INDOPOSCO.ID – Pendidikan yang berkualitas memegang kunci dalam keberhasilan pembangunan suatu bangsa. Semakin baik kualitas pendidikan bangsa, semakin tinggi pula kualitas sumber daya manusia (SDM) bangsa tersebut. Dan berdampak langsung terhadap keberhasilan pembangunan.
Namun demikian, meningkatkan kualitas pendidikan, terutama di Indonesia adalah pekerjaan besar yang harus berkelanjutan dan memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Bukan hanya itu, diperlukan juga lebih banyak aktor-aktor pembangunan yang memiliki kepedulian dan kesungguhan khususnya pada sektor pendidikan.
Untuk mendukung itu, Tanoto Foundation meluncurkan Tanoto Foundation Fellowship Program. Sebuah program inisiatif yang bertujuan untuk menciptakan aktor-aktor pembangunan di bidang pendidikan. Salah satunya melalui kesempatan eksklusif untuk belajar dan terjun secara langsung ke dalam ekosistem pendidikan di daerah-daerah intervensi Tanoto Foundation selama 1 tahun penuh.
Para penerima program juga akan dibimbing oleh mentor berpengalaman, baik dari tim internal Tanoto Foundation maupun mitra-mitra pembangunan lainnya. “Inisiatif baru ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan kami dalam meningkatkan sumber daya manusia, khususnya di Indonesia,” Inge Kusuma, Country Head Tanoto Foundation Indonesia di Jakarta, Kamis (6/6/2024).
“Saya harap program ini dapat menghasilkan para pemimpin yang handal, yang dapat meneruskan tongkat estafet pembangunan di masa depan, dan pemimpin yang dapat memberikan dampak positif serta berkelanjutan untuk kejayaan Indonesia,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, Deputi Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan, Kementerian PPN/Bappenas Amich Alhumami mengatakan, bahwa mempersiapkan manusia unggul sama pentingnya dengan infrastruktur, ekonomi, dan sektor lainnya, bahkan menjadi kunci dalam pembangunan bangsa.
“Tanoto Foundation sejauh ini menjadi salah satu yang sudah menunjukan komitmen untuk fokus di pendidikan yang merupakan tulang punggung pembangunan bangsa,” ujarnya.
“Kini melalui Tanoto Foundation Fellowship Program, kami harap lahir manusia-manusia unggul yang membantu pembangunan bangsa Indonesia melalui jalur pendidikan,” imbuh Amich.
Diketahui, Tanoto Foundation Fellowship Program terbuka untuk generasi muda maksimal 26 tahun yang sudah menyelesaikan pendidikan tinggi minimal setingkat sarjana. Peserta yang terpilih harus berkomitmen untuk mengikuti program Fellowship yang terdiri dari 5 tahapan.
Tahapan tersebut di antaranya: Orientasi atau Induction, untuk memahami filosofi dan konteks pembangunan, pendidikan, dan ekosistemnya; Mengenal ekosistem atau Immersion, di mana peserta akan melakukan kunjungan lapangan dan interaksi dengan pemangku kepentingan untuk menyelami ekosistem pendidikan dan pembangunan.
Lalu, Mendesain Inisiatif, bertujuan untuk belajar mengidentifikasi gap antara kondisi ideal dan kondisi saat ini, serta merancang usulan inisiatif untuk berkontribusi; Implementasi Inisiatif, yang memfasilitasi peserta untuk mengimplementasikan inisiatifnya melalui kerja sama dengan pemangku kepentingan terkait, dan berusaha memberikan dampak.
Dan, Refleksi Akhir dan Penutupan, untuk menutup perjalanan program dan menarik pembelajaran, serta menyusun cerita dampak yang telah dilakukan. Selain itu, peserta juga akan menghadiri kegiatan leadership camp untuk menajamkan nilai-nilai sebagai pemimpin dan pola pikir dampak yang berkelanjutan.
Setelah progam selesai, peserta dapat terus berkontribusi dan melipatgandakan dampak untuk pembangunan Indonesia melalui organisasi atau tempat mereka bekerja, dan mereka juga dapat mengembangkan inisiatif atau usaha sosial milik sendiri. (nas)










