• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Guru Besar Dianggap Partisan, Pakar: Kritik Itu Bersifat Akademis

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Rabu, 7 Februari 2024 - 20:37
in Nasional
kritikco

Para pakar dalam acara diskusi "Menyoal Langkah Mitigasi KPU Cegah Delegitimasi Hasil Pilpres 2024." (Indopos.co.id/Feris Pakpahan)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Guru Besar Riset Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bhakti, menyambut baik langkah akademisi yang mengeluarkan kritik terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Terlebih lagi, apresiasinya tertuju pada Universitas Gadjah Mada (UGM) yang sebagai almamater Jokowi menjadi lembaga pendidikan pertama yang mengkritik.

BacaJuga:

Edarkan Narkoba, WNA China Ditangkap di Pademangan Jakarta

Menkop Buka Kick-Off Program “Mba Maya 2026”, Kolaborasi MES dengan PNM

Penanganan 1.810 Perlintasan Sebidang, Sebanyak 172 Bakal Ditutup

Namun, Ikrar mengkritik sejumlah pihak yang tampaknya mengajak adu argumen dengan para akademisi tersebut.

“Mereka menyebutnya sebagai individu yang bersifat partisan, padahal pernyataan tersebut diutarakan dalam konteks akademis. Fenomena ini menunjukkan adanya gejolak opini dan pandangan di kalangan para guru besar,” katanya dalam diskusi Menyoal Langkah Mitigasi KPU Cegah Delegitimasi Hasil Pilpres 2024, Rabu (7/2/2024).

Senada dikatakan Guru Besar Filsafat dan Etika, Franz Magnis Suseno. Ia mengatakan, sikap kolektif kampus dalam memberikan kritik terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) muncul karena mereka merasa memiliki tanggung jawab terhadap kondisi saat ini.

“Dunia akademik akhirnya menyadari tanggung jawabnya, dan hal tersebut bukanlah kebetulan,” ujarnya.

Menurutnya, para profesor yang menyampaikan kritik terhadap Jokowi bukanlah orang yang mudah berbicara. Namun, karena situasi yang sudah genting, akhirnya mereka angkat bicara.

“Ini bukanlah perkara yang mudah. Apabila mereka bersuara, hal tersebut dilakukan karena memiliki keprihatinan. Lebih lanjut, para akademisi menghadapi tekanan karena sikap kritis terhadap pemerintah,” tandasnya.

Sebagai informasi, perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, terus mengeluarkan kritik terhadap pemerintahan Presiden Jokowi dan pelaksanaan Pemilu 2024. Kelompok ini, yang terdiri dari guru besar dan dosen, juga menyoroti penurunan kualitas demokrasi. Dalam beberapa hari terakhir, petisi dan kritik semakin meluas dan disampaikan oleh perguruan tinggi di berbagai daerah.

Beberapa kampus yang menyuarakan kritik terhadap pemerintahan Jokowi antara lain Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Indonesia (UI), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dan Universitas Lambung Mangkurat. Daftar ini juga mencakup Universitas Mulawarman Samarinda, Universitas Padjadjaran (Unpad), Sekolah Tinggi Filsafat (STF) dan Teologi dari seluruh Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Terdapat pula Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Universitas Airlangga, Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta, Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh, dan Universitas Sumatera Utara (USU) yang ikut serta dalam menyuarakan kritik. (fer)

Tags: Akademisguru besarkritikpakarPartisan

Berita Terkait.

WNA
Nasional

Edarkan Narkoba, WNA China Ditangkap di Pademangan Jakarta

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:43
Ferry
Nasional

Menkop Buka Kick-Off Program “Mba Maya 2026”, Kolaborasi MES dengan PNM

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:33
Perlintasan
Nasional

Penanganan 1.810 Perlintasan Sebidang, Sebanyak 172 Bakal Ditutup

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:49
Menag-RI
Nasional

Menag: Lembaga Pendidikan Keagamaan Harus Jadi Ruang Aman dan Bermartabat

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:39
aher
Nasional

Soroti Maraknya OTT, Komisi II Dorong Diklat Antikorupsi Perkuat Integritas Kepala Daerah

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:09
densus
Nasional

Terafiliasi ISIS, 8 Anggota JAD Ditangkap di Poso dan Parigi Moutong

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:28

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3692 shares
    Share 1477 Tweet 923
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1296 shares
    Share 518 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1600 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.