• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Pengamat Imbau Prabowo Ralat Ucapannya terkait Jangan Ada Pihak yang Menganggu

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Minggu, 12 Mei 2024 - 13:03
in Headline
Presiden terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto, dalam acara Bimbingan Teknis dan Rapat Koordinasi Nasional Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Kamis (9/5/2024) malam. Foto: Istimewa

Presiden terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto, dalam acara Bimbingan Teknis dan Rapat Koordinasi Nasional Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Kamis (9/5/2024) malam. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pernyataan Presiden terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto yang tak ingin diganggu dan bagi yang tidak mau kerja sama nonton saja di pinggir jalan menuai polemik. Bagi pengamat politik Muslim Arbi, hal ini dianggap sebagai pernyataan berbahaya.

“Menurut saya ini pernyataan keliru di era demokrasi. Itu dapat diartikan Prabowo merasa paling benar sendiri. Bahkan ini pernyataan berbahaya,” kata Muslim kepada INDOPOS, Minggu (12/5/2024).

BacaJuga:

Inalillahi! Bus ALS Tabrak Truk Tangki BBM, 16 Orang Meninggal

Tren Cakupan Imunisasi Nasional Turun, Diperparah Anak Status “Zero Dose”

Faktor Keamanan, Duel Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda

Muslim mengatakan, mengapa dirinya beranggapan berbahaya, karena beraroma militeristik.

“Apalagi dia mantan militer, bisa jadi pernyataannya itu beraroma militeristik. Sistem militeristik itu bertentang dengan sistem demokrasi,” cetusnya.

Muslim menjelaskan, demokrasi mengandung paham check and balancing.

“Sistem kontrol diperkuat. Kontrol itu perlu opoisisi. Kekuatan opoisisi itu sebagai penyeimbang. Kalau tidak demikian, akan lahir pemerintahan otoriter. Mutlak-mutlakan, merasa paling benar sendiri. Itu ciri pemerintahan Komunis. Sistem partai tunggal seperti di RRC (Republik Rakyat China),” ujarnya.

Apalagi, kata Muslim, setelah bertemu dengan Presiden Xi Jinping, Prabowo sesumbar akan meniru China.

“Itu jelas bertentangan dengan falsafah, konsutusi dan Tujuan Negara di dirikan oleh para Founding Fathers dan Founding Mothers,” imbuh Muslim.

Direktur Gerakan Perubahan ini pun mengimbau kepada Prabowo untuk mengklarifikasi hal tersebut.

“Saran saya Prabowo ralat pernyataan itu, dan Prabowo harus bilang, bagi yang tidak sejalan, jangan menonton dari pinggir jalan, tapi kontrol kami dengan ketat. Mari kita kelola bersama Negara ini,” ucapnya.

“Tidak hanya sebagai nada ancaman ke pihak oposisi, pernyataan Prabowo itu juga akan dianggap menakutkan bagi investor yang akrab dengan demokrasi. Bisa jadi pernyataan itu jika tidak diralat atau diubah investor kabur dan ekonomi makin hancur. Arus Investasi ogah masuk. Karena di negeri ini akan dibuat hukum, kedaulatan rakyat, dan demokrasi diabaikan,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Presiden terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto meminta kepada pihak-pihak yang tidak mau diajak kerja sama untuk tidak mengganggu pemerintahannya kelak.

Prabowo menegaskan dirinya hanya ingin bekerja dan mengamankan kekayaan bangsa. Hal tersebut Prabowo sampaikan dalam acara Bimbingan Teknis dan Rapat Koordinasi Nasional Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Kamis (9/5/2024) malam.

“Saya akan berjuang terus bersama semua kekuatan yang mau diajak kerja sama. Yang tidak mau diajak kerja sama tidak apa-apa. Kalau ada yang mau nonton di pinggir jalan, silakan jadi penonton yang baik,” ujarnya.

“Tapi kalau sudah tidak mau diajak kerja sama, ya jangan mengganggu. Orang lagi mau kerja kok. Kita mau kerja. Kita mau kerja. Kita mau amankan kekayaan bangsa Indonesia,” sambungnya.

Prabowo menjelaskan, dirinya tidak ingin ada lagi orang Indonesia yang menangis karena lapar. Dia menekankan rakyat Indonesia tidak boleh tidak bisa makan.

“Saya yakin saudara tidak terima. Saya malu saya dikasih pangkat jenderal oleh rakyat. Saya dipilih oleh rakyat. Siang dan malam kita berpikir, saya berpikir, bagaimana rakyat Indonesia tidak ada yang lapar,” tegasnya.

Menurut Prabowo, semua partai politik di Indonesia pasti punya orang-orang baik dan orang-orang yang tidak baik.

Dia bahkan mengakui di Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pun banyak orang tidak baik.

“Mari kita akui. Iya kan? Kita boleh punya jiwa korsa, tapi kita juga harus introspeksi diri. Di Gerindra pun juga banyak yang kurang baik, banyak yang baik banyak yang kurang baik. Di semua organisasi ada yang baik dan ada yang kurang,” katanya.

“Sekarang bagaimana yang baik-baik dari semua latar belakang bisa kerja sama? Ini pelajaran sejarah. Indonesia tidak bisa dibendung. Kecuali elite Indonesia tidak bisa atau tidak mau kerja sama. Kuncinya itu,” imbuhnya. (dil)

Tags: oposisiPrabowo - GibranPrabowo SubiantoPresiden Terpilih

Berita Terkait.

Bus
Headline

Inalillahi! Bus ALS Tabrak Truk Tangki BBM, 16 Orang Meninggal

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:23
Imunisasi
Headline

Tren Cakupan Imunisasi Nasional Turun, Diperparah Anak Status “Zero Dose”

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:22
rizky
Headline

Faktor Keamanan, Duel Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:47
Komisi Reformasi Polri Usulkan Demiliterisasi hingga Perbaikan Rekrutmen ke Presiden
Headline

Komisi Reformasi Polri Usulkan Demiliterisasi hingga Perbaikan Rekrutmen ke Presiden

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:30
dudung
Headline

Cegah Korupsi, KSP Ancam Sidak Terkait Jual Beli Titik SPPG

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:02
Rp220 Juta Melayang! Inilah Modus 51 Jemaah Haji Ilegal yang Digagalkan di Bandara Soetta
Headline

Rp220 Juta Melayang! Inilah Modus 51 Jemaah Haji Ilegal yang Digagalkan di Bandara Soetta

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:31

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3692 shares
    Share 1477 Tweet 923
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1296 shares
    Share 518 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1600 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.