• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Teknologi Biosoildam MA 11, Terobosan Luar Biasa Pertanian Berkelanjutan di Indonesia

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 6 Maret 2024 - 09:12
in Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Teknologi Biosoildam MA 11, hasil karya Dr. Ir. Nugroho Widiasmadi, penerima Kalpataru 2023 membawa perubahan signifikan dalam sektor pertanian Indonesia. Melalui pendekatan organiknya, teknologi ini tidak hanya meningkatkan produksi dan keuntungan petani, tetapi juga merespon tantangan alam seperti kekeringan, yang telah merugikan produksi padi nasional.

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan produksi beras nasional sebesar 1,39% pada tahun 2023, terutama dipengaruhi oleh fenomena El Nino.

BacaJuga:

Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyusunan Anggaran 2027 Harus Terukur dan Berdampak bagi Masyarakat

Menapaki Perjalanan Baru, iCAR V23 Kini Telah Dimiliki 1.000 Konsumen

ISPA Anak Meningkat, DPR: Respons Karhutla Harus Bergeser ke Pelindungan Kesehatan

Untuk mengatasi tantangan ini, Teknologi Biosoildam MA 11 hadir sebagai solusi berkelanjutan yang telah terbukti tangguh.

Penerapan Biosoildam MA 11 di SP 5 Halmahera Timur adalah contoh nyata bagaimana teknologi ini menciptakan ketahanan pangan dengan pendekatan Bioekonomi pertanian terintegrasi yang dilengkapi Laboratorium Produksi Mikroba Decomposer MA11 yang melibatkan produksi pakan, pupuk, bibit, dan menjaga kesehatan tanah yang semua bersumber limbah yang ada di desa tsb.

Hasilnya, bukan hanya meningkatkan produksi tetapi juga menjaga ekosistem pertanian.

“Penurunan produksi beras nasional disebabkan oleh El Nino, yang memengaruhi luas panen padi dan produksi beras. Namun, Teknologi Biosoildam MA 11 muncul sebagai solusi untuk menghadapi tantangan ini,” ungkap Nugroho.

Pendekatan organik dalam Teknologi Biosoildam MA 11 memberikan dampak positif terhadap lingkungan dengan mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya.

Ini sejalan dengan visi Nusantara Food Estate untuk membentuk pertanian yang tangguh, berdaya saing, dan ramah lingkungan.

Teknologi MA11 di daerah lain hasilkan Bawang merah : di Gorontalo pak amrin 32 ton/ha, di Gianyar 25 ton/ha, di Bengkulu 23 ton/ha

Cabai merah di Bangka tengah.pak coy 24 ton /ha.

Padi : di Tasik Malaya 18 ton/ha, di Kediri17,6ton/ha , di Blitar 14 ton/ ha, di Bantar agung Majalengka 16,408 ton/ha.

Dengan pendekatan ini, kita tidak hanya menciptakan masa depan pertanian yang lebih cerah tetapi juga menjaga keberlanjutan alam.

Teknologi Biosoildam MA 11, sebagai inovasi terbaru, memainkan peran penting dalam membangun Indonesia sebagai pemimpin global dalam pertanian berkelanjutan.

Dampak El Nino: Tantangan Serius Bagi Produksi Beras Nasional, Kritisnya Penurunan Luas Panen Padi

Badan Pusat Statistik (BPS) – Jakarta, 1 Maret 2024

BPS melaporkan bahwa produksi beras nasional pada tahun 2023 mengalami penurunan signifikan sebesar 1,39%, mencapai 31,10 juta ton, dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M Habibullah, menyampaikan bahwa penurunan ini diprediksi berlanjut pada periode Januari-April 2024, dengan estimasi penurunan 17,52%, mencapai 10,71 juta ton.
Menurut M Habibullah, “Penurunan tersebut merupakan konsekuensi dari penurunan luas panen padi yang terdampak El Nino,” dalam keterangan pers hari Jumat.

Data BPS juga menunjukkan penurunan angka tetap produksi padi (gabah) sebesar 1,40%, mencapai 53,98 juta ton GKG tahun 2023. Habibullah menambahkan, “Produksi padi pada periode Januari-April 2023 diprediksi turun 17,54%, menjadi 18,59 juta ton GKG.”

Terjadi pula penyusutan luas panen padi sebesar 2,29%, atau sekitar 240 ribu hektare pada tahun 2023. Habibullah menjelaskan, “Penurunan ini sebagai dampak fenomena El Nino yang menguat pada semester II tahun 2023,” dan diprediksi berlanjut pada periode Januari-April 2024 dengan perkiraan 3,52 juta hektare, turun 16,48%.

Proyeksi luas panen bulan Maret 2024 mencapai 1,16 juta hektare, dengan puncak panen diperkirakan terjadi pada bulan April 2024, mencapai 1,59 juta hektare. BPS terus memonitor dan menyediakan informasi terkini terkait produksi beras nasional. (ibs)

Tags: BPSpertanianPertanian BerkelanjutanTeknologi Biosoildam MA 11

Berita Terkait.

dalu
Nasional

Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyusunan Anggaran 2027 Harus Terukur dan Berdampak bagi Masyarakat

Selasa, 29 September 2026 - 04:04
icar
Nasional

Menapaki Perjalanan Baru, iCAR V23 Kini Telah Dimiliki 1.000 Konsumen

Selasa, 29 September 2026 - 03:13
ispa
Nasional

ISPA Anak Meningkat, DPR: Respons Karhutla Harus Bergeser ke Pelindungan Kesehatan

Selasa, 29 September 2026 - 00:30
dagri
Nasional

Penanganan Disabilitas Butuh Kerja Sama Lintas Sektor

Senin, 28 September 2026 - 23:23
tomsi
Nasional

Sekjen Kemendagri Tekankan Kepemimpinan Adaptif di Tengah Era Disrupsi

Senin, 28 September 2026 - 20:02
bing
Nasional

Museum Bing Slamet Diresmikan, Warisan Maestro Harus Hidup di Generasi Baru

Senin, 28 September 2026 - 18:08

OLAHRAGA

puan
Olahraga

Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

Editor Dilianto
Senin, 28 September 2026 - 22:12

INDOPOSCO.ID - Kontingen Indonesia terus menambah medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, termasuk emas dari lifter Rahmat Erwin. Ketua DPR...

SelengkapnyaDetails
campus

Campus League The Nationals Badminton Season 1, Expedition Jadi Official Timekeeper

Senin, 28 September 2026 - 15:45
Jumlah Penonton Indonesia vs Malaysia Diprediksi Melonjak, Joey Pelupessy Antusias

Jumlah Penonton Indonesia vs Malaysia Diprediksi Melonjak, Joey Pelupessy Antusias

Senin, 28 September 2026 - 12:53
Hotspot Nasional Tembus 559 Titik, Kemenhut Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalimantan Tengah

Jelang Lawan Malaysia di GBK, John Herdman Usung Misi “Melindungi Tanah Air”

Senin, 28 September 2026 - 12:00
Erick Thohir Pantau Latihan Garuda, John Herdman Ungkap Antusiasme Jelang Lawan Malaysia

Erick Thohir Pantau Latihan Garuda, John Herdman Ungkap Antusiasme Jelang Lawan Malaysia

Senin, 28 September 2026 - 10:20

BERITA POPULER

  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3904 shares
    Share 1562 Tweet 976
  • Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    1409 shares
    Share 564 Tweet 352
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1112 shares
    Share 445 Tweet 278
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    1008 shares
    Share 403 Tweet 252
  • Kasus Keracunan MBG Berulang, DPR Hanya Minta BGN Benahi Tata Kelola

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.