• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

PLN Peduli Sukses Ubah Wajah dan Cegah Abrasi Pantai Plentong

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 27 Mei 2024 - 11:34
in Ekonomi
FABA-PLTU

Tetrapod yang berbahan dari Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Indramayu digunakan untuk mencegah terjadinya abrasi dan memperkuat struktur pantai serta pemecah gelombang. Foto: PLN NP

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Perusahaan Listrik Negara Nusantara Power (PLN NP) melalui salah satu unit pembangkitnya, UP Indramayu memanfaatkan dan mengubah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) menjadi barang yang memiliki nilai guna dan menjadi kunci dalam mengatasi permasalahan yang timbul di masyarakat, sekaligus dapat menjadi magnet dalam menggerakan roda untuk menaikkan perekonomian.

PLN NP UP Indramayu mengolah FABA menjadi tetrapod atau pemecah ombak yang diaplikasikan di sekitar Pantai Plentong, Sukra, Indramayu, dan mengubah kawasan tersebut menjadi kawasan wisata yang ramai dikunjungi.

BacaJuga:

Hilirisasi Butuh SDM Unggul, Menaker: Industrialisasi Tak Bisa Jalan Sendiri

Rupiah di Jalur Penguatan, Dua Agenda Besar Jadi Penentu Langkah Berikutnya

Semester I 2026, Penjualan EMP Tumbuh 19 Persen dan Laba Bersih Naik 27 Persen

Program ini dilatarbelakangi oleh kenaikan air laut pesisir pantai Jawa yang lebih tinggi daripada rata-rata global. Laju kenaikan air laut di pesisir Jawa mencapai 5,12 mm tiap tahunnya. Angka ini lebih tinggi daripada kenaikan air laut global yang hanya berada di 3.1 mm per tahun. Dengan tingginya angka ini, tedapat resiko nyata yang dihadapi oleh warga sekitar Pantai Plentong yaitu ancaman abrasi.

Desa Ujunggebang yang berlokasi di wilayah sekitar UP Indramayu, telah terjadi hilang lahan sebesar 15,83 Ha daratan (terhitung 2008-2017) akibat abrasi yang terus terjadi. Jika tidak ditemukan solusinya, abrasi ini berpotensi menggerus lahan pertanian warga akibat terpaan air laut.

Berdasarkan social mapping yang dilaksanakan di Desa Ujunggebang pada tahun 2017, terdapat pengurangan fungsi lahan mencapai 50 hektare yang berpotensi mengancam pemukiman bagi 4.546 penduduk. Di dalamnya terdapat 8,1 Ha lahan pertanian dan pemukiman.

PLN Nusantara Power melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PLN Peduli by PLN Nusantara Power melihat potensi yang bisa dikembangkan di wilayah sekitar yang berbasis pengelolaan FABA. Potensi ini juga sekaligus dapat mengubah wajah kawasan menjadi kawasan wisata dan memutar roda perekonomian warga sekitar.

Direktur Utama PLN NP, Ruly Firmansyah menyampaikan komitmen perusahaan dalam menelurkan berbagai program CSR sebagai bentuk keseriusan PLN NP dalam bertumbuh kembang bersama lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah unit bisnisnya.

“Tidak henti-hentinya kami akan terus berinovasi menghasilkan program-program yang manfaatnya akan dapat dirasakan oleh masyarakat. Selain nyala terang listrik berkualitas, kami menggandeng masyarakat sekitar untuk bergerak bersama membawa kebermanfaatan untuk semua,” terang Ruly.

Ditambahkan, PLN NP telah menerjunkan tim terbaiknya dalam melihat, memetakan dan juga merumuskan program CSR untuk mengatasi masalah abrasi ini. Sejak tahun 2017, PLN NP telah bekerja sama dengan kelompok masyarakat sekitar untuk berjalan bersama mewujudkan wisata berbasis pemberdayaan masyarakat di Pantai Plentong ini.

“FABA yang kami olah menjadi tetrapod dan diaplikasikan di Pantai Plentong ini ternyata menjadi salah satu magnet dalam menggaet wisatawan, di samping tujuan utamanya sebagai pemecah ombak penghalang abrasi. Sejumlah 339 tetrapod dan 196,85 ton FABA telah kami serap untuk membantu mencegah abrasi ini,” tambah Ruly.

Dalam pemanfaatan FABA, PLN NP menggandeng dan mendampingi masyarakat untuk dapat membuat produk breakwater yang telah diteliti. Pengembangan wisata Pantai Plentong pun telah terperinci yang dikerjakan secara bersama. Kawasan wisata ini memiliki tujuan membentuk masyarakat mandiri yang dapat mengelola aset untuk mitigasi bencana.

Wisata Berbasis Masyarakat ini telah berhasil menyerap 40 tenaga kerja yang dikelola oleh Koperasi Plentong Maju Sejahtera. Kelompok masyarakat yang terlibat pun telah memiliki keahlian dalam membuat produk breakwater serta produk beton dan turunannya sebagai upaya penanggulangan abrasi.

Program ini juga memiliki nilai ekonomis dimana tetrapod yang dihasilkan memiliki harga 36 persen lebih murah dibandingkan dengan produk serupa di pasaran. Di samping itu, berkat pengelolaan yang apik, perekonomian masyarakat pun meningkat hingga jutaan rupiah bagi setiap tenant. Hal ini sebanding dengan rata-rata wisatawan yang berkunjung mencapai 3 ribu tiap bulannya.

Tujuan awal program dalam mengatasi permasalahan utama pun tercapai. Setelah implementasi program, tercatat terdapat perlambatan laju abrasi di sekitar pantai Ujunggebang sepanjang 400 meter. Fenomena abrasi pun turun dari semula 1,7 hektare (2014-2017) menjadi 0,49 dalam kurun waktu 4 tahun (2018-2022) atau setara dengan 78 persen. Selain itu, melalui penanaman pohon dan manggrove yang masif, juga memberikan perlindungan lahan bagi 8,1 hektare lahan sawah dan pemukiman warga serta melindungi hasil panen warga sebesar 102,14 ton/tahunnya.

Sebagai salah satu penerima manfaat sekaligus penggerak perubahan, Kusnanto, ketua Koperasi Plentong Maju Sejahtera menyampaikan apresiasi dan harapan besarnya akan keberlanjutan program PLN NP UP Indramayu. Baginya, program sudah menjadi wadah bersama masyarakat untuk perubahan iklim dan kawasan yang lebih baik.

“Menjaga lingkungan bukan hanya angan-angan, tetapi perlu juga tindakan nyata. Hal ini saya temukan di program CSR PLN Peduli by PLN NP UP Indramayu dalam mengawal Pantai Plentong hingga menjadi sebesar sekarang,” ujar Kusnanto

Tambahan informasi

Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang dikeluarkan tanggal 2 Februari 2021 lalu menyatakan bahwa Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) yang merupakan hasil pembakaran batubara dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap digolongkan menjadi Limbah Non B3 Terdaftar. Artinya FABA tidak berbahaya, tidak beracun dan aman untuk dimanfaatkan. Perubahan status dari Limbah B3 menjadi Limbah Non B3 Terdaftar ini selaras dengan amanat Undang Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020.

PLTU Indramayu, merupakan pembangkit listrik tenaga uap yang berdiri di Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Pembangkit listrik ini memiliki total kapasitas energi sebesar 3×330 Mega Watt (MW) dan mampu menyuplai listrik di wilayah Pulau Jawa, Madura dan Bali. (srv)

Tags: FABAPantai PlentongPLN NPPLN Nusantara Power

Berita Terkait.

pekerja
Ekonomi

Hilirisasi Butuh SDM Unggul, Menaker: Industrialisasi Tak Bisa Jalan Sendiri

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:13
rupiah
Ekonomi

Rupiah di Jalur Penguatan, Dua Agenda Besar Jadi Penentu Langkah Berikutnya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:21
kilang
Ekonomi

Semester I 2026, Penjualan EMP Tumbuh 19 Persen dan Laba Bersih Naik 27 Persen

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:55
nre
Ekonomi

Energi Surya Terangi Upacara Kemerdekaan Perdana Warga Pulau Sembur

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:46
Kebaya Putih dan Selendang Hitam Ketua DPR, Simbol Duka di Hari Kemerdekaan
Ekonomi

Kemerdekaan Bangun Kehidupan, Program Ini Perkuat Masa Depan Keluarga Ultra Mikro

Selasa, 18 Agustus 2026 - 03:37
Mendagri Siapkan Rencana Prioritas Penanganan Korban Gempa di NTT
Ekonomi

Jejak PHE di Hari Kemerdekaan: Memburu Sumber Energi Baru, Menjaga Ketahanan Negeri

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:47

BERITA POPULER

  • antam

    Harga Emas Pekan Depan Bakal Berayun, Selisih Proyeksi Capai Rp300 Ribu

    3009 shares
    Share 1204 Tweet 752
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3861 shares
    Share 1544 Tweet 965
  • METOO Dorong Kesadaran Kesehatan Mulut Lewat Inovasi Perfume Toothpaste

    895 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    873 shares
    Share 349 Tweet 218
  • FBR Kutuk Newport terkait Tantangan Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

    778 shares
    Share 311 Tweet 195
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.