• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Perkuat Persediaan Pangan, Kementan Dorong Pengembangan Pertanian Organik

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 28 September 2023 - 14:20
in Nasional
Pertanian-Organik-2
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pengembangan pertanian di tanah air guna memperkuat eksisten sektor pertanian dalam menyediakan pangan di tengah hadapi tantangan perubahan iklim dan tantangan global lainnya. Pasalnya, perubahan iklim dan tantangan global lainnya menghadirkan kondisi semua negara dalam keadaam tidak baik, terlebih mengancam produksi pertanian sehingga jika tidak dilakukan upaya penguatan akan berdampak pada penurunan ketersediaan pangan.

“Pertanian berbasis organik adalah salah satu jalan untuk memperkuat produksi dan persediaan pangan. Pertanian organik adalah sistem budidaya tanaman yang memanfaatkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis,” demikian dikatakan Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Suwandi dalam Bimbingan Teknik Propaktani Episode 1015 berjudul “Tanaman Pangan Organik: Peluang dan Tantangannya, kemarin Rabu (27/09/2023).

BacaJuga:

Menekraf Perkuat Srikandi Jaga Desa melalui Pasar Properti

Indonesia Dorong IA-CEPA Jadi Powerhouse Ekonomi dengan Australia

Tonton: JTBC Berikan Bocoran Lini Drama 2026-2027

Suwandi menjelaskan kelebihan bertani secara organik dibandingkan metode konvensional yang masih mengandalkan input kimia. Antara lain menghasilkan produk pangan yang sehat dan aman dikonsumsi, ramah lingkungan, dan mengurangi biaya produksi dari pembelian pupuk dan pestisida kimia.

“Sejumlah manfaat dari pertanian organik dan contoh aplikasinya. “Pertanian organik merupakan salah satu acuan menuju budidaya pertanian berkelanjutan, manfaatnya dimulai dari pertanian ramah lingkungan, efisiensi biaya, pangan sehat dan aman dikonsumsi,” jelasnya.

Suwandi menerangkan salah satu contoh pemanfaatan bahan alami yang dapat dimanfaatkan pada pertanian organik adalah Biosaka. Biosaka memiliki sejumlah keunggulan antara lain menyuburkan lahan, ramah lingkungan (tidak ada resiko bagi hewan dan tanaman serta manusia di sekitarnya), nol biaya (karena bahan diambil langsung dari lapangan), meminimalisir serangan hama dan penyakit tanaman, hemat pupuk kimia sintetis dan pestisida kimia sintetis (berkisar 50% sampai 90%).

“Perkembangan tanaman pangan organik menunjukkan trend positif. Ada kelompok tani yang masih semi organik artinya inputnya sudah organik tetapi sanitasi terkait sumber air, lahan dan hasil belum disertifikasi dan belum organik,” terangnya.

“Selanjutnya ada kelompok tani yang sudah full organik artinya mulai dari kondisi sumber air, lahan inputnya sudah disertifikasi organik. Ini yang kami dorong agar semakin banyak kelompok tani yang dapat berani organik dan disertifikasi,” sambung Suwandi.

Bersamaan, Guru Besar Keamanan dan Gizi IPB, Prof. Ahmad Sulaiman mengatakan mendukung pengembangan pertanian berbasis organik. Pasalnya, pasar pangan organik terus menguat baik di skala global dan domestik dengan laju pertumbuhan mencapai 20% per tahun dan produk organik bersertifikat kian mudah ditemukan di pasar, supermarket, serta merambah pasar digital (e-commerce).

“Organisasi pertanian organik tumbuh subur baik pada skala nasional dan skala lokal. Sebagai contoh, Masyarakat Pertanian Organik Indonesia (MAPORINA) kini memiliki organisasi cabang di 34 Provinsi di Indonesia, Selain itu, terjadi peningkatan ekspor pangan organik yang signifikan dengan sejumlah target negara tujuan seperti Uni Eropa, Amerika Serikat dan Arab Saudi,” beber Prof. Ahmad.

Ketua Dewan Pakar MAPORINA Kalimantan Timur, Sutimin menyebutkan budidaya tanaman organik tidak hanya bisa dilakukan pada lahan pertanian yang luas tetapi juga pada lahan yang terbatas di area perkotaan. Salah satu cara untuk mengatasi krisis pangan adalah dengan melakukan urban farming di wilayah perkotaan. (adv)

Tags: Kementanpanganpertanian organik

Berita Terkait.

menekraf
Nasional

Menekraf Perkuat Srikandi Jaga Desa melalui Pasar Properti

Selasa, 8 September 2026 - 08:15
truk
Nasional

Indonesia Dorong IA-CEPA Jadi Powerhouse Ekonomi dengan Australia

Selasa, 8 September 2026 - 06:06
jtbc
Nasional

Tonton: JTBC Berikan Bocoran Lini Drama 2026-2027

Selasa, 8 September 2026 - 04:40
TOO
Nasional

Mendagri Minta Kepala Daerah di NTT Segera Gunakan Bantuan Presiden untuk Penanganan Pascagempa

Selasa, 8 September 2026 - 01:11
to
Nasional

Targetkan Keluar dari Middle Income Trap, Mendagri Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 7 September 2026 - 23:23
tito
Nasional

Inflasi Indonesia 3,19 Persen, Mendagri Minta Pemda Atensi Kenaikan Harga Komoditas Pangan

Senin, 7 September 2026 - 22:02

OLAHRAGA

Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27
Olahraga

Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27

Editor Laurens Dami
Jumat, 4 September 2026 - 15:30

INDOPOSCO.ID – Super League 2026/27 bakal hadir dengan wajah baru. Bukan soal format kompetisi atau komposisi klub, melainkan aturan permainan yang...

SelengkapnyaDetails
aza

Buktikan Kualitas Local Pride, Persebaya dan AZA Luncurkan Jersey Anyar

Jumat, 4 September 2026 - 13:13
league

Jadwal Super League Pekan Pertama: Persija Hadapi Laga Berat, Persib Pede 3 Poin

Jumat, 4 September 2026 - 13:03
sarinah

Sarinah dan Ghea Fashion Studio Hadirkan Wastra Nusantara dalam Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026

Jumat, 4 September 2026 - 10:20
Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda

Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda

Kamis, 3 September 2026 - 09:12

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.