• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

ISKI Ingatkan Masyarakat Waspadai Penyalahgunaan AI Jelang Pemilu 2024

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Rabu, 8 November 2023 - 05:15
in Nasional
ISKI

Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Dadang Rahmat Hidayat (tiga dari kiri), bersama para pembicara pada konferensi komunikasi intenasional bertema "Artificial Intelligence and The Future Communication" yang digelar ISKI di Semarang, Selasa (7/11/2023). (Antara)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyalahgunaan teknologi AI (artificial intelligence) atau kecerdasan buatan yang berpotensi marak menjelang pesta demokrasi, Pemilu 2024.

“AI ini sebagai alat, sarana yang dibuat manusia. Bisa dipakai untuk apapun, untuk kebaikan atau manipulasi untuk berbagai kepentingan tertentu,” kata Ketua Umum ISKI Dadang Rahmat Hidayat di Semarang, seperti dikutip Antara, Selasa (7/11/2023).

BacaJuga:

SPMB 2026 Diawasi Ketat, Kemendikdasmen Minta Pemda Tutup Celah Titipan dan Pungutan

Indonesia-Brasil Perkuat Riset Semikonduktor, Unicamp Siap Tampung 10 Mahasiswa Pascasarjana

Data WNA Dinilai Belum Transparan, DPR Dorong Sistem Imigrasi Terbuka

Hal tersebut disampaikannya usai pembukaan konferensi komunikasi internasional bertema “Artificial Intelligence and The Future Communication” yang digelar ISKI di Semarang, 7-8 November 2023.

Diakuinya, penyalahgunaan AI untuk kepentingan tertentu memang rawan, seperti kepentingan ekonomi ketika terjadi persaingan usaha, maupun politik di momentum seperti sekarang mendekati pemilihan umum.

“Berbagai ‘damage’ (kerusakan) bisa dibuat oleh AI, seperti soal pidato Presiden (Jokowi) yang dibuat berbahasa Mandarin. Itu tingkatannya bukan dasar lagi, tapi ‘middle’ ya,” katanya.

Beberapa waktu lalu, di media sosial beredar video Presiden Joko Widodo tengah berpidato menggunakan bahasa Mandarin yang diketahui itu merupakan video manipulasi yang dibuat dengan teknologi Deepfake AI.

Kementerian Komunikasi dan Informatika pun sudah menyampaikan bahwa video Presiden Jokowi berpidato berbahasa Mandarin dibuat dengan AI dan meminta masyarakat untuk mencari informasi dari sumber terpercaya.

Karena itu, Dadang mengatakan perlunya literasi dan kesadaran bersama untuk memahami perkembangan AI yang sedemikian pesat, sebab ada kemungkinan kecanggihan teknologi AI membuatnya tidak terlacak sebagai manipulasi.

“Artinya, tidak terdeteksi bahwa itu adalah manipulasi AI. Bisa, sangat mungkin. Dan mungkin yang bisa mendeteksinya juga adalah AI lagi. Sangat mungkin AI versus AI, kan pengembangan,” katanya.

Di sisi lain, kata dia, banyak masyarakat mungkin yang belum memahami apa sebenarnya AI dan apa saja dampak positif dan negatif yang bisa ditimbulkan oleh teknologi kecerdasan buatan itu.

“Banyak masyarakat, jangankan AI, bicara terpaan media konvensional aja ada yang enggak (paham), kan disparitas memang. Mulai (media) tradisional, konvensional, digital, dan sekarang terbarukan, contohnya AI,” katanya.

Dadang menambahkan bahwa kemanusiaan harus ditekankan secara prinsip dalam pengembangan AI, mengingat AI merupakan teknologi yang berasal dari manusia, dibuat oleh manusia, dan digunakan untuk kepentingan manusia.

“Teknologi itu kan ‘from human, by human, and for human’, perlu ditambahkan ‘for human and the humanity’. Kemanusiaan, politik, misalnya, kalau ada ‘humanity’, kemanusiaan, tidak akan ada manipulasi,” katanya. (dam)

Tags: Ikatan Sarjana Komunikasi IndonesiaPemilu 2024teknologi AI

Berita Terkait.

siswa
Nasional

SPMB 2026 Diawasi Ketat, Kemendikdasmen Minta Pemda Tutup Celah Titipan dan Pungutan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:06
mendikti
Nasional

Indonesia-Brasil Perkuat Riset Semikonduktor, Unicamp Siap Tampung 10 Mahasiswa Pascasarjana

Sabtu, 13 Juni 2026 - 02:20
wna
Nasional

Data WNA Dinilai Belum Transparan, DPR Dorong Sistem Imigrasi Terbuka

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:02
foto
Nasional

Selain Sekolah dan Orang Tua, Platform Wajib Ciptakan Ruang Digital Ramah Anak

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:55
forum
Nasional

Perlindungan Anak Jadi Agenda Bersama, Pengasuh Pesantren Nusantara Rumuskan Langkah Strategis

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:31
spmb
Nasional

SPMB 2026 Diserbu Pendaftar, SCALA by Metranet Klaim Sistemnya Mampu Tangani Lonjakan Akses

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:21

BERITA POPULER

  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    920 shares
    Share 368 Tweet 230
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    902 shares
    Share 361 Tweet 226
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1486 shares
    Share 594 Tweet 372
  • Menang atas Mozambik, Ranking Indonesia Kini Makin Baik

    732 shares
    Share 293 Tweet 183
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.