• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Aglomerasi Budaya Inti Masyarakat Jakarta Jadi Atensi di Revisi UU DKJ

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 21 Desember 2023 - 14:35
in Megapolitan
UH 2

Ketua Program Studi Magister Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Usni Hasanudin. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Jakarta memiliki lima fungsi yang saling terkait, yakni fungsi ekonomi, sejarah, pertemuan sosial budaya, pusat politik dan pemerintahan, serta administratif yang kemudian diberikan kekhusuan sebagai Ibu Kota Negara.

Melihat hal tersebut, Ketua Program Studi Magister Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Usni Hasanudin menilai kondisi ini menjadi berbeda ketika kekhususan itu tercerabut dan akhirnya mempengaruhi lima fungsi lainnya.

BacaJuga:

Menuju Kota Global, Jakarta Diminta Perkuat Identitas lewat Hari Kebudayaan Betawi

Bersahabat! Cuaca di Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini

Usai Video Pembacokan Viral, 2 Pelajar SMK Dicokok Polisi Saat Ujian

“Berbeda kalau seandainya hanya fungsi ekonomi nasional yang dicabut atau dipindahkan, Jakarta tidak serumit ini dalam perubahan UU DKJ,” ujarnya, Kamis (21/12/2023).

Usni menilai, Jakarta bukan hanya soal ekonomi atau politik, tapi yang menjadi atensi di sini juga menyangkut seluruh aspek kehidupan masyarakat, terutama budaya inti masyarakat Jakarta.

Adanya kawasan aglomerasi sebagai kawasan perkotaan dalam konteks perencanaan wilayah yang menyatukan satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional berskala global, jika tidak mengaitkan pada konteks budaya akan terjadi pergeseran nilai yang sangat merugikan Indonesia sebagai negara dengan suku bangsa yang beragam.

Usni mengatakan, pemerintah dan DPR dalam pembahasan UU Jakarta sebaiknya memberikan ruang ekspresi budaya agar kawasan aglomerasi yang dimaksud disertai juga dengan aglomerasi budaya yang dalam hal ini aglomerasi kebudayaan Betawi.

Jika melihat data penduduk, suku Betawi berjumlah 6.807.968 setara dengan 2,88 persen penduduk Indonesia. Kemudian dari jumlah tersebut, yang tinggal di Jakarta 2.301.587 jiwa atau 27,56 persen, selebihnya banyak yang tinggal di daerah yang menjadi aglomerasi ekonomi seperti Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Cianjur, Kota Bogor, Kota Depok, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Bekasi.

“Oleh karena itulah perlunya dimasukan kepentingan budaya Betawi sebagi supporting dari aglomerasi ekonomi. Sehingga akan terintegrasi antara aglomerasi ekonomi dan budaya,” tuturnya.

Selain itu, Usni juga melihat pentingnya aglomerasi kebudayaan Betawi dalam perubahan UU Jakarta untuk mempertahankan nilai, adat dan budaya Betawi ketika ekonomi global terealisasikn.

Sebagai bagian dari Kaukus Muda Betawi, Usni menuturkan, indeks pembangunan kebudayaan di Jakarta dalam dimensi ekspresi budaya sangat rendah hanya 15,00 persen, ini disebabkan minimnya ruang terbuka untuk memajukan kebudayaan Betawi dan lainnya yang ada di Jakarta.

“Makanya aglomerasi budaya menjadi penting, bukan saja di kawasan sebagaimana dalam rancangan undang-undang, tetapi di setiap kecamatan yang ada di Jakarta memerlukan aglomerasi budaya untuk mengangkat indeks pembangunan budaya,” katanya. (rmn)

Tags: betawibudaya betawiUniversitas Muhammadiyah Jakartausni hasanudinUU DKJ

Berita Terkait.

Belajar Kelola Sampah dan Lestarikan Mangrove, Siswa Bunyu Diajak Jadi Penjaga Lingkungan
Megapolitan

Menuju Kota Global, Jakarta Diminta Perkuat Identitas lewat Hari Kebudayaan Betawi

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:23
Cerah-Berawan
Megapolitan

Bersahabat! Cuaca di Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:06
CCTV
Megapolitan

Usai Video Pembacokan Viral, 2 Pelajar SMK Dicokok Polisi Saat Ujian

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:27
Pertamax Naik 32 Persen, PKS: Kelas Menengah Tertekan dan Picu Migrasi ke BBM Subsidi
Megapolitan

SMAN 8 Jakarta Raih Juara Cerdas Cermat Fesdikgana 2026, Ungguli Sejumlah Sekolah di Jaksel

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:05
tj
Megapolitan

Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:12
truk
Megapolitan

Truk Terguling di Flyover Pesing, Dishub Jakarta Urai Kepadatan Arus Lalin

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:51

BERITA POPULER

  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1210 shares
    Share 484 Tweet 303
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2228 shares
    Share 891 Tweet 557
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1450 shares
    Share 580 Tweet 363
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.