• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

COP28 dan Keberlanjutan Transisi Energi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 22 November 2023 - 21:12
in Ekonomi
cireco

Dr. Taufan Hunneman, Ketua Umum Forum Bersama Bhinneka Tunggal Ika. Foto: Dokumen Pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

Presiden Joko Widodo saat COP26 di Glasgow akhir tahun 2021, mengingatkan kembali soal komitmen pendanaan global sebesar USD100 miliar. Kemudian Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat berbicara di podium COP27, kembali menyinggung komitmen negara-negara maju tersebut, yang sejatinya sudah disepakati sejak COP21 di Paris (2015).

Kolaborasi regional

BacaJuga:

Tambang Bawah Tanah Anjing Hitam Siap Dikembangkan, DPM Klaim Ramah Lingkungan

PHKT Tanamkan Budaya Keselamatan dan Profesionalisme kepada Generasi Energi Masa Depan

Tumbuh Bersama Danantara, Pegadaian Cetak Kinerja Gemilang di Semester 1 Tahun 2026

Melalui akselerasi program transisi energi, Indonesia secara mandiri sudah melakukan ikhtiar konkret menahan kenaikan suhu Bumi di bawah 1,5 derajat celsius. Sejak lama pemangku kepentingan berpandangan, dengan berbasis data dan sains, bahwa transisi energi merupakan salah satu langkah mengatasi krisis iklim. Berdasar sains pula, kenaikan suhu Bumi saat ini sudah di atas 1 derajat celsius. Artinya, bila kita tidak melakukan aksi nyata sekarang, kenaikan suhu Bumi bisa lebih cepat, dengan efek bencana hidrometerologi yang lebih parah.

Kemandirian Indonesia dalam aksi iklim dan transisi energi juga terlihat dalam skema pendanaan yang terkonsolidasi saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, pertengahan November tahun lalu. Program strategis pemerintah dalam pengakhiran dini (early retirement) PLTU berbasis batubara, mendapat pendanaan sebesar USD20 miliar, melalui platform Just Energy Transition Partnership (JETP), yang dimotori Amerika Serikat dan Jepang.

Pada level regional, Indonesia mendorong kolaborasi memperluas produksi listrik berbasis energi terbarukan multilateral di kawasan, guna meningkatkan kapasitas dalam menyerap energi terbarukan melalui jaringan listrik (power grid) ASEAN. Indonesia bisa menjadi faktor katalis dalam isu transisi energi, melalui implementasi skala besar penggantian bahan bakar berbasis fosil menuju energi hijau dan terbarukan.

Dalam posisi Keketuaan ASEAN pula, Indonesia juga bisa menjadi mediator, mengingat persoalan setiap negara anggota ASEAN memiliki hambatan dan kebutuhan berbeda dalam transformasi sistem energi. Dalam posisi sebagai Keketuaan ASEAN pula, Indonesia terus mendorong komitmen ASEAN dalam menerapkan prinsip ekonomi hijau.

Berdasarkan asumsi, di masa depan, penerapan ekonomi hijau dapat menjadi faktor daya saing yang kuat. Ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan tercermin dari pemanfaatan energi hijau, bahwa semakin cepat suatu negara menciptakan inovasi-inovasi yang menyertai energi hijau tersebut, keunggulan kompetitif pun akan semakin cepat diraih.

Komitmen sepuluh negara anggota ASEAN untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050, terbilang ambisius sekaligus terukur. Sementara hanya Filipina yang belum berkomitmen mencapai nol bersih pada tahun 2050, sedangkan Indonesia telah menetapkan target pada tahun 2060. Target dan perkiraan yang mungkin saja berbeda tiap negara, sebagai penanda bahwa praktik mencapai nol bersih bukan jalan mudah.

Negara-negara ASEAN telah sepakat untuk meningkatkan kontribusi energi terbarukan menjadi 23 persen pada tahun 2025 dan bergerak menuju masa depan rendah karbon. Untuk mencapai tujuan tersebut, ASEAN akan menghadapi tantangan besar yakni pembiayaan investasi yang signifikan untuk beralih dari energi berbasis bahan bakar fosil ke energi terbarukan. Komunitas internasional dan mitra utama akan berperan penting dalam mendukung ASEAN untuk mempercepat misi transisi energi rendah karbon, melalui peningkatan penyediaan pembiayaan iklim dan fasilitasi transfer teknologi rendah karbon.

Berdasarkan kajian IRENA, ASEAN membutuhkan pembiayaan besar untuk program transisi energi. Untuk mencapai 100 persen energi terbarukan tahun 2050, dibutuhkan dana sekitar 29,4 triliun US dollar. Untuk itu diperlukan dukungan pendanaan dari negara maju dan institusi finansial global seperti Just Energy Transition Partnership (JETP), Asia Zero Emission Community (AZEC), ADB (Asian Development Bank), dan seterusnya.
Salah satu skema pendanaan yang sudah berjalan adalah platform Energy Transition Mechanism (ETM), yang diharapkan bisa menjadi model pensiun dini (early retirement) PLTU kawasan Asia Tenggara. ETM mendapat dukungan penuh Bank Pembangunan Asia (ADB), yang bekerja sama dengan mitra regional dan internasional.

Model kemitraan ETM adalah yang pertama untuk kawasan Asia-Pasifik, bertujuan mempercepat transisi energi bersih di Asia Tenggara. Kemitraan ini didukung oleh pejabat tingkat kabinet senior dari Denmark, Inggris, dan Amerika Serikat, serta lembaga keuangan dan filantropi global terkemuka. ETM diharapkan bisa menjadi model di kawasan lain untuk peta jalan menuju target nol emisi. Di masa datang, ADB berkomitmen mendukung upaya transisi energi kawasan Asia-Pasifik.

Bergulirnya platform ETM di Indonesia, Filipina, dan (termasuk) Vietnam, bertujuan mempercepat pensiun 50 persen PLTU, yaitu sekitar 30 gigawatt, selama 10 hingga 15 tahun ke depan. Kemudian dapat mereduksi 200 juta ton karbon dioksida emisi per tahun, setara dengan mengeluarkan 61 juta mobil dari jalan raya. Seiring pertumbuhannya, ETM berpotensi menjadi program pengurangan karbon terbesar di dunia.

Merujuk pengalaman Indonesia sendiri, ETM adalah skema kerja sama yang ditawarkan pemerintah Indonesia untuk berbagai pihak bisa terlibat untuk proyek energi bersih di Indonesia. ETM dibentuk untuk bisa memberikan ruang transparansi bagi para investor, lembaga donor internasional maupun sektor swasta terhadap proyek energi bersih di Indonesia. (*)

Page 2 of 2
Sebelumnya12
Tags: taufan hunnemanTransisi EnergiUniversitas Catur Insan Cendekia Cirebon

Berita Terkait.

Diskusi
Ekonomi

Tambang Bawah Tanah Anjing Hitam Siap Dikembangkan, DPM Klaim Ramah Lingkungan

Senin, 27 Juli 2026 - 14:32
perta
Ekonomi

PHKT Tanamkan Budaya Keselamatan dan Profesionalisme kepada Generasi Energi Masa Depan

Senin, 27 Juli 2026 - 14:02
gadai
Ekonomi

Tumbuh Bersama Danantara, Pegadaian Cetak Kinerja Gemilang di Semester 1 Tahun 2026

Senin, 27 Juli 2026 - 12:12
epii
Ekonomi

Hidrogen Jadi Andalan Baru Transisi Energi, PLN NP Unjuk Inovasi di GHES 2026

Senin, 27 Juli 2026 - 10:30
perry
Ekonomi

Perry Warjiyo Mendadak Mundur dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 - 09:13
epi
Ekonomi

PLN EPI Siapkan Biomassa Indonesia Masuk Era Hidrogen Rendah Karbon

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:23

BERITA POPULER

  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1427 shares
    Share 571 Tweet 357
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1150 shares
    Share 460 Tweet 288
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2952 shares
    Share 1181 Tweet 738
  • Citilink dan Aqua Hadirkan Flomiland, Instalasi Seni Interaktif Baru di Terminal 1C

    726 shares
    Share 290 Tweet 182
  • Persija Revisi Agenda Pramusim, Piala Presiden Jadi Ujian Sebelum TC Thailand

    691 shares
    Share 276 Tweet 173
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.