• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Rencana Mahfud MD Mundur, Akademisi: Keputusan Itu Harus Diikuti Prabowo

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Rabu, 24 Januari 2024 - 17:06
in Headline
Tabrak-Prof-co

ilustrasi calon wakil presiden nomor urut 3 Mahfud MD Foto: dokumen INDOPOS.CO.ID

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Rencana mundurnya Mahfud MD dari jabatannya sebagai Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) sebuah langkah yang bagus. Pasalnya, Mahfud MD maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

Pernyataan tersebut diungkapkan praktisi hukum Edi Hardum melalui gawai, Rabu (24/1/2024). Ia mengatakan, saat tak menjabat sebagai menteri, Mahfud akan bergerak bebas dan berbicara bebas.

BacaJuga:

Harga BBM dan Elpiji Nonsubsidi Naik, DPR: Daya Beli Sudah Dikalkulasi

MUI Imbau Publik Tak Terjebak Narasi Terfragmentasi Soal Pernyataan Jusuf Kalla

Haji Pakai Visa Kerja, 13 WNI Dicekal di Bandara Soetta!

“Kalau sebagai menteri kan dia terikat dan bisa saja konflik kepentingan serta bisa mempengaruhi bawahan di kantornya,” jelasnya.

Advokat yang juga dosen program S2 Ilmu Hukum Universitas Tama Jagakarsa ini menuturkan, seharusnya, langkah Mahfud MD diikuti oleh Prabowo Subianto.

“Prabowo seharusnya mundur dari kursi Menhan supaya bebas bergerak dan bicara serta tidak terjadi konflik kepentingan dan tidak mempengaruhi anak buahnya di Kementerian Pertahanan Kemenhan,” kata dia.

Bahkan, masih ujar Edi, Joko Widodo juga sebaiknya segera mundur dari jabatannya sebagai Presiden RI. Jabatan Presiden selanjutnya diemban Wapres KH. Ma’ruf Amin.

Presiden harus mundur dari kursi kepresidenan, karena anak kandungnya Gibran Rakabuming Raka maju sebagai Cawapres Prabowo.

Dengan majunya Gibran maka apa pun kegiatan dan atau gerak gerik Jokowi dalam konteks kepresidenan dimaknai oleh semua bawahan Presiden seperti para menteri, kepala badan bahkan pimpinan Polri dan TNI serta BIN baik di pusat maupun di daerah sebagai kode atau tindakan mendukung pasangan Prabowo-Gibran.

“Memang Panglima dan Kapolri sudah berkali-kali mengatakan netral, tapi ada banyak dugaan keterlibatan oknum di lapangan, ya walaupun tanpa sepengetahuan atau atas perintah pimpinan mereka,” ungkapnya.

Hal ini tentu terafirmasi dengan dugaan keterlibatan pimpinan TNI dan Polri serta Plt.bupati, pimpinan kejaksaan di sebuah kabupaten di Sumatera Utara.

“Sudah tersebar di Tiktok rekaman suara seorang kapolres yang intinya mendukung paslon 02. Kita berharap atas penjelasan resmi dari kapolri atau minimal Kapolda Sumut soal ini,” katanya.

Edi menegaskan, apa pun kegiatan dan atau gerak-gerik Jokowi dalam konteks kepresidenan pasti dinilai oleh masyarakat sebagai bentuk dukungan dan kampanye untuk memenangkan pasangan Prabowo-Gibran.

“Jangan salahkan masyarakat menuduh Jokowi tidak netral. Jokowi dituduh menggunakan jabatan Presiden dan Kepala Negara untuk memenangkan anaknya. Ini jangan tentunya,” terangnya.

Yang parah lagi, dikatakan dia, sebagaimana tersebar di medsos bahwa Jokowi mengatakan bahwa dirinya boleh-boleh saja memihak salah satu Paslon, yang terpenting tidak menggunakan fasilitas negara.

Pernyataan Jokowi ini harus ditentang karena tanpa menggunakan fasilitas negara, seorang Jokowi tidak bisa dipisahkan dirinya dengan jabatannya sebagai Kepala Negara dan Pemerintahan.

“Kalau Jokowi memihak dan ikut kampanye, mengapa tidak sekalian Panglima TNI dan Polri, Kepala BIN, Jaksa Agung dan semua jajaran mereka ke bawah serta seluruh ASN tidak boleh memilih dan ikut kampanye? Sikap dan tindakan Jokowi sangat membahayakan demokrasi. Jokowi seharusnya belajar dari SBY yang jelang kekuasaannya berakhir tidak ikut campur dalam kontestasi,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut dia, Jokowi harus segera tanggalkan jabatannya sebagai Presiden. Dengan Jokowi mundur dari jabatannya maka Jokowi konsentrasi memenangkan Gibran. Jokowi jangan menggunakan jabatan Presiden dan Kepala Negara untuk memenangkan anaknya.

Selain Jokowi, yang harus mundur adalah Prabowo dan Mahdud MD serta semua menteri dari Parpol serta Menkominfo sebagai Ketua Projo. “Berikan semua jabatan menteri kepada orang-orang yang tidak terafiliasi kepada Parpol-Parpol pendukung tiga Paslon Capres/Cawapres. Ini demi menyelamatkan demokrasi Indonesia,” ucapnya.

Sebelumnya, Calon wakil presiden nomor urut 3 Mahfud MD berencana, mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam). Tentu akan menentukan waktu yang tepat.

Termasuk tetap menghormati Presiden Joko Widodo (Jokowi), lantaran telah mendapat amanah selama 4,5 tahun mengemban jabatan tersebut. Serta menyiapkan masa transisi dengan baik.

“Saya sudah sepakat dengan Pak Ganjar Pranowo, untuk saya mundur pada momentum yang tepat sambil membuat masa transisi itu,” kata Mahfud MD acara Tabrak Prof di Semarang dilihat dari dari akun YouTube Mahfud MD Official, Selasa (23/1/2024).

Ia menegaskan, pertimbangan tersebut menjadi sangat lebih penting lagi dalam situasi sekarang, karena selama tiga bulan tidak pernah menyalahkan jabatannya yang ikut dalam kontestasi Pilpres 2024.

“Saya sudah memberi contoh sebagai menteri, menjadi calon (cawapres) saya tidak sedikitpun menggunakan fasilitas negara ketika untuk kepentingan kampanye,” ujar Mahfud MD.

Bahkan tidak pernah meminta penjemputan didampingi pejabat atau apapun, kecuali yang melekat secara hukum. “Saya juga tidak minta protokoler yang lebih dari ditentukan oleh pemerintah, KPU, dan sebagainya,” imbuhnya.

Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo menyarankan cawapresnya Mahfud MD mundur dari jabatan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan di penghujung masa jabatan Presiden Joko Widodo.

Tujuannya menghindari konflik kepentingan lantaran Mahfud, tengah mengikuti ajang perhelatan Pilpres 2024. Keputusan tersebut telah dibahas melalui diskusi bersama dengan Mahfud MD.

“Jadi kita sudah diskusi dengan beliau pada soal-soal ini, agar fair lebih baik mundur lah. Kalau aturannya mau dibuat lebih bagus,” kata Ganjar secara terpisah di Kendal, Jawa Tengah sore hari. (nas)

Tags: capresMahfud MDMenko PolhukamPemilu 2024Pilpres 2024

Berita Terkait.

Gas
Headline

Harga BBM dan Elpiji Nonsubsidi Naik, DPR: Daya Beli Sudah Dikalkulasi

Rabu, 22 April 2026 - 13:08
JK
Headline

MUI Imbau Publik Tak Terjebak Narasi Terfragmentasi Soal Pernyataan Jusuf Kalla

Rabu, 22 April 2026 - 11:36
Haji Pakai Visa Kerja, 13 WNI Dicekal di Bandara Soetta!
Headline

Haji Pakai Visa Kerja, 13 WNI Dicekal di Bandara Soetta!

Selasa, 21 April 2026 - 23:59
Immanuel Ebenezer
Headline

Fakta Dugaan Korupsi Eks Wamenaker: Saksi Bongkar Kode “3 Meter” hingga Intimidasi

Selasa, 21 April 2026 - 21:05
Momentum Hari Bumi 2026, SCG Tunjukkan Aksi Nyata ESG dan Komitmen Net Zero 2050
Headline

UU PPRT Disahkan, DPR: PRT Kini Diakui sebagai Pekerja Profesional

Selasa, 21 April 2026 - 20:01
Brian
Headline

UTBK SNBT 2026 Masih Diwarnai Kecurangan, Mendiktisaintek: Jangan Cederai Integritas

Selasa, 21 April 2026 - 15:45

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1270 shares
    Share 508 Tweet 318
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    889 shares
    Share 356 Tweet 222
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    751 shares
    Share 300 Tweet 188
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.