• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Potensi Pengembangan Bisnis Petrokimia Masih Sangat Besar

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Rabu, 15 Mei 2024 - 01:11
in Ekonomi
petrokimia

Suasana diskusi dalam National Petrochemical Conference (NPC) 2024 yang dihadiri oleh komponen pemerintah pembuat kebijakan, pelaku industri, para profesional, pakar petrokimia serta stakeholder lainnya. (Antara)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati menyampaikan bahwa potensi pengembangan bisnis petrokimia di Indonesia masih sangat besar.

“Saat ini potensi gas to petrochemical dapat dikembangkan sebagai salah satu upaya dalam mendukung pencapaian target Net Zero Emission,” ungkap Nicke dalam keterangan di Jakarta, dilansir Antara, Selasa (14/5/2024).

BacaJuga:

FEED Rampung Lebih Cepat, LNG Abadi Masela Bidik FID Januari 2027

Siap Hadapi Tantangan Energi ASEAN, Pertamina dan ASCOPE Perkuat Kolaborasi

Potensi Sektor Tekstil Menguat, Ekspor Produk Fesyen Tembus USD 5,9 Miliar

Selain itu, Nicke juga mengharapkan ada kerangka peta jalan (framework roadmap) yang perlu disiapkan terkait pengembangan bisnis petrokimia di Indonesia.

Hal itu meliputi berbagai aspek, antara lain aspek transportasi, distribusi, infrastruktur maupun insentif fiskal, kata Nicke saat berbicara pada acara National Petrochemical Conference (NPC) 2024.

NPC 2024 diselenggarakan oleh PT Kilang Pertamina Internasional dan PT Tuban Petrochemical Industries yang merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero). Kehadiran NPC diharapkan dapat menjadi wadah bagi para stakeholder industri petrokimia nasional membangun kerja sama, komunikasi dan jaringan, berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta mencari solusi atas tantangan dan kendala yang dihadapi industri petrokimia nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Kilang Pertamina Internasional (KPI) Taufik Aditiyawarman menyampaikan bahwa saat ini terbuka 3 opsi pengembangan bisnis petrokimia di Indonesia yang dapat dilakukan bersama dengan KPI yakni skema joint venture, strategic agreement, dan merger & acquisition.

Taufik menambahkan bahwa KPI memiliki target produksi petrokimia sebesar 7,5 juta ton per tahun pada 2030 dari posisi produksi saat ini di angka 1,9 juta ton per tahun.

Sementara itu Direktur Utama PT Tuban Petrochemical Industries, Sukriyanto membahas pembiayaan infrastruktur industri petrokimia nasional dengan cara public private partnership.

Melalui metoda ini, pemerintah bersama swasta dapat berbagi manfaat dan biaya untuk memacu percepatan pembangunan infrastruktur petrokimia pada satu kawasan terpadu, sehingga diperoleh efisiensi dalam pembiayaan dan penggunaan infrastruktur tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa peluang investasi baru juga masih terbuka untuk pengembangan petrokimia. Pertamina diharapkan terus memberikan perhatian khusus untuk pertumbuhan produksi petrokimia, diantaranya Naphtha untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

“Saya juga mengharapkan Pertamina untuk mampu memasok bahan baku petrokimia baik dari sisi hulu, intermediate dan juga hilir,” ungkap Agus.

NPC 2024 mengusung tema utama “Membangun Ketahanan Industri Petrokimia Nasional di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Regional dan Global” sesuai dengan tantangan yang dihadapi oleh pelaku industri petrokimia nasional saat ini, dimana terdapat instability harga bahan baku maupun produk petrokimia sebagai akibat kurang baiknya kondisi geopolitik global.

Situasi ini memberikan risiko penurunan pendapatan, kenaikan biaya produksi dan operasi, serta tergerusnya laba hingga terciptanya rugi bersih pada perusahaan. (dam)

Tags: Bisnis Petrokimiapetrokimia

Berita Terkait.

Oakwood Premier Cozmo Jakarta Hadirkan Pasar Keliling Signature Bazaar, Angkat Karya Pengrajin Lokal
Ekonomi

FEED Rampung Lebih Cepat, LNG Abadi Masela Bidik FID Januari 2027

Rabu, 28 Oktober 2026 - 02:38
Pulihkan Ekonomi Kalbar Pascakarhutla, Menteri UMKM Gandeng Kampus Cetak Wirausaha Baru
Ekonomi

Siap Hadapi Tantangan Energi ASEAN, Pertamina dan ASCOPE Perkuat Kolaborasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:27
Lebih dari 200 Ribu Peluang Kerja Luar Negeri Belum Terserap, Begini Respons Menteri PPMI
Ekonomi

Potensi Sektor Tekstil Menguat, Ekspor Produk Fesyen Tembus USD 5,9 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:15
bni
Ekonomi

BNI Bukukan PPOP Rp27,5 Triliun hingga Kuartal III 2026, Tertinggi dalam Sejarah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:41
brm
Ekonomi

Dirut BRMS Tambah 5,9 Juta Saham BRMS, Total Kepemilikan Jadi 11,4 Juta

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:31
bca
Ekonomi

BCA Fasilitasi Sertifikasi Halal Gratis bagi UMKM di Cibubur dan Pontianak

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:21

OLAHRAGA

Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda
Olahraga

Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda

Editor Dilianto
Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:21

INDOPOSCO.ID – Ketua DPR RI Puan Maharani mengapresiasi perjuangan Kontingen Indonesia yang berhasil meraih 15 medali emas pada Asian Para...

SelengkapnyaDetails
OCA Tetapkan Jadwal Baru AIMAG, Indonesia Siap Berlaga di Riyadh

OCA Tetapkan Jadwal Baru AIMAG, Indonesia Siap Berlaga di Riyadh

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35
timnas

Resmi Dirilis, Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:10
amin

Raih 73 Medali di Asian Para Games 2026, Atlet Indonesia Didorong Dapat Apresiasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:06
kane

Harry Kane Sabet Ballon d’Or 2026, Ungguli Mbappe dan Lamine Yamal

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:36

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5054 shares
    Share 2022 Tweet 1264
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1247 shares
    Share 499 Tweet 312
  • Eks Konsesi TPL Seluas 638 Hektare di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani Lewat Perhutanan Sosial

    976 shares
    Share 390 Tweet 244
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    932 shares
    Share 373 Tweet 233
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.