melakukan berbagai intervensi baik upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan, kondisi kedaruratan bencana, hingga penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat rentan untuk mengurangi tingkat kemiskinan.

Bantuan pangan telur ayam, daging ayam ras, maupun susu disalurkan kepada masyarakat untuk mengurangi tingkat prevalensi stunting, termasuk untuk mendukung program pemberian makan bergizi bagi anak sekolah.

“Di sisi lain penyusunan neraca komoditas pangan dan penguatan satu data pangan digunakan untuk memitigasi gejolak pasokan dan harga pangan,” terang Arief.

Ia juga mendorong kepala daerah untuk memahami peran cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) serta upaya-upaya pengendalian inflasi komponen bergejolak (volatile food) yang disebabkan oleh pangan.

Arief mendorong pula sinergitas ABGCM (academics, bussines, government, community, and media) sebagai kunci integrasi untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.

Menurutnya untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan diperlukan integritas penuh yang diikuti dengan upaya pelestarian dengan alam dan lingkungan.

“Karena kita ini deal dengan makhluk hidup, deal kita itu dengan pangan, peternakan juga makhluk hidup, maka harus ada rasa dalam kita mengelola pangan yang ada hari ini,” kata Arief. (dam)

Tags: Arief Prasetyo AdiBapanasPangan Nasional

Berita Terkait.

Laba Bersih Melonjak, MedcoEnergi Raup USD67 Juta di Kuartal 1 2026
Ekonomi

Laba Bersih Melonjak, MedcoEnergi Raup USD67 Juta di Kuartal 1 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:06
Hari Buruh 2026, DPR Dorong Pemerintah Bentuk Satgas PHK yang Pernah Dijanjikan Setahun Lalu
Ekonomi

Menuju Kekuatan Ekonomi Dunia, Prabowo Andalkan Hilirisasi Berbasis Teknologi

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:03
Genjot Cofiring, PLN NP Tegaskan Posisi sebagai Motor Transisi Energi
Ekonomi

Genjot Cofiring, PLN NP Tegaskan Posisi sebagai Motor Transisi Energi

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:04
PLN EPI
Ekonomi

Biomassa Naik Kelas, Kolaborasi PLN-ITB Dorong Desa Jadi Produsen Energi

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:43
cilacap
Ekonomi

Hilirisasi Jadi Senjata Baru, Prabowo Ingin Kekayaan RI Tinggal di Dalam Negeri

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:06
PTBA
Ekonomi

Efisiensi dan Ketahanan Operasional Dorong Kinerja Stabil PTBA di Kuartal I 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:25

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2558 shares
    Share 1023 Tweet 640
  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    1804 shares
    Share 722 Tweet 451
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1563 shares
    Share 625 Tweet 391
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1029 shares
    Share 412 Tweet 257
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    936 shares
    Share 374 Tweet 234
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.