• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Bangun Kerja Sama Internasional, Bea Cukai Tunjukkan Keseriusan dalam Tangani Perdagangan Ilegal Satwa dan Tumbuhan Indonesia

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Jumat, 12 Juli 2024 - 23:01
in Nasional
Satwa-Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Bea Cukai tunjukkan keseriusannya dalam penanganan perdagangan ilegal satwa dan tumbuhan Indonesia, melalui jalinan kerja sama internasional dengan Foreign Customs Attaché Club (FCAC).

Kerja sama tersebut terwujud dalam pelaksanaan FCAC Seminar, pada tanggal 8 Juli 2024. Dalam seminar yang digelar secara hybrid itu, kedua pihak membahas implementasi Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) di Indonesia.

BacaJuga:

Kemenkop Gelar Magang Pengurus KDKMP, Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

12 Tahun Projo, Budi Arie Serukan Pemberantasan Korupsi di Lingkaran Kekuasaan

Lebih dari 8.400 Kasus, Wamendiktisaintek Fauzan Dorong Kampus Bersatu Perangi TBC di Sulteng

Diketahui, CITES atau Konvensi tentang Perdagangan Internasional Spesies Satwa dan Tumbuhan Liar adalah perjanjian internasional yang diadopsi pada tahun 1973. Tujuan utama CITES adalah untuk memastikan bahwa perdagangan internasional spesies satwa dan tumbuhan liar tidak mengancam kelangsungan hidupnya di alam liar.

Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Encep Dudi Ginanjar, pada Jumat (12/07) mengatakan Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai, Askolani dalam FCAC Seminar memaparkan upaya Bea Cukai dalam menangani perdagangan ilegal satwa dan tumbuhan serta upaya perlindungan keberagaman hayati flora dan fauna Indonesia.

“Peserta dari berbagai negara berkumpul dalam seminar tersebut untuk mendiskusikan implementasi CITES. Dirjen Bea Cukai sendiri, dalam sesi bertajuk ‘Combatting Illegal Wildlife Trade’, memaparkan Green Customs Initiatives (GCI), peran Bea Cukai dalam perlindungan lingkungan dan kepatuhan internasional, serta kasus-kasus yang telah ditangani beserta penegakan hukum yang dilakukan, kerja sama internasional, dan upaya-upaya untuk melawan perdagangan ilegal satwa dan tumbuhan,” rincinya.

Dijelaskan Encep, FCAC merupakan komunitas atase luar negeri yang berada di Indonesia (atase Belgia, Amerika Serikat, Malaysia, Jepang, Selandia Baru, Australia, Korea Selatan) dan di luar Indonesia, yang cakupan kerjanya termasuk Indonesia (atase Belanda, Inggris, Kanada, Prancis, India). Pertemuan antara FCAC dan Bea Cukai direncanakan terlaksana secara rutin setiap tahunnya, baik dalam bentuk courtesy meeting maupun seminar.

“FCAC dan kegiatan yang dilaksanakannya tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan hubungan baik antara Bea Cukai Indonesia dengan perwakilan Bea Cukai dari negara lain, tetapi juga menjadi sarana penting untuk pertukaran informasi, pengalaman, dan praktik terbaik dalam bidang kepabeanan dan perdagangan internasional,” tambahnya.

Upaya membina kerja sama internasional, termasuk memperkuat upaya kolaboratif dengan FCAC, telah menjadi agenda Bea Cukai dalam memastikan penerapan CITES secara efektif. Karena, sebagai instansi yang mengemban tugas dan fungsi sebagai community protector, telah menjadi tanggung jawab Bea Cukai untuk turut memerangi perdagangan satwa liar ilegal dan melestarikan kekayaan keanekaragaman hayati di Indonesia.

“Perdagangan gelap spesies yang terancam punah tidak hanya mengancam kelangsungan hidup satwa liar yang ikonik, tetapi juga melemahkan upaya konservasi. Ini adalah masalah multifaset yang memerlukan respons terkoordinasi dan berkelanjutan dari seluruh pihak. Di FCAC Seminar ini kami berkesempatan mendiskusikan perkembangan terkini, berbagi praktik terbaik, dan mengeksplorasi strategi inovatif untuk meningkatkan kemampuan penegakan hukum,” ujarnya.

Dalam mengawasi perdagangan satwa dan tumbuhan liar, Bea Cukai telah melancarkan berbagai penindakan atas penyelundupan dan perdagangan ilegal satwa dan tumbuhan. Dua kasus terbaru yang ditangani Bea Cukai ialah perdagangan ilegal satwa liar di Merauke, Papua Selatan, pada tanggal 20 Juni 2024 dan penyelundupan satwa langka berupa burung cendrawasih dan berang-berang di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, pada tanggal 05 Juli 2024.

Menurut Encep, penindakan tersebut menjadi bukti komitmen kuat Bea Cukai dalam memerangi perdagangan ilegal satwa liar dan melindungi spesies yang terancam punah. “Kami berharap ke depannya, kolaborasi Bea Cukai, baik dengan instansi terkait di dalam negeri maupun dengan institusi internasional seperti FCAC, dapat memberikan dampak yang semakin signifikan terhadap implementasi CITES dan memastikan bahwa generasi mendatang mewarisi dunia tempat satwa liar tumbuh subur. Mari bersama memerangi perdagangan satwa liar. Kita tegaskan kembali komitmen terhadap prinsip-prinsip CITES dan bekerja sama demi dunia yang lebih aman dan berkelanjutan!” tutupnya. (Ipo)

Tags: Bea CukaiindonesiaKerja Sama InternasionalPerdagangan IlegalSatwa dan Tumbuhan

Berita Terkait.

Kemenkop Gelar Magang Pengurus KDKMP, Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa
Nasional

Kemenkop Gelar Magang Pengurus KDKMP, Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:03
12 Tahun Projo, Budi Arie Serukan Pemberantasan Korupsi di Lingkaran Kekuasaan
Nasional

12 Tahun Projo, Budi Arie Serukan Pemberantasan Korupsi di Lingkaran Kekuasaan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:17
Fauzan
Nasional

Lebih dari 8.400 Kasus, Wamendiktisaintek Fauzan Dorong Kampus Bersatu Perangi TBC di Sulteng

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:09
Anak-anak
Nasional

Pembelajaran Pascabencana Flores Tetap Jalan, Sekolah Gunakan Beragam Moda

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:08
Petani
Nasional

AI Mulai Menyentuh Lahan Pertanian, BRIN Dorong Smart Farming

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:46
Helikopter
Nasional

35 Pesawat Asing Dikerahkan, Kemenhub Percepat Respons Karhutla di Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:34

BERITA POPULER

  • Dari Tengah Rig, Pertamina Drilling Kobarkan Semangat Kemerdekaan dan Jaga Energi Indonesia

    Bea Cukai Yogyakarta Awasi Pemusnahan Rokok HM Sampoerna, Pastikan Sesuai Ketentuan

    30975 shares
    Share 12390 Tweet 7744
  • Polisi Blokade Mahasiswa di Thamrin, Ini Lokasi Demo yang Diperbolehkan

    6416 shares
    Share 2566 Tweet 1604
  • Harga Emas Pekan Depan Bakal Berayun, Selisih Proyeksi Capai Rp300 Ribu

    3292 shares
    Share 1317 Tweet 823
  • Pelajar Tewas Terlindas Truk, Pramono Anung Minta Jalan Licin Kramat Jati Diperbaiki

    2371 shares
    Share 948 Tweet 593
  • Rumah Tahan Gempa BRIN Lulus Ujian, Siap Jadi Model Rekonstruksi di Daerah Rawan Bencana

    1749 shares
    Share 700 Tweet 437
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.