• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Cak Imin Jadi Cawapres Anies Targetnya Bukan untuk Menang Pilpres, Ini Komentar Pengamat

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 3 September 2023 - 09:32
in Headline
Deklarasi-Anies-Muhaimin

Pasangan AMIN (Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar (foto istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin menerima tawaran Partai Nasdem untuk menjadi calon wakil presiden (Cawapres) mendampingi calon presiden (Capres) Anies Baswedan ternyata untuk mewujudkan mimpi Cak Imin menjadi capres atau cawapres.

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti mengatakan PKB tetap memilih berkoalisi dengan Anies guna mewujudkan mimpi bahwa Ketua Umum PKB di bawah Cak Imin pernah jadi cawapres.

BacaJuga:

Soroti Kasus Keluarga Jokowi, Sobary Sebut Pendekatan Hensa Terjebak “Tragedi Sisyphus

MUI Minta LGBT Dipidanakan, Desak Pemerintah Bentuk Aturan Khusus

3 Jurus Baru JKN Diluncurkan, BPJS Watch: Jangan Reformasi Cuma Ganti Nama Masalah

“Satu tempat yang sulit dijangkau pasca-PKB di bawah kepemimpinan Cak Imin. Dan dalam skala mikro memenuhi mimpi Cak Imin untuk dapat jadi capres, atau minimal cawapres. Mimpi yang telah digaungkannya sejak PKB di bawah kepemimpinannya. Jadi, ini bukan soal menang atau kalah. Menang pilpres adalah bonus. Bahwa jadi cawapres itu saja sudah merupakan langkah maju bagi PKB,” ungkap Ray Rangkuti kepada indopos.co.id, Minggu (3/9/2023).

Ray mengaku tidak terkejut dengan situasi Partai Nasdem tiba-tiba menawarkan PKB untuk bergabung dalam Koalisi Perubahan dan meminta Cak Imin menjadi Cawapres Anies.

“Saya tidak terkejut dengan situasi ini. Pada Juni 2023 pernah saya sampaikan bila pertengahan Juli 2023, Anies tak juga mengumumkan siapa cawapresnya, maka besar kemungkinan yang dipilih bukanlah AHY. Saat ini, kabar itu terjadi. Anies memilih Cak Imin yang posisinya memang hampir sama dengan AHY di koalisi Prabowo,” kata Ray.

Ray mengungkapkan, satu-satunya yang mengejutkan adalah perpaduan Anies dengan Cak Imin. Dan itu, bukanlah sesuatu yang melompat. Jauh sebelumnya, Anies memang sedang mengincar cawapresnya dari kalangan Nahdhiyin. Beberapa nama, sebelumnya, gencar disebutkan. Dari Khofifah, Mahfud MD dan terakhir adalah Yenny Wahid. Tak mendapat respons dari 3 tokoh itu, Anies akhirnya menggaet Cak Imin.

Ray berpendapat, Anies menggaet tokoh Nahdhiyin karena dua hal yaitu pertama, meraup suara di basis Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kedua, menurunkan kadar pandangan Anies sebagai perpanjangan tangan kelompol Islam politik. Sesuatu yang terjadi begitu mesra di kala pilkada DKI Jakarta, 2017 lalu.

Kendati demikan, Ray mengatakan ragu perpaduan Anies dengan Cak Imin akan membantu meraup suara lebih banyak di kalangan NU di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“Apakah dengan begitu, kiranya Anies akan mendapatkannya? Saya ragu. Jikapun ada, tak akan lebih dari 5%. Tambahan suaranya tak lebih dari 5%, cap perpanjangan tangan Islam Politik berkurang 5%. Tentu kepastiannya tetap menunggu kerja-kerja kompilasi dua aliran politik yang secara tradisionil beda,” katanya.

Ray menjelaskan, perpaduan ini (Anies-Cak Imin), jelas tidak menambah barisan pendukung Anies dari kelompok Islam Politik. Kecenderungannya justru pinda capres. Dan besar kemungkinan akan ke Prabowo.

Hal yang sama dengan pemilih NU. Tidak mudah diajak masuk dalam rumah yang sama dengan pemilih Islam politik atau PKS. Besar kemungkinan mereka akan pindah ke Ganjar. Alias, perpaduan ini memiliki implikasi menambah suara Ganjar dan Prabowo.

“Ide dan slogan perubahan makin kabur. Sebanyak 2 dari 3 partai pengusung Anies adalah partai koalisi Jokowi. Walhasil wajah Jokowi terlihat ada di kemungkinan 3 capres yang ada. Semuanya jadi serba Jokowi,” tuturnya.

Lalu bagaimana dengan Partai Demokrat? Ke mana Demokrat sesudah ini?

Menurut Ray, Partai Demokrat memang butuh ‘pemain’ lapangan. Situasi ini menggambarkan terlalu besar yang diberikan Demokrat untuk dapat sesuatu yang secara politik masih samar. Sejak 2014 mereka selalu ketinggalan kereta. Demokrat perlu segera mengevaluasi pola dan langkah politik mereka. Butuh lebih banyak ‘pemain’ lapangannya. (dam)

Tags: Anies BaswadanCak IminCawapresPilpres 2024Wapres

Berita Terkait.

Soroti Kasus Keluarga Jokowi, Sobary Sebut Pendekatan Hensa Terjebak “Tragedi Sisyphus
Headline

Soroti Kasus Keluarga Jokowi, Sobary Sebut Pendekatan Hensa Terjebak “Tragedi Sisyphus

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:46
MUI Minta LGBT Dipidanakan, Desak Pemerintah Bentuk Aturan Khusus
Headline

MUI Minta LGBT Dipidanakan, Desak Pemerintah Bentuk Aturan Khusus

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:57
Jumat Bersih ala Penghulu, GEMAH Jadi Bekal Ekoteologi hingga Pelayanan Nikah Modern
Headline

3 Jurus Baru JKN Diluncurkan, BPJS Watch: Jangan Reformasi Cuma Ganti Nama Masalah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:31
Syarief-Sulaeman-Nahdi
Headline

Tersangka Korupsi MBG Bertambah, Komisaris Penyedia Motor Listrik Ditahan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:46
Analisis
Headline

Indonesia Punya Laboratorium Uji Cesium Produk Perikanan Pertama di Asia Tenggara

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:06
Aparat
Headline

Kawal Demo di Monas hingga DPR, Polres Jakpus Kerahkan 3.099 Personel

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:04

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    5289 shares
    Share 2116 Tweet 1322
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1536 shares
    Share 614 Tweet 384
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    989 shares
    Share 396 Tweet 247
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1542 shares
    Share 617 Tweet 386
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.